Judul: Jalaluddin Rumi,
Ajaran dan Pengalaman Sufi
Penulis: Reynold A Nicholson
Editor: Al-Haj Sutardji Calzoum Bachri
Penerbit: Pustaka Firdaus Jakarta
Tahun
Terbit: 2002
Jumlah
Halaman: vii + 176
ISBN: 9795410350
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Buku "Jalaluddin
Rumi, Ajaran dan Pengalaman Sufi" karya Reynold A. Nicholson
merupakan karya monumental yang mengupas secara mendalam kehidupan, ajaran,
serta pengalaman spiritual dari salah satu sufi terbesar dalam sejarah,
Jalaluddin Rumi. Nicholson, seorang orientalis dan sarjana besar dalam kajian
sufisme, berhasil menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menggambarkan
sosok Rumi sebagai penyair, tetapi juga sebagai guru spiritual yang
ajaran-ajarannya masih relevan hingga kini. Buku ini menjadi jembatan penting
bagi pembaca Barat maupun Timur yang ingin memahami dimensi spiritual dan
filosofis dalam karya-karya Rumi.
Dalam buku ini,
Nicholson memulai dengan menguraikan latar belakang sejarah dan sosial di mana
Rumi hidup. Ia menempatkan Rumi dalam konteks kekaisaran Khwarezm dan kemudian
Kekhalifahan Seljuk, serta bagaimana perjalanan hidup dan pertemuannya dengan
Shams Tabrizi menjadi titik balik yang menentukan dalam transformasi spiritual
Rumi. Penjelasan ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana
pengalaman pribadi Rumi membentuk ajaran sufinya yang sarat dengan filosofi
cinta, pengabdian, dan penyatuan dengan Tuhan.
Nicholson tidak hanya
membahas biografi, tetapi juga mengupas ajaran-ajaran utama yang diajarkan oleh
Rumi. Buku ini menelusuri konsep-konsep seperti “ma’rifat” (pengetahuan
spiritual), “tawhid” (kesatuan dengan Tuhan), serta peranan cinta sebagai jalan
mencapai pencerahan. Melalui analisis teks-teks Rumi, terutama karya
terkenalnya Masnavi, Nicholson menunjukkan bagaimana Rumi
mengajarkan pengalaman mistik yang bersifat langsung dan transformatif, bukan
sekadar dogma atau teori belaka. Pendekatan ini membuat ajaran Rumi terasa
hidup dan mampu menyentuh pembaca dari berbagai latar belakang.
Selain itu, buku ini
juga membahas pengalaman pribadi Rumi yang mendalam sebagai seorang sufi.
Nicholson menggambarkan bagaimana pengalaman mistik Rumi, terutama dalam
hubungannya dengan Shams Tabrizi, melampaui batas-batas dunia material dan
membawa Rumi ke dalam kondisi kesadaran spiritual yang tinggi.
Pengalaman-pengalaman ini kemudian dituangkan oleh Rumi ke dalam puisinya yang
penuh metafora dan simbolisme, yang menjadi sarana untuk mengajarkan kebenaran
spiritual kepada para muridnya dan umat manusia secara umum.
Salah satu keunggulan
buku ini adalah kemampuan Nicholson dalam menghadirkan terjemahan dan
interpretasi teks-teks asli Rumi dengan cara yang akurat namun tetap mudah
dipahami. Ia tidak hanya menerjemahkan kata demi kata, tetapi juga berusaha
menangkap makna terdalam yang terkandung dalam bahasa metaforis Rumi. Hal ini
sangat membantu pembaca yang mungkin belum familiar dengan konteks budaya dan
bahasa Persia klasik, sehingga mereka dapat lebih menggali kekayaan ajaran
sufisme yang terkandung dalam karya Rumi.
Karena Nicholson
adalah seorang orientalis dan akademisi, gaya penulisan buku ini cenderung
formal dan penuh terminologi klasik yang kadang sulit dipahami oleh pembaca
awam atau mereka yang baru pertama kali mengenal sufisme. Penjelasan yang
mendalam dan detail historis terkadang membuat buku terasa berat dan kurang
mengalir secara naratif.
Secara keseluruhan, "Jalaluddin Rumi, Ajaran dan Pengalaman Sufi" oleh Reynold A. Nicholson adalah karya penting yang tidak hanya memperkenalkan Rumi sebagai penyair besar, tetapi juga sebagai seorang guru spiritual yang ajarannya tetap hidup dan relevan. Buku ini cocok bagi siapa saja yang ingin mendalami sufisme, sekaligus memahami bagaimana pengalaman spiritual dapat mengubah pandangan hidup seseorang. Melalui analisis mendalam dan penjelasan yang sistematis, Nicholson berhasil menghidupkan kembali spirit Rumi yang mengajarkan cinta universal dan kesatuan dengan Tuhan.
Buku koleksi Layanan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.


No comments:
Post a Comment