Showing posts with label Nurdin Abdullah. Show all posts
Showing posts with label Nurdin Abdullah. Show all posts

February 16, 2021

MENGAWAL TIGA GUBERNUR: CATATAN HUMAS SULSEL

Tiga gubernur mempercayakan Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel kepada Devo Khaddafi yang bertanggungjawab atas marwah dan citra positif dari pimpinan daerah dan Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan. Ketiga gubernur tersebut adalah pertama, Gubernur Sulsel periode 2008-2018 Dr. H. Syahrul Yasin Limpo (SYL), SH, M. Si, Pejabat (Pj) Gubernur Sulsel 2018, Dr. Sumarsono dan Gubernur Sulsel Periode 2018-2024, Prof. Dr. Ir. H.M.Nurdin Abdullah, M. Agr. 

Buku MENGAWAL TIGA GUBERNUR: CATATAN HUMAS SULSEL menggambarkan tentang hal-hal yang tidak diketahui oleh khalayak mengenai karakter kepemimpinan tiga gubernur, juga mengenai peran Bagian Humas dalam mendampingi pimpinan dalam menjalankan tugas-tugas kehumasan seperti mencitrakan pemerintah dan pimpinan, stategi agar informasi sampai dengan cepat dan tepat sasaran, hingga upaya melawan hoaks. Selain itu juga terungkap peranan Humas dalam memfasilitasi kebutuhan media dari nara sumber yang berkompeten dan sebagai jembatan yang menghubungkan antara pemerintah dengan pers, serta pemerintah dengan masyarakat umum. 

Berikut catatan Humas Sulsel mengawal tiga gubenur serta Program dan Prestasi Humas Sulse dari Tahun 2017-2019:

The Energizer Syahrul Yasin Limpo

  • Sang Penjaga Silaturrahmi
  • Balaka'
  • Tak Ada Meja Punggungpun Jadi
  • Maaf Jika Ada Yang Kecewa
  • Warning Untuk PLN
  • Penggemar Freestyle
  • Pemimpin Adalah Dirijen
  • Rakyat Tak Boleh Lapar
  • Sidang MPR Berubah Jadi Panggung Sulsel
  • Prestasi Gemilang
  • Off The Record
  • Pemberi Solusi
  • Kenikmatan di Kaki Lima
  • Peradaban Baru
  • Tak Kapok Mendarat Darurat
  • Strategi Urai Kemacetan
  • Belanja ke Pasar Butung
  • Idealisme Warung Kopi
  • Terimakasih Untuk 10 Tahun Ini
The Mediator Soni Sumarsono
  • Pelukan Hangat SYL-Soni
  • Diplomasi Ala Soni
  • Tongkat Estafet Gubernur
  • Mengawal Pilkada Sulsel
  • Lawan Monster Hoaks
  • Saksi Peradaban Baru Indonesia
  • KM Lestari Maju Kandas
  • Misteri Hilangnya Obor Asia Games
  • Tawa dan Busur Panah
  • Sumarsono Jembatan SYL ke NA
The Professor Nurdin Abdullah
  • Selamat Datang Prof Andalan
  • Nongkrong Asyik di Humas Corner
  • Perhumas, Sutopo dan Mitigasi Bencana
  • Kepala Biro Humas Terbaik
  • NA Tokoh Inovasi Pembangunan Indonesia
  • Didadak Moderator
  • Tenang Stok Beras Aman
  • Coffee Morning Menjawab Polemik TP2D
  • Karpet Merah untuk investor
  • Biro Humas Jadi Contoh
  • Gubernur Ehime Pencinta Badminton
  • Bentuk Media Crisis Center
  • Logo Humas Milenial Banget
  • Kontribusi Untuk Komunikasi Unhas
  • Gubernur Tokoh Trend Setter
  • Ajang Kreativitas Insan Humas
  • Romantisme Beautiful Malino
  • Memimpim Pemakaman Sahabat
  • Tenang Penyusug di 17 Agustus
  • Catatan Satu Tahun Prof Andalan
Program Humas Sulsel
  • Majalah Kareba
  • 'Forum Humas Sulse
  • Humas Reaksi Cepat
  • Humas Expo
  • Humas Coffee Morning
  • Humas Corner
  • Digitalisasi Publikasi Kehumasan Biro Humas Sulsel
  • Crisis Media Centre
Prestasi Humas Pemprov Sulsel
  • Pemerintah Provinsi Terpopuler di Media (2017)
  • Best Communicator 2017 dari PR Indonesia
  • Pemenang Utama Kategori Media Relation 2017
  • Provinsi Terpopuler di Media Versi PRIA 2017
  • Kepala Biro Humas Terbaik INSAN Publik Relation (PR) 2018
  • 50 Public Relations Pilihan PR Indonesia 2019
  • Industry Marketing Championship Makassar 2019 pada Sektor Goverment
  • Anuhgerah Humas Indonesia Ketegori Terpopuler di Media Online Sub Kategori Pemerintah Provinsi (2019.
Serta Humas Sulsel di mata Tubagus Irfan Farhan (Vice Presiden Sales & Service NAM AIR); Eko Wahyu Prasongko (Manager PLN UIW Sulselbar); Asmono Wikan (Founder & CEO PR INDONESIA); Andi Suruji (Pimpinan Umum Tribun-Timur); Anggiat Sinaga (Ketua PHRI Sulse dan CEO Phinise Hospitality Indonesia); Buku ini merupakan salah satu koleksi layanan perpustakaan umum yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar. 


