Showing posts with label Andi Mattalatta. Show all posts
Showing posts with label Andi Mattalatta. Show all posts

April 20, 2025

H. Andi Mattalatta, Atlet Serba Bisa dan Pejuang Sejati

 



Judul:                         Mayjen TNI (Purn) H. Andi Mattalatta, Dari Atlet Serba Bisa Hingga Pejuang Sejati.

Penulis:                      Mirdan Midding To’ Supu

Editor:                       M.Nursam & Dr. Abraham Rasak, M.S.

Penerbit:                    Bio Pustaka Jogjakarta

Tahun Terbit:              2005

Jumlah Halaman:        xxxi + 210

ISBN:                        9799796336

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku biografi H. Andi Mattalatta ini merupakan adaptasi dari thesis penulis saat menempuh pendidikan Strata 2 (S2) Magister Pendidikan pada Universitas Negeri Makassar. Penulis memilih topik pembahasan kehidupan Mayjen TNI (Purn) H. Andi Mattalatta karena latar belakang beliau sebagai seorang Atlet serba bisa, Pelatih Olahraga dan Pejuang kemerdekaan Indonesia dari Sulawesi Selatan.

Andi Mattalatta lahir pada 1 September 1920 di kampung JampuE, Kabupaten Barru, sekitar 100 km sebelah timur Makassar. Mulai tahun 1930an ketika berumur belasan tahun, Andi Mattalatta sudah banyak menjuarai perlombaan olahraga di Makassar. Selain juara pada cabang olahraga Atletik, beliau juga juara renang, loncat indah, sepatu roda, senam, tinju, karate, bina raga dan lain lain.

Karena buku ini adalah adaptasi thesis Magister Pendidikan, maka bagian awal banyak membahas teori, metode, pendekatan dan sumber sumber penulisan. Misalnya, bagaimana seorang Andi Mattalatta bisa menjadi juara diberbagai cabang olahraga, diuraikan berbagai teori dan metodenya, bagaimana lingkungan tempat tinggalnya, keluarganya, orang orang dekatnya dan lain lain.

Pada bagian lain diuraikan tentang pengertian dan analisis  tentang atlet tangguh, pengertian dan analisis tentang pelatih handal, pembina olahraga dan pelopor olahraga nasional.

Pada bagian ketiga baru dibahas tentang kehidupan pribadi Andi Mattalatta, mulai sejak lahir, masa kecilnya yang penuh keprihatinan, saat merantau ke Makassar dan tinggal di keluarga Belanda yaitu Mevrouw Roukenz yang juga keluarga pencinta olahraga. Selanjutnya kehidupan Andi Mattalatta di Pulau Jawa, yaitu ke Surabaya dan kemudian ke Yogyakarta. Dibahas pula pada bagian ini, kehidupan militer Andi Mattalatta, termasuk saat berinteraksi dengan Letkol TNI Inf. Qahhar Mudzakkar. Usaha dan perjuangan Andi Mattalatta pula sehingga penyelenggaraan Pekan Olah raga Nasional IV dilaksanakan di Makassar pada tahun 1957.

Andi Mattalatta disebut sebagai Aktor Olahraga, karena ketangguhannya pada beberapa cabang olah raga. Penulis kembali membahas disini faktor penyebab sehingga Andi Mattalatta bisa menjadi the allround athlete atau atlet serba bisa. Dikatakan bahwa yang menjadi pengaruh utama adalah latar belakang kedua orangtuanya yang seorang raja (datu), kemudian pengaruh lingkungan kerajaan, kondisi kejiwaannya setelah sang ayah wafat, pengalaman di perantauan, perlakuan buruk dari teman teman sekolahnya yang orang Belanda dan berbagai kondisi lainnya.

Bagian akhir mengulas berbagai kepeloporan Andi Mattalatta terutama pada cabang olahraga perairan seperti Ski Air, Power Boating, dan Kite Skiing. Termasuk juga kepeloporan beliau dalam pembangunan sarana olah raga di Makassar seperti Stadion Mattoanging, Stadion Renang Mattoanging, Stadion Pacuan Kuda Parangtambung, lapangan Sepak Bola PSM yang sekarang menjadi lokasi TVRI, Lapangan Lawn Tenis Rajawali, Lapangan Voli dan Basket Karebosi dan lapangan Tembak Panaikang. Termasuk juga diulas tentang Yayasan Olah raga Sulawesi Selatan atau YOSS.

