Showing posts with label Pembangunan Makassar. Show all posts
Showing posts with label Pembangunan Makassar. Show all posts

April 20, 2025

Sejarah Lapangan Karebosi Makassar

 

Judul:                           Karebosi Dulu, Kini, & Esok

Penulis:                        Drs. Syahruddin Yasen, M.M., M.BA.

Editor:                         -

Penerbit:                     Pustaka Refleksi

Tahun Terbit:               2008

Jumlah Halaman:        xi + 100

ISBN:                            9783570881

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Lapangan Karebosi di Makassar adalah sebuah lapangan yang luas dan terbuka, yang juga merupakan landmark di pusat kota Makassar. Nama Karebosi sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti "tanah lapang" atau "lapangan". Berbagai kegiatan sosial sering diadakan di Lapangan ini misalnya, olahraga, Upacara, panggung musik dan seni, dan pasar dan lain lain. Selain itu, Karebosi juga dikenal sebagai titik nol kota Makassar.

Buku ini sesuai dengan judulnya, berusaha menguraikan Karebosi sejak zaman dulu, masa kini dan masa depannya. Dibagi menjadi 3 bagian, diawali dengan pengantar dari penerbit dan penulis serta dari Prof. Dr. H. Ahmad M. Sewang, M.A.

Bagian awal dibahas tentang sejarah asal mula Karebosi. Disebutkan bahwa dulunya, Karebosi adalah hamparan sawah kerajaan Gowa. Menurut sejarahnya, awalnya disebut Kanrobosi yang kemudian berubah menjadi Karebosi. Kisah mistik lainnya yang terkait Karebosi juga diungkap pada bagian awal ini, misalnya adanya 7 makam keramat yang sampai sekarang setelah penataan (revitalisasi) tetap ada di lapangan Karebosi. Dikisahkan pula legenda Sepak Bola asal Makassar; Ramang yang dulu sering main bola di Karebosi. Selanjutnya muncul ide Revitalisasi pada masa pemerintahan Walikota Ilham Arief Sirajuddin (2004-2009).

Karebosi dimasa sekarang dalam dimensi politik, ekonomi dan sosial budaya diuraikan dalam bagian kedua. Mulai dari kronologi revitalisasi Karebosi, yang oleh Walikota Ilham Arief Sirajuddin dianggap semakin tidak kondusif sebagai representasi public space atau ruang terbuka untuk umum. Walikota kemudian menyurat ke Menteri Dalam Negeri membahas tentang rencana Revitalisasi Karebosi. Selanjutnya dijelaskan berbagai hal terkait revitalisasi Karebosi, , mulai dari legitimasi tanah Karebosi, pengelolaan asset daerah, pembentukan panitia tender, pro kontra revitalisasi, demo yang menentang revitalisasi, gugatan trhadap Walikota, dan lain lain.

Bagian akhir adalah pembahasan tentang masa depan Karebosi yang disebutkan oleh penulis bahwa revitalisasi Karebosi adalah sebuah ’keharusan sejarah’. Dikutip pada bagian ini dan juga pada bagian awal beberapa local wisdom atau kearifan lokal yaitu pesan para leluhur Bugis Makassar terkait kebijakan para pemimpin dalam mengambil keputusan. Tidak hanya itu, sejarah 2 kerajaan kembar Gowa – Tallo dan kerajaan Bugis lainnya juga banyak diulas dalam bagian akhir ini. Tak lupa penulis menguraikan perbandingan Karebosi dengan beberapa lapangan terkenal yang ada di negara luar. Solusi terhadap beberapa problematika yang menyangkut Karebosi diulas pula pada bagian akhir ini. Sarana dan prasarana yang melengkapi Karebosi setelah revitalisasi dijadikan penutup buku ini.

Buku ini sangat lengkap mengulas Karebosi di Makassar, dan dapat dijadikan bahan rujukan bagi siapa pun yang berminat mengkaji dan meneliti sejarah perkembangan Lapangan Karebosi.

Sayang sekali buku ini tidak memiliki illustrasi baik gambar sketsa, foto, kartun atau apapun itu yang bisa membantu pembaca dalam menvisualisasikan lapangan Karebosi. Hanya sampulnya yang bergambar foto lama Karebosi, 7 makam yang ada di Karebosi dan foto maket Karebosi terkini hasil revitalisasi.

Buku ini koleksi Referensi,  Layanan Perpustakaan Umum, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 





December 19, 2021

Menemukan Makassar di Lorong Waktu

 




Buku : Menemukan Makassar di Lorong Waktu

Penulis : Ahmadin

Penerbit : Pustaka Refleksi

Tempat terbit : Makassar

Tahun : 2008

Jumlah Halaman : ix + 64

ISBN : 979-3570-90-3

Buku ini menguraikan dinamika pembangunan kota Makassar, yang dulu dikenal dengan nama Ujungpandang. Pembangunan kota yang menggiring kota Makassar untuk masuk ke jajaran kota besar dunia, dan sebanding dengan kota besar dunia lainnya. Sebuah kota yang akan menjadi kota dunia, perlu memiliki identitas dan keistimewaan. Keistimewaan kota Makassar terutama karena pernah menjadi pusat kekuasaan 2 kerajaan kembar yaitu Gowa – Tallo.

Penulis menggagas dalam buku ini, bahwa factor kesejarahan kota Makassar inilah yang dapat mendukung dijadikannya brand image sehingga dapat berpredikat kota istimewa. Bagian kota yang disebut kota lama, perlu direvitalisasi, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Walikota H. M. Daeng Patompo yang telah menggiring Makassar ke pergaulan global atau istilah lainnya yaitu ‘restorasi’ seperti yang digunakan di Jepang pada masa Restorasi Meiji.

Buku ini diawali dengan pengantar dari penerbit dan kemudian pengantar dari penulis. Selanjutnya bagian bagian dengan judul :

  • Merias Makassar dengan Kosmetik Masa Lalu
  • Restorasi Makassar : Menggiring Makassar ke Pergaulan Global
  • Sex Komersial : Dari Nusantara ke Pulau Sorga
  • Masihkah kita butuh Pengamen?
  • Makassar Great Expectation 
  • Daerah Istimewa Makassar (DIM)
  • Mengintip Losari dari Jendela Masa
  • Sepenggal Kisah (Benteng) Tallo
  • Dilema Perda(isasi) Rumah Kos
  • Wacana Ruislag Pasar Tradisional
  • Bandar Makassar dan Tata Ruang Kota
  • Gedung MULO dalam Kenangan
  • Menodai Semboyan Makassar

Pada bagian terakhir, riwayat hidup singkat penulis buku ini.