Buku :
Mengenang Perjuangan Bersama Abdul Qahhar Mudzakkar dan J.W. Gerungan
Penulis: Jo’Kojongiang
Penerbit: La
Galigo Multimedia
Tempat Terbit:
Sungguminasa Gowa
Tahun: 2010
Jumlah
Halaman: vi + 114
Ukuran: 12,5
x 17,5 cm
ISBN:
978-602-98273-2-3
Satu lagi
buku perpustakaan tentang Kahar Muzakkar. Buku ini ditulