Showing posts with label Zainuddin Tika. Show all posts
Showing posts with label Zainuddin Tika. Show all posts

February 28, 2025

Silariang (Kawin Lari)

 



Judul:                           SILARIANG

Penulis:                        Zainuddin Tika & M. Ridwan Syam

Editor:                         -

Penerbit:                     Pustaka Refleksi

Tahun Terbit:               2005

Jumlah Halaman:        xiv + 304

ISBN:                            9793570148

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Topik utama pembahasa buku ini adalah Silariang. Silariang adalah istilah bahasa Bugis dan Makassar yang sepadan dengan ‘Kawin Lari’ dalam bahasa Indonesia. Silariang, menurut penulis buku ini, tidak hanya terjadi pada masyarakat Bugis dan Makassar, tapi hampir pada semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Namun yang membedakannya adalah sanksi hukum adat yang terjadi pada masyarakat Bugis dan Makassar, seringkali berakhir fatal dan menimbulkan korban jiwa.

Silariang umumnya terjadi karena tidak adanya restu dari orangtua salah satu atau kedua pasangan yang saling mencintai yang ingin mengikat tali pernikahan. Tidak adanya restu dari orangtua biasanya karena adanya perbedaan suku, ras, agama, strata sosial dan perbedaan lain antara kedua orang yang saling mencintai itu. Akhirnya pihak laki laki membawa pergi  pihak perempuan untuk dinikahi di suatu tempat yang tidak diketahui oleh keluarga pihak perempuan. Biasanya, pasangan tersebut akan menetap di tempat baru tersebut sampai ada kabar ‘perdamaian’ dari keluarga kedua pihak.

Namun yang kadang terjadi adalah, pihak perempuan merasa dipermalukan atau “siri’” dalam bahasa Bugis dan Makassar, sehingga timbul keinginan untuk balas dendam kepada pihak laki laki. Biasanya keluarga pihak perempuan akan membunuh laki laki yang membawa lari anak atau keluarganya. Tetapi jika kedua pihak bernegosiasi dan berhasil mencapai kata sepakat perdamaian, maka pasangan yang kawin lari itu bisa kembali ke kampungnya lagi dan hidup bahagia.

Buku ini mengupas berbagai aspek yang menyertai peristiwa Silariang. Diawali dengan pengertian atau definisi Silariang menurut beberapa pakar, sebab sebab terjadinya Silariang, akibat yang bisa timbul, cara menghindari sanksi adat, siri’ dan silariang, perselingkuhan dan Silarian, Silariang pada era modern sekarang ini, dan Silarian dalam KUHP dan aspek aspek kriminologinya.

Pada bagian akhir buku diulas berbagai peristiwa kisah nyata yang terjadi dalam masyarakat Bugis dan Makassar akibat Silariang. Ada istri yang tewas ditangan suami sendiri, ada yang tewas karena perselingkuhan dan peristiwa sadis lainnya.

Buku ini cukup informatif membahas tentang Silariang atau Kawin lari. Dalam menyusun buku ini penulis menggunakan pendekatan mendalam terhadap Budaya Lokal.  Penulis berhasil mengangkat topik yang sensitif dan penting dalam budaya Bugis dan Makassar, memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai adat dan konsekuensi dari pelanggarannya.

Buku ini tidak hanya membahas konsep umum Silariang, tetapi juga menguraikan berbagai jenisnya, seperti silariang, nilariang, dan erangkale, lengkap dengan sanksi adat yang menyertainya.

Buku ini sebenarnya adalah karya tulis ilmiah penulis saat menempuh pendidikan di Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Sebagai seorang sejarawan dan budayawan yang telah menulis banyak buku tentang sejarah dan budaya Sulawesi Selatan, Zainuddin Tika dan Ridwan Syam membawa perspektif yang kaya dan autentik ke dalam karyanya.

Namun demikian ada keterbatasan Informasi Publik dalam buku ini, misalnya Informasi mengenai buku ini cukup terbatas sumber-sumber onlinenya, terutama diera digital sekrang ini, dimana cukup banyak sumber informasi online yang terpercaya dan akurat.

Kemungkinan buku ini tidak tersedia secara luas di toko buku nasional, mengingat fokusnya yang spesifik pada budaya lokal, sehingga pembaca di luar Sulawesi Selatan mungkin kesulitan untuk mendapatkannya. Apalagi buku ini terbit pertama kali  lebih dari 2 dekade yang lalu sehingga semakin sulit menemukan buku ini di Toko Buku.

Secara keseluruhan, "Silariang" karya Zainuddin Tika dan Ridwan Syam ini  menawarkan wawasan berharga tentang praktik kawin lari dalam masyarakat Bugis dan Makassar, meskipun akses terhadap buku ini mungkin memerlukan usaha lebih bagi sebagian pembaca.

Buku ini koleksi Layanan Umum Perpustakaan, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.





July 21, 2020

DAENG RURU PANGLIMA PERANG KERAJAAN PERANCIS


Kisah ini bermula ketika Belanda ingin menguasai perdagangan di Indonesia khususnya di belahan Timur Nusantara yang sudah di kuasai Kerajaan Gowa. Tak pernah terbayangkan, kalau ada putra seorang Tubara ni dari Butta Gowa bernama Daeng Ruru dan Daeng Tulolo meraih sukses di Kerajaan Perancis pada abad 17 silam.

Daeng Ruru dan Daeng Tulolo sempat diselamatkan oleh pasukan Prancis ketika terjadi pemberontakan di Ayuthia. Selanjutnya kedua anak itu dihadapkan ke Raja Prancis, Raja Louis, dan diberi nama bangsawan. Daeng Ruru mendapatkan gelar Luois Pierre Daeng Ruru De Macassar. Sedangkan adiknya Daeng Tulolo juga mendapat gelar Louis Douphin Daeng Tulolo De Macassar.

Sifat kesatria yang dimiliki oleh ayahnya Daeng Mangalle salah seorang bangsawan Gowa yang pernah melakukan pemberontakan terjadap Raja Ayuthia Phra Narai di Munagthai, telah mengalir ke dalam tubuh kedua anaknya.

Dari keberanian yang dimiliki oleh kedua putra Daeng Mangelle itu, sehingga Raja Louis XIV di Prancis saat itu mempercayakan pada Daeng Ruru untuk memimpin pertempuran melawan Inggeris di Perairan Havana Kuba.

Informasi yang didapatkan dari orang Indonesia yang pernah berkunjung ke Perancis menyebutkan, bahwa kuburan dari kedua putra pangeran dari Makassar masih dapat dijumpai di Brest Perancis Barat.

Buku DAENG RURU PANGLIMA PERANG KERAJAAN PERANCIS tentang kisah perjuangan Louis Pierre Daeng Ruru De Macassar dan adiknya Louis Duophin Daeng Tulolo De Macassar di Tanah Perancis, yang dirangkaikan dengan peristiwa peperangan, baik di Butta Gowa, di Tanah Jawa, di Negeri Siang akhirnya sampai ke negeri Perancis.


DAENG RURU PANGLIMA PERANG KERAJAAN PERANCIS
Penulis: Zainuddin Tika, M. Ridwan Syam, Moh. Yahya Mustafa
Penerbit: Pustaka Refleksi
Tempat Terbit: Makassar
ISBN: 979-3570-93-8