Sawerigading salah tokoh hero karena membawa pesan moral sehingga dianggap perwakilan dan ditinggikan dari sejarah suatu peradaban, seperti masyarakat Bugis tokoh. Tokoh hero dalam epos I La Galigo seperti Sawerigading, We’Cudai, La Galigo, We’ Tenriabeng, We’ Opu Sengngeng, dll.
Kisah Sawerigading untuk menikahi adiknya We’ Tenriabeng, membuat Sawerigading harus keluar untuk mendapatkan perempuan lain dalam hal ini telah ditentukan bernama I we’ Cudai yang juga merupakan sepupunya yang merupakan keturunan dewa. I We’ Cudai bertempat di negeri Cina yang mana harus di tempuh dengan pelayaran yang jauh. Kisah perjalanan tersebut diwarnai dengan kisah heroik tokoh Sawerigading dengan memenangkan tujuh kali peperangan dalam pelayarannya belum lagi ketika sampai di negeri Cina. Sawerigading harus menaklukkan negeri tersebut untuk mendapatkan cinta I We’ Cudai.
Akhirnya, Sawerigading menikahi We Cudai. Dari perkawinannya, melahirkan anak pria bernama I La Galigo yang bergelar Datunna Kelling. Anak inilah, yang akhirnya menjadi penerus Kerajaan Luwu. Dan dari masa kejayaan I La Galigo, ia membuat karya sastra monumentar tentang silsilah keluarganya sendiri.
Buku PERKAWINAN SAWERIGADING DENGAN WE CUDAI menceritakan kisah peminangan, penyerahan mahar, acara pernikahan, perkawinan Sawerigading dengan We Cimpau, I We Cudai melakukan I La Galigo, usia I La Galigo genap tiga tahun, I La Galigo menerima payung kebesaran atas kekuasaan Cina, serta We Cudai hamil lagi.
Penyusun: Drs. Nonci, S. Pd
Penerbit: CV. Aksara
Tempat Terbit: Makassar