MENGAWAL TIGA GUBERNUR: CATATAN HUMAS SULSEL 
Penulis: Mudrikan Hidayat Nacong
Editor: Dewi Yuliani
Penerbit: Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2019

December 17, 2020

Professor Nurdin Abdullah, Satu Dasawarsa Memimpin Bantaeng


Judul : Professor Nurdin Abdullah Satu Dasawarsa Memimpin Bantaeng

Penulis : Fenti Effendi

Penerbit : Idekini Berkah Abadi

Kota tempat Terbit : -

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman : xviii + 208

Ukuran : 15 x 23 cm

ISBN : 978-602-50345-1-0

Professor Nurdin Abdullah adalah seorang akademisi yang kemudian menjadi kepala daerah dan memimpin kabupaten Bantaeng di Provinsi Sulawesi Selatan selama dua periode. Selanjutnya beliau terpilih menjadi Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2019 lalu. Pertanian adalah bidang yang digeluti oleh Professor Nurdin Abdullah. Pendidikan S1-nya diselesaikan di Universitas Hasanuddin Makassar pada Fakultas Pertanian, kemudian beliau melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana (S2 dan S3) di negeri matahari terbit, Jepang. Beliau menjadi Bupati Bantaeng dari tahun 2008 – 2013, 2013 – 2018. Pada pemilihan gubernur Sulawesi Selatan pada tahun 2019, beliau bersama Andi Sudirman Sulaeman berhasil mendapatkan suara terbanyak dan menjadi Gubernur Sulawesi Selatan.

Buku ini salah satu memoir perjalan hidup dan karir Professor Nurdin Abdullah. Terdiri dari 7 bab, diawali dengan Kata Pengantar dengan judul ‘Memimpin Adalah Kerja Ilmiah’, Parade Foto Hari Jadi ke-763 Bantaeng, dan Professor Nurdin Abdullah memimpin Bantaeng.

Pada bab pertama Butta Toa Punya Cerita. Bab ini mengisahkan tentang bagaimana Nurdin Abdullah memimpin Butta Toa, sebutan khusus untuk kabupaten Bantaeng. Kesaksian para warganya dan letak demografis Bantaeng, serta asal usul dan sejarah kabupaten Bantaeng. Suka duka memimpin Bantaeng yang awalnya merupakan daerah tertinggal di Sulawesi Selatan, prestasi beliau dan serta tanggapan BJ Habibie (mantan presiden RI) dan tokoh lainnya juga diuraikan dalam bab ini. Foto dokumentasi beliau bersama Presiden RI Joko Widodo menutup bab pertama ini.

“Menata Dari Hulu” adalah judul bab kedua buku ini. Penjelasan tentang bagaimana seringnya terjadia banjir di Bantaeng dan kadang menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda, dan bupati Nurdin Abdullah mewujudkan pembangunan cedam senilai 14 milyar di Balang Sikuyu, program penghijauan di tiga kecamatan, program hutan desa adalah program kerja beliau selama memimpin Bantaeng,  sebagai upaya pencegahan bajir. Selain upaya pencegahan banjir, juga dibahas tentang penertiban hewan ternak warga yang kadang kadang berkeliaran di dalam kota terutama pasar. Dibuatkan pula aturan aturan untuk penertiban bahu jalan, dan juga program ‘Jumat Bersih’. Pada bagian lain bab ini, ada tentang penertiban dan peremajaan Pasar tradisional Lambocca. Upaya Nurdin Abdullah dalam menyiapkan dan ambulans bagi warganya juga dibahas pada bab ini.

Bab ketiga ‘Menguatkan Desa’ diawali dengan persoalan pelik, yaitu mengubah perilaku masyarakat. Problem utama di Bantaeng adalah kemiskinan dan minimnya pengetahuan tentang pertanian, juga infra struktur yang parah, fasilitas jalan buruk dan rendahnya produktifitas sawah dan ladang. Bab ketiga ini juga dibahas tentang, taman bunga dan bibit loka serta kemandirian desa. Upaya pencarian mata air untuk keperluan warga juga diuraikan disini.

“Belajar dari Bantaeng” adalah judul pembahasan pada bab keempat. Bagian ini pembahasan utamanya adalah bagaimana kesibukan bupati Nurdin Abdullah, bagaimana beliau mengatur waktu dikantor dan diluar kantor, berkordinasi dan bekerja sama dengan para birokrat lainnya di Bantaeng serta pengaturan jam jam kerja di Bantaeng. Juga dibahas tentang bagaiman Nurdin Abdullah menghapus tunjangan kinerja yang tentu saja tidak semua ASN bisa terima.

Selanjutnya dibahas tentang Siasat Masa Depan yang menguraikan tentang investasi, penyiapan masyarakat industri, dunia maritim di Bantaeng dan opsi terbaik untuk kesehatan. The Professow Way adalah judul bab keenam dengan sub bagian ‘teladan itu pangkal’. Pada bagian ini, juga dibahas tentang penganugerahan Bung Hatta Anti Corruption Award kepada Nurdin Abdullah, yang diserahkan lansung oleh putri Bung Hatta, Meutia Hatta Swasono. ‘Belum sempurna namun langkah-langkah yang dilakukan sudah mengarah ke sana dan kami ingin mengapresiasinya ditengah sulitnya mencari teladan dari pejabat publik’, demikian kata Zainal Arifin, juru bicara Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA).

Pada bagian akir buku ini ada kutipan tentang Nurdin Abdullah. “Nurdin Abdullah telah mengubah paradigma berkarat yang mengambat Bantaeng berlari cepat: dari ‘bagaimana menghabiskan’ menjadi ‘bagaimana menghasilkan’, dari ‘bagaimana mengambil’ menjadi ‘bagaimana memberi’. Ia membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah alasan pembangunan jalan ditempat.

Buku ini sangat menarik. Pembaca dapat mengambil banyak hikmah dari kepemimpinan Nurdin Abdullah. Selain itu juga banyak dokumentasi foto kegiatan beliau menghiasi buku ini.

Koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulawesi Selatan.