Showing posts with label I Datu Museng. Show all posts
Showing posts with label I Datu Museng. Show all posts

April 5, 2021

SASTRA SINRILIK MAKASSAR

Sinrilik adalah cerita yang tersusun dalam bentuk sastra yang diceritakan, mungkin dapat disebut nyanyian, oleh seorang ahlinya serta lazimnya diiringi alat musik, seperti kesok--kesok atau rebab. Sinrilik termasuk di antara bentuk-beentuk sastra yang digemari oleh penduduk yang berbahasa Makassar di Sulawesi Selatan. Sinrilik yang dapat dikumpulkan di Sulawesi Selatan berjumlah 15 judul, yaitu:

  1. Datumuseng
  2. Kappalak Tallung Batua
  3. I Makdik
  4. I Manakkuk
  5. Bosi Timorong
  6. Sitti Cina ri Bantaeng
  7. I Tolok Dg. Magassing
  8. Karaenna Bosia
  9. Karaeng Bosia
  10. Sitti Bunga Malige
  11. Sitti Laela
  12. Chodjah Maemuna
  13. 11 Desember
  14.  Pamileang Umunga
  15. Perjuangan Kamardekaang

Buku SASTRA SINRILIK MAKASSAR membahas tentang tema dan amanat; alur cerita serta penokohan dan latar sinrilik Makassar: Sinrilik "I Datu Museng", Sinrilik "I Makdik Daeng Rimakka", Sinrilik "I Manakkuk" dan Sinrilik "Kappalak Tallung Batua".

  • Sinrilik "I Datu Museng"
Tema sinrilik "I Datu Museng" termasuk dalam kategori manusia dan tanggung jawab, isi amanatnya bahwa setiap manusia memikul tanggungjawab yang besar dipundak masing-masing. Kesadaran akan adanya tanggungjawab memungkinkan suatu tugas dapat dikerjakan, baik oleh pengemban pengamanat, maupun oleh yang mempertaruhkannya, tanggungjawab itu bukan pasrah.
  • Sinrilik "I Makdik Daeng Rimakka"
Tema sinrilik "I Makdik Daeng Rimakka" termasuk dalam kategori manusia dan kehormatan, isi amanatnya bahwa pada hakikatnya manusia mempunyai rasa kehormatan, dan ia akan marah kalau rasa kehormatan dirinya tersinggung. Kehormatan dapat bersifat perseorangan dan dapat pula berupa kehormatan kelompok dan mempunyai dasar yang berbeda antara ujung yang satu dan ujung lain.
  • Sinrilik "I Manakkuk"
Sinrilik "I Manakkuk" bertema manusia dan cinta kasih, isi amanatnya bahwa dalam kehidupan manusia cinta kasi merupakan hal yang mendasar. Dalam perwujudan cinta dapat tertuju kepada Allah Yang Maha Pencipta, dan kepada setiap hasil ciptaan-Nya, baik manusia maupun alam dan segala isinya. Cinta kepada manusia dapat tertuju kepada diri sendiri. Cinta menurut keberanian, ketabahan, disiplin dan pengorbanan.
  •  Sinrilik "Kappalak Tallung Batua".

Sinrilik "Kappalak Tallung Batua" bertema kekuasaan dan kehormatan, isi amanatnya bahwa bagaimana sikap seorang (raja) agar tetap megang tampuk kekuasaan dan kehormatan. Tokoh sinrilik ini menggambarkan seorang raja yang selalu diliputi rasa kewaspadaan untuk memelihara kebesaran dan kekuasaannya. Kadang-kadang, bahkan harus mengorbankan apa saja demi cita-citanya.

Para pasinrilik menuturkan fungsi sinrilik sebagai hiburan dan alat untuk mendidik atau memberi nasehat, masih tetap ada. Fungsi sebagai alat untuk membangkitkan semangat bertempur dan rela berkorban tidak ada lagi. Buku ini merupakan salah satu Koleksi Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7-Makassar.


SASTRA SINRILIK MAKASSAR
Penulis: P. Parawansa, Sugira Wahid, Djirong Basang, Abd. Rajab Johari
Penerbit: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 1992
ISBN: 979 459 187 4