Dokumentasi foto pribadi Andi Mattalatta dan dokumen Sertifikat dan tanda Penghargaan yang pernah diterima juga menghiasi buku ini.

Buku ini sangat menarik dan cukup lengkap mengulas kehidupan Andi Mattalatta, terutama kehidupannya sebagai Atlet dan pelatih. Penulisannya sangat mendalam karena merupakan sebuah karya ilmiah.

Namun demikian bahasa yang digunakan cenderung terlalu akademis sehingga pembaca mungkin merasa agak kaku dan kurang mengalir dalam pembahasan. Topiknya juga terlalu teknis karena diadaptasi dari tesis, dan juga terlalu banyak kutipan dari para ahli sehingga bisa mengganggu kenyamanan pembaca.

Buku ini koleksi Referensi, Layanan Umum Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.  





May 17, 2022

MAYJEN TNI (Purn) H. ANDI MATTALATTA: Dari Atlet Serba Bisa Hingga Pejuang Sejati Sport Biography

Sang fenomenal Andi Mattalatta Arung maddara takku-Arung matase (anak bangsawan Bugis) telah mampu menembus tirani kolonialisme dengan berbagai julukan, The Allround Athlete, Circus Man, Si Cebong dari Makassar sebagai bentuk pengakuan bangsa Belanda terhadap sport ability and skill Mattalatta, profesi Undo Sensei-Sempai beladiri pada era Imperial Dai Nippon Teikoku yang kemudian hari mengantarkannya menjadi sosok intelektual dan patriot muda kaum Pergerakan Nasional serta tokoh pejuang/militer pada Perang Kemerdekaan yang menjadi titik picu akselerasi ambisinya mengangkat harkat dan martabat bangsanya di atas tempat yang layak. 

Prestasi beliaudirintis sejak tahun 1930-an dengan menjuarai beberapa cabang olahraga yang secara fisiologi/anatomi mustahil dapat dilakukan karena kontradiktif kerja muscular. Talenta yang luar biasa terimbas pula pada profesi sebagai swimming trainer, loncat indah, sepatu roda, gymnastic, boxing, karate, body building, serta ski air-yang terakhir ini Mattalatta dinobatkan sebagai “Bapak Ski Air Indonesia" atas jasa-jasanya mengembangkan cabang olahraga ini di Asia sehingga mendapat pengakuan dari Presiden World Water Ski Federation.

Panglima Besar Jenderal Soedirman memberikan mandat kepada Mayor (Pangkat Pertama) Andi Mattalatta merintis dan mendirikan TNI di Sulawesi Selatan, penunjukannya itu sebagai bentuk kompensasi atas jasa-jasanya membawa hasil konferensi perjuangan kemerdekaan 1 Desember 1945 ke Jogjakarta, pengabdiannya terhadap dunia olahraga serta dunia pendidikan selama ekspedisi pasukan Resimen Hasanuddin sejak tahun 1946 dari Pulau Jawa.

Keterampilan pada bidang olahraga bersinergis pada kemampuan tempurnya sehingga sederet operasi militer berakhir gemilang seperti; serangan ke Kaliurang, penumpasan pemberontakan Kapt. Andi Asis, penumpasan RMS, penumpasan Kelompok Pengacau Usman Balo, Penumpasan DI/TII Qahhar Mudzakkar, Kelompok Nurdin Piso serta Kolomdam. Prestasi operasi militer yang dipimpinnya dengan pendekatan Uitholling Systems (pencerahan atau penyadaran dengan pendekatan olahraga dan pendidikan) memberi corak tersendiri dalam meniti karier militernya.

Buku MAYJEN TNI (Purn) H. ANDI MATTALATTA: Dari Atlet Serba Bisa Hingga Pejuang Sejati Sport Biography menyajikan fakta kehidupan Andi Matalatta, yang namanya dikenal di dunia militer dan olah raga. Di dunia olahraga, nama Andi Mattalatta dikenal tidak hanya karena perannya sebagai atlet tangguh, tetapi juga sebagai pelatih handal dan pelopor sekaligus pembina olah raga. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


MAYJEN TNI (Purn) H. ANDI MATTALATTA: 
Dari Atlet Serba Bisa Hingga Pejuang Sejati Sport Biography
Penulis: Mirdan Midding To'Supu
Penerbit: Bio Pustaka
Tahun Terbit: 2005
ISBN: 979-9763-3-6


April 14, 2020

Meniti Siri' dan Harga Diri, Catatan dan Kenangan


Buku : Meniti Siri’ dan Harga Diri, Catatan dan Kenangan
Penulis : Andi Mattalatta
Penerbit : Khasanah Manusia Nusantara, Jakarta 2014
Jumlah Halaman : xii + 644
ISBN : 978-979-97305-0-3

