Kata pappaseng terdiri dari kata
dasar “paseng” yang berarti “pesan” yang harus dipegang teguh sebagai amanah,
bahkan ia merupakan “wasiat” yang perlu dipatuhi dan diindahkan.
Setelah mendapat imbuhan “pa” (pap)
berupa awalan, maka ia menjadi lebih konkrit lagi sebagai “peringatan yang
harus ditaati”, agar yang menerima wasiat itu, benar-benar memperlakukan dengan
penuh rasa tanggung jawab.
Apabila ia ingkar, maka ia akan
mendapatkan peringatan dari Yang Maha Kuasa, (dalam bahasa kuno disebut “dewata”)
berupa kesulitan hidup, bahkan sering berwujud malapetaka yang sulit dielakkan.
Jadi, tegasnya”pappaseng” itu adalah
wasiat orang tua kepada anak cucunya, (orang banyak) yang harus selalu diingat sebagai amanah yang
perlu dipatuhi dan dilaksanakan atas dasar percaya diri sendiri disertai rasa
tanggung jawab.
Begitu yakinnya orang dahulu akan
hikmat dari “pappaseng” itu, sehingga mereka dapat memelihara dan membudayakan
dalam segala sendi kehidupan mereka. Itulah sebabnya orang-orang tua di tanah
Bugis, kalau menasehati anak cucunya ia selalu berkata: “Engngerangngi pappaseng
to-riolo" (=ingatlah wasiat orang dahulu kala).
Buku PESAN-PESAN TRADISIONAL (PAPPASENG
TO RIOLO) berisikan 27 pappaseng yang sebahagian besar berasal dari “Arung Bila”
salah seorang bangsawan terkemuka di Soppeng, bahkan beliau adalah seorang
pemikir yang tajam selidiknya dan jauh tinjauannya. Beliau dapat disejajarkan
dengan Kajao Laliddong dari Bone pada zamannya yang menjadi pendamping Raja
Bone dalam mengendalikan pemerintahan. Nama “Arung Bila” adalah merupakan gelar
bagi seorang pendamping dan penasehat Raja (Datu) Soppeng bukan nama diri.
Jadi ada beberapa orang yang bergelar
“Arung Bila” sejak dahulu kala. Arung Bila yang dimaksud ini ialah yang bernama
La Wadeng, juga Lawaniyaga to Tongengnge yang sejaman Kajao Laliddong di Bone
(sekitar akahir abad XVI dan awal abad XVII).
Buku ini merupakan salah satu koleksi
Layanan Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang yang berlokasi di jalan Kenanga
No. 7A Sungguminasa, Kabupaten Gowa yang memuat pesan-pesan, petuah dan ajaran
moral orang dahulu kala.
PESAN-PESAN TRADISIONAL
(PAPPASENG TO RIOLO)
Penulis: Nonci
Penerbit: CV. AKSARA
Tempat Terbit:
Makassar


