Showing posts with label Ahmadin. Show all posts
Showing posts with label Ahmadin. Show all posts

December 19, 2021

Menemukan Makassar di Lorong Waktu

 




Buku : Menemukan Makassar di Lorong Waktu

Penulis : Ahmadin

Penerbit : Pustaka Refleksi

Tempat terbit : Makassar

Tahun : 2008

Jumlah Halaman : ix + 64

ISBN : 979-3570-90-3

Buku ini menguraikan dinamika pembangunan kota Makassar, yang dulu dikenal dengan nama Ujungpandang. Pembangunan kota yang menggiring kota Makassar untuk masuk ke jajaran kota besar dunia, dan sebanding dengan kota besar dunia lainnya. Sebuah kota yang akan menjadi kota dunia, perlu memiliki identitas dan keistimewaan. Keistimewaan kota Makassar terutama karena pernah menjadi pusat kekuasaan 2 kerajaan kembar yaitu Gowa – Tallo.

Penulis menggagas dalam buku ini, bahwa factor kesejarahan kota Makassar inilah yang dapat mendukung dijadikannya brand image sehingga dapat berpredikat kota istimewa. Bagian kota yang disebut kota lama, perlu direvitalisasi, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Walikota H. M. Daeng Patompo yang telah menggiring Makassar ke pergaulan global atau istilah lainnya yaitu ‘restorasi’ seperti yang digunakan di Jepang pada masa Restorasi Meiji.

Buku ini diawali dengan pengantar dari penerbit dan kemudian pengantar dari penulis. Selanjutnya bagian bagian dengan judul :

  • Merias Makassar dengan Kosmetik Masa Lalu
  • Restorasi Makassar : Menggiring Makassar ke Pergaulan Global
  • Sex Komersial : Dari Nusantara ke Pulau Sorga
  • Masihkah kita butuh Pengamen?
  • Makassar Great Expectation 
  • Daerah Istimewa Makassar (DIM)
  • Mengintip Losari dari Jendela Masa
  • Sepenggal Kisah (Benteng) Tallo
  • Dilema Perda(isasi) Rumah Kos
  • Wacana Ruislag Pasar Tradisional
  • Bandar Makassar dan Tata Ruang Kota
  • Gedung MULO dalam Kenangan
  • Menodai Semboyan Makassar

Pada bagian terakhir, riwayat hidup singkat penulis buku ini.




February 26, 2020

Kapitalisme Bugis




Buku : Kapitalisme Bugis, Aspek Sosio-Kultural dalam Etika Bisnis Orang Wajo
Penulis : Ahmadin
Penerbit : Pustaka Refleksi, Makassar 2008
Jumlah Halaman : xii + 94
ISBN : 979-3570-85-7

Kapitalisme Bugis menurut penulis buku ini adalah paham kemodalan , yakni orientasi usaha atau produksi yang mengejar keuntungan atau bentuk kehidupan bersendikan modal. Suku Bugis yang dimaksud dalam buku ini adalah Bugis Wajo, yang terkenal sebagai pedagang diberbagai daerah di Indonesia. 

Buku ini dibagi dalam 7 (tujuh) bagian, dimana bagian pertama adalah pembahasan tentang generalisasi kapitalisme dan spesifikasi kebugisan. Pada bagian ini dijelaskan defenisi kapitalisme, konsep dan sejarahnya, juga batasan ruang lingkup kajiannya. Pada bagian ini ada penjelasan tentang perbandingan antara kapitalisme di daerah Bugis dengan kapitalisme di Eropa. 

Pada bagian kedua, dibahas tentang profil Bugis Wajo, mulai dari sejarah awal asal mula orang Bugis Wajo. Salah satu versi mengatakan bahwa orang Wajo sesungguhnya adalah mereka yang berdomisili dilingkungan tempat tinggal We Taddampali yang disimbolkan dengan pohon Bajo atau Wajo’E, sehingga lama kelamaan disebutlah Wajo. Ada pula pembahasan Struktur Spasial Wajo, yaitu keadaan daerah Wajo, sebagaimana digambarkan dalam Lontara Sukkuna Wajo. Warisan sejarah dan budaya Wajo juga dijelaskan, mulai dari situs Tosora, Gua Nippong, Saoraja Mallangga, beberapa makam raja raja zaman dulu. Stratifikasi sosial dan sistem kekerabatan, kesusastraan dan seni juga dibahas pada bagian ini. 

Pada bagian ketiga, pokok bahasannya adalah falsafah hidup sebagai sumber motivasi. Ada pembahasan tentang Pangngadereng atau adat istiadat dalam masyarakat Bugis, masuknya pengaruh Islam dalam pangngadereng dan kemampuan merespon perubahan zaman oleh orang Bugis, pesan pesan Puang Ri Maggalatung dan kesan kesan negatif dalam diri orang Bugis. 

Bagian keempat yaitu makna Siri’ sebagai spirit usaha dan motivasi kerja. Siri’ disini dijelaskan secara luas, termasuk juga Passe atau Pesse. Makna hidup bagi orang Bugis, fungsi kerja, kemapaman ideal, dasar keberhasilan usaha dan penggunaan uang lebih juga dibahas secara ringkas pada bagian ini. 

Bagian kelima adalah merantau sebagai modal peluang dan strategi ekonomi dan bagian keenam  tentang eksistensi dan prospek jiwa kapitalis, serta bagian ketujuh adalah penutup.