“Sejarah tak pernah dusta, sejarah selalu arif, sejarah selalu menghardik setiap pelakunya, sejarah adalah hitam putih.” (Andi Mattalatta)

Buku otobiografi Mayor Jenderal Purnawiraan H. Andi Mattalatta, merupakan catatan kenangan perjalanan hidup Andi Mattalatta yang merupakan tokoh perjuang kemerdekaan dari Sulawesi Selatan, seorang bangsawan Bugis yang juga tokoh olahraga. Tokoh yang wafat tahun 2004 silam ini adalah orang Asia pertama yang mendapatkan Hall of Fame dari International Waterski and Wakeboard Federation (IWWF) sebagai Perintis Olahraga Ski Air.

Tak sekedar buku otobiografi, buku ini juga memuat banyak catatan sejarah perjuangan, sejarah militer, sejarah budaya Sulawesi Selatan, sejarah olahraga, kisah kisah kehidupan pada masa kolonial Belanda dan Jepang dan pengalaman unik lainnya dimasa lalu. Urutan Raja dan Ratu yang pernah berkuasa di kerajaan Bone, Gowa, Luwu dan Barru juga dibahas dalam buku ini. Tentang kebudayaan Bugis dan Makassar juga ada, misalnya ada dibahas warna warna baju bodo yang dikenakan perempuan Bugis dan Makassar harus sesuai dengan status perempuan tersebut. Begitu pula pemakaian Songkok Pamiring atau Songkok To Bone bagi kaum pria harus memenuhi persyaratan tertentu bagi yang memakainya. Suku atau Etnis dan sub etnis yang ada di Sulawes Selatan juga diuraikan disini dengan keunikan masing masing. Bahkan asal mula gelaran “Andi” bagi keturunan bangsawan juga dijelaskan dalam buku ini.

Yang menarik bagi saya adalah pada bagian dimana Herman (nama panggilan Andi Mattalatta) masih remaja dan aktif berolahraga. Beliau pernah mengalahkan remaja Belanda dibidang olahraga renang, atletik, sepatu roda dan lain lain. Hampir semua cabang olahraga dikuasainya, selain atletik dan renang, dimana beliau pemegang rekor pada masa itu,  juga aktif olahraga beladiri yaitu tinju, pencak silat, kun tao, body building dan Gymnastic (Senam).  Selain olahraga, kegemaran Herman lainnya adalah Fotografi. Hasil jepretannya dapat dinikmati dalam buku ini. Pada masanya, di Makassar, hanya dua yang memiliki kamera fototoestel yaitu Dr. Yap Ong Siang dan Andi Mattalatta sendiri. Kegemarannya menonton film film Hollywood pada masanya, juga menarik dibaca. Bagaimana beliau belajar menggunakan tali jerat (tali lasso) juga diperlajarinya dari film.

Membaca buku ini tidak perlu berurut dari awal sampai akhir, namun pembaca bisa pindah bagian ke bagian lain yang dirasa menarik. Karena buku ini adalah penggalan (fragmen) kisah kisah hidup dan pengalaman Andi Mattalatta mulai dari masa kecilnya sampai masa masa beliau aktif di militer dan politik. Buku ini sangat menarik, membacanya seakan akan membawa kita memasuki kehidupan dikota Makassar dan daerah lainnya di Indonesia  dimasa penjajahan Belanda dan Jepang dan juga masa pasca kemerdekaan.

Buku ini diawali dengan catatan dari Pemrakarsa, Hadi Basalamah, kemudian Sambutan keluarga: Andi Ilhamsyah Mattalatta, dan sambutan Andi Mattalatta sendiri sebagai Penulis. Buku ini hanya terbagi atas 2 (dua) bagian yaitu: Catatan dan Kenangan. Catatan berisi pengetahuan sejarah kerajaan dan budaya Sulawesi Selatan, dan Kenangan membahas kisah kisah hidup dan pengalaman Andi Mattalatta sepanjang sejarah perjalanan hidupnya yang penuh dinamika.

Adapun judul judul catatan dan kenangan dalam buku ini adalah:

Catatan :

-          Kita dan Sejarah
-          Orang Sulawesi Selatan
-          Kerajaan di Sulawesi Selatan
-          Raja-raja Kerajaan Luwu
-          Raja-raja Kerajaan Gowa
-          Raja- raja Kerajaan Bone
-          Raja-raja Kerajaan Barru
-          Raja-raja Agang Nionjo dan Kerajaan Tanete
-          Tokoh-tokoh yang mengagumkan
-          Strategi Arung Palakka
-          Inggris Menjajah Hindia Belanda
-          Susunan Keturunan Bugis –Makassar
-          Sebutan dan Derajat Kebangsawanan
-          Peningkatan Derajat Keturunan
-          Adat Berpakaian
-          Aturan Pemakaian Songkok Pamiring
-          Pendidikan di Sulawesi Selatan

Kenangan :

-          Barru, Kota Kelahiran Saya
-          Tinggal di Makassar
-          Keluarga Roukenz
-          Andi Abdurrahim
-          Harga Kehormatan Diri
-          Menjadi Pandu
-          Berguru Beladiri
-          Pemberontakan Sang Pelatih
-          Tinggal di Rumah Sendiri
-          Remie Voll
-          The Allround Athlete
-          Film, Sang Maha Guru
-          Menolak Jadi Raja
-          Jepang Datang
-          Mayat-mayat di Pelabuhan
-          Mr. Andi Zainal Abidin
-          Tokubetsu Booei Teisintai
-          Jepang Bertekuk Lutut
-          Pemuda Pejuang Nasional Indonesia
-          Ambon Moord
-          Membariskan Pasukan PPNI di Hadapan Dr. Ratulangi
-          Menculik Dr. Ratulangi
-          Membina Pasukan Di Pedalaman
-          Dislokasi PPNI
-          Konferensi Pare-Pare
-          Menggebrak Meja Bung Karno
-          Asrama Republik Indonesia
-          Meninjau Front Jawa Timur
-          Istri Andi Amirullah
-          Meninjau Front Jawa Barat
-          Dilantik Pak Dirman
-          Mulai Mengekspedisikan Pasukan
-          Andi Mo’mang
-          Resimen Hasanuddin
-          Pahlawan Malioboro
-          Menjemput Teman Seperjuangan
-          Pemuda Yogyakarta dan Laut
-          Paula dan Pendidikan Kader
-          Siap Kembali ke Sulawesi
-          Kala Sulawesi ditinggalkan
-          Sulawesi, Aku Datang!
-          Letkol Andi Sirifien Gugur
-          Konferensi Paccekke
-          Rapat Kerja Pertama
-          Umar Ambo Dadi
-          Surat dari Sukawati
-          Lahirnya Sebuah Legenda
-          Kembali ke KamiriE
-          RPP Westerling
-          Hari Berkabung Nasional
-          Passoso Vs Taktik Gerilya
-          Pagar Betis Di Balocci
-          Batu MabbuluE
-          Makassar Memanggil
-          Kembali ke Gellengnge
-          Menuju Makassar
-          Tertangkap Patroli Belanda
-          Penarik Becak dari Matasiri
-          Pemuda Pemuda Surabaya
-          Roosmini Amalia Van Doodenaarden Suryalegawa
-          Menghadap Panglima Besar
-          Pidato Kahar di Trimargo
-          Memimpin Resimen Hasanuddin
-          Pertempuran di Gombong
-          Menikahkan Andi Mo’mang
-          Pemberontakan Muso
-          Perang Kemerdekaan II
-          Kapten Janggo
-          Dipanggil Sri Sultan
-          Ibu Nasution
-          Menangkap Aburaera
-          Utusan Letkol Soeharto
-          Sri Sultan dan Aksi Gerilya
-          Mencegah Belanda Masuk Banaran
-          Serangan Umum 1 Maret
-          Di Depan Anak Buah
-          Serangan ke Kaliurang
-          Easy to Love
-          Ulah FDR Kamagi
-          Permintaan Para Orangtua
-          Reorganisasi dan Rasionalisasi
-          Mendarat di Pancana
-          Dipuji Soekarno
-          Membentuk Depot Batalion
-          Pemberontakan KNIL di Makassar
-          Membubarkan NIT
-          Menumpas RMS
-          Panggilan Untuk Menikah
-          Menumpas Pelarian CTN
-          Dikaruniai Anak Pertama
-          Operasi Halilintar
-          Merintis Ski Air
-          Bertugas di Makassar
-          Terbentukya POPSA
-          Ditengah Kemelut Politik
-          Seputar Permesta
-          Panglima Kodam Pertama
-          Keputusan Sri Sultan

Bagian akhir buku ini adalah “Daftar Bacaan” dan “Biodata”. Buku ini koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.