Sinrilik adalah cerita yang tersusun dalam bentuk sastra yang diceritakan, mungkin dapat disebut nyanyian, oleh seorang ahlinya serta lazimnya diiringi alat musik, seperti kesok--kesok atau rebab. Sinrilik termasuk di antara bentuk-beentuk sastra yang digemari oleh penduduk yang berbahasa Makassar di Sulawesi Selatan. Sinrilik yang dapat dikumpulkan di Sulawesi Selatan berjumlah 15 judul, yaitu:
- Datumuseng
- Kappalak Tallung Batua
- I Makdik
- I Manakkuk
- Bosi Timorong
- Sitti Cina ri Bantaeng
- I Tolok Dg. Magassing
- Karaenna Bosia
- Karaeng Bosia
- Sitti Bunga Malige
- Sitti Laela
- Chodjah Maemuna
- 11 Desember
- Pamileang Umunga
- Perjuangan Kamardekaang
Buku SASTRA SINRILIK MAKASSAR membahas tentang tema dan amanat; alur cerita serta penokohan dan latar sinrilik Makassar: Sinrilik "I Datu Museng", Sinrilik "I Makdik Daeng Rimakka", Sinrilik "I Manakkuk" dan Sinrilik "Kappalak Tallung Batua".
- Sinrilik "I Datu Museng"
- Sinrilik "I Makdik Daeng Rimakka"
- Sinrilik "I Manakkuk"
- Sinrilik "Kappalak Tallung Batua".
Sinrilik "Kappalak Tallung Batua" bertema kekuasaan dan kehormatan, isi amanatnya bahwa bagaimana sikap seorang (raja) agar tetap megang tampuk kekuasaan dan kehormatan. Tokoh sinrilik ini menggambarkan seorang raja yang selalu diliputi rasa kewaspadaan untuk memelihara kebesaran dan kekuasaannya. Kadang-kadang, bahkan harus mengorbankan apa saja demi cita-citanya.
Para pasinrilik menuturkan fungsi sinrilik sebagai hiburan dan alat untuk mendidik atau memberi nasehat, masih tetap ada. Fungsi sebagai alat untuk membangkitkan semangat bertempur dan rela berkorban tidak ada lagi. Buku ini merupakan salah satu Koleksi Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7-Makassar.
Penulis: P. Parawansa, Sugira Wahid, Djirong Basang, Abd. Rajab Johari
Penerbit: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 1992
ISBN: 979 459 187 4

No comments:
Post a Comment