Showing posts with label ajaran tasawuf. Show all posts
Showing posts with label ajaran tasawuf. Show all posts

December 16, 2025

Jalaluddin Rumi, Ajaran dan Pengalaman Sufi

 


Judul:                           Jalaluddin Rumi, Ajaran dan Pengalaman Sufi                                   

Penulis:                        Reynold A Nicholson

Editor:                          Al-Haj  Sutardji Calzoum Bachri

Penerbit:                     Pustaka Firdaus Jakarta                     

Tahun Terbit:             2002

Jumlah Halaman:    vii + 176

ISBN:                            9795410350

Penulis Resensi:       Suharman, S.S., MIM.

Buku "Jalaluddin Rumi, Ajaran dan Pengalaman Sufi" karya Reynold A. Nicholson merupakan karya monumental yang mengupas secara mendalam kehidupan, ajaran, serta pengalaman spiritual dari salah satu sufi terbesar dalam sejarah, Jalaluddin Rumi. Nicholson, seorang orientalis dan sarjana besar dalam kajian sufisme, berhasil menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menggambarkan sosok Rumi sebagai penyair, tetapi juga sebagai guru spiritual yang ajaran-ajarannya masih relevan hingga kini. Buku ini menjadi jembatan penting bagi pembaca Barat maupun Timur yang ingin memahami dimensi spiritual dan filosofis dalam karya-karya Rumi.

Dalam buku ini, Nicholson memulai dengan menguraikan latar belakang sejarah dan sosial di mana Rumi hidup. Ia menempatkan Rumi dalam konteks kekaisaran Khwarezm dan kemudian Kekhalifahan Seljuk, serta bagaimana perjalanan hidup dan pertemuannya dengan Shams Tabrizi menjadi titik balik yang menentukan dalam transformasi spiritual Rumi. Penjelasan ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana pengalaman pribadi Rumi membentuk ajaran sufinya yang sarat dengan filosofi cinta, pengabdian, dan penyatuan dengan Tuhan.

Nicholson tidak hanya membahas biografi, tetapi juga mengupas ajaran-ajaran utama yang diajarkan oleh Rumi. Buku ini menelusuri konsep-konsep seperti “ma’rifat” (pengetahuan spiritual), “tawhid” (kesatuan dengan Tuhan), serta peranan cinta sebagai jalan mencapai pencerahan. Melalui analisis teks-teks Rumi, terutama karya terkenalnya Masnavi, Nicholson menunjukkan bagaimana Rumi mengajarkan pengalaman mistik yang bersifat langsung dan transformatif, bukan sekadar dogma atau teori belaka. Pendekatan ini membuat ajaran Rumi terasa hidup dan mampu menyentuh pembaca dari berbagai latar belakang.

Selain itu, buku ini juga membahas pengalaman pribadi Rumi yang mendalam sebagai seorang sufi. Nicholson menggambarkan bagaimana pengalaman mistik Rumi, terutama dalam hubungannya dengan Shams Tabrizi, melampaui batas-batas dunia material dan membawa Rumi ke dalam kondisi kesadaran spiritual yang tinggi. Pengalaman-pengalaman ini kemudian dituangkan oleh Rumi ke dalam puisinya yang penuh metafora dan simbolisme, yang menjadi sarana untuk mengajarkan kebenaran spiritual kepada para muridnya dan umat manusia secara umum.

Salah satu keunggulan buku ini adalah kemampuan Nicholson dalam menghadirkan terjemahan dan interpretasi teks-teks asli Rumi dengan cara yang akurat namun tetap mudah dipahami. Ia tidak hanya menerjemahkan kata demi kata, tetapi juga berusaha menangkap makna terdalam yang terkandung dalam bahasa metaforis Rumi. Hal ini sangat membantu pembaca yang mungkin belum familiar dengan konteks budaya dan bahasa Persia klasik, sehingga mereka dapat lebih menggali kekayaan ajaran sufisme yang terkandung dalam karya Rumi.

Karena Nicholson adalah seorang orientalis dan akademisi, gaya penulisan buku ini cenderung formal dan penuh terminologi klasik yang kadang sulit dipahami oleh pembaca awam atau mereka yang baru pertama kali mengenal sufisme. Penjelasan yang mendalam dan detail historis terkadang membuat buku terasa berat dan kurang mengalir secara naratif.

Secara keseluruhan, "Jalaluddin Rumi, Ajaran dan Pengalaman Sufi" oleh Reynold A. Nicholson adalah karya penting yang tidak hanya memperkenalkan Rumi sebagai penyair besar, tetapi juga sebagai seorang guru spiritual yang ajarannya tetap hidup dan relevan. Buku ini cocok bagi siapa saja yang ingin mendalami sufisme, sekaligus memahami bagaimana pengalaman spiritual dapat mengubah pandangan hidup seseorang. Melalui analisis mendalam dan penjelasan yang sistematis, Nicholson berhasil menghidupkan kembali spirit Rumi yang mengajarkan cinta universal dan kesatuan dengan Tuhan.


Buku koleksi Layanan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. 



August 20, 2021

KONSEPSI AJARAN TASAWUF SYEKH YUSUF AL-MAKASSARY

Syekh Yusuf Al-Makassary, seorang tokoh spiritual kebanggaan Sulawesi Selatan dan Indonesia. Kekhasan konsep tasawuf Syekh Yusuf yang mampu diterima oleh masyarakat awam telah melahirkan banyak pengikut di berbagai belahan dunia. Hal tersebut menunjukkan jalan menuju Tuhan melalui pembersihan hati memiliki dimensi halus yang harus menyentuh hati manusia, sehingga mereka menerimanya. Berikut beberapa ibadah harian yang dianjurkan Syekh Hajj Yusuf Taj al-Munjalawi al-Makassary q.s. termaktub dalam risalahnya yang berjudul "Wasiat al-Munjiyat al-Madarat an Hijaiba" sebagai berikut:

Inilah wasiat-wasiat kami untukmu, yaitu: mereka harus percaya kepada apa yang ada di dalam ayat Laisa ka mitslihi shaiun (Dia zat Allah, tiada serupa-rupa dengan sesuatupun), karena semua ayat kembali kepada ayat tersebut. Jangan bergeser dari keyakinan ini.

Harus pula meyakini apa yang termaktub pada Surat Ikhlas, yang di dalamnya terdapat semua kepercayaan mengenai Allah Taala. "Dia zat Allah tak serupa dengan sesuatupun".

Wajib atas engkau menegakkan shalat lima waktu, tak boleh meninggalkannya.

Wajib pula atasmu, memperbanyak zikir Laa ilaaha illallaah dengan jumlah yang tak terhitung banyaknya, karena zikir itu paling mulia, berdasarkan sabda Nabi: "Zikir termulia ialah zikir Laa ilaaha illallaah. Sabdanya pula: "Yang diucapkan olehku dan nabi-nabi sebelumku, ialah lafal: Laa ilaaha illallaah.

Wajib pula engkau mengucapkan lafal zikir Alah, Allah, Allah beserta Huwa, Huwa, Huwa secara bersamaan 10.000 kali tiap hari dan malam, jangan kurang dari itu. Ini jika engkau termasuk mutajarrabin, bukan ahli kasab.

Pada hakekatnya 10.000 ini sedikit. Jika mereka termasuk ahli iktisab, maka separuhnya, sepertiga atau seperempat, tetapi jangan kurang dari itu. Jikalau tak begitu, mereka hanya pura-pura mencari jalan kepada Allah. Dengan kepura-puraan, ia tak akan sampai, ia rendah jiwanya. Jiwa yang rendah tak akan membawa kebaikan samasekali.

Wajib pula bershalawat kepada Nabi s.a.w, tiap-tiap hari dan malam 1.000 kali, tak kurang dari itu. Juga mengucapkan: Subhana Allah wal hamdu lillah wa laa ilaha illallah wa Allah akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billah al aliyul adzim 1.000 kali tiap hari dan malam.

Buku KONSEPSI AJARAN TASAWUF SYAKH AL-MAKASSARY berisi pokok-pokok ajaran tasawuf Syekh yang masih terpelihara dan diamalkan oleh mereka yang masih terpelihara dan diamalkan oleh mereka yang masih meyakini ajaran tasawuf Syekh, juga dari beberapa risalah utama karya Syekh yang masih dapat terpelihara keutuhannya. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'Salapang-Makassar.


KONSEPSI AJARAN TASAWUF SYAKH AL-MAKASSARY 
(Dinukil dari Karya-karya Utama Syekh)
Penulis: Hajj Jamaluddin Aziz Paramma Dg. Jaga
Penerbit: Orbit Publishing
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2011
ISBN; 978-602-99404-1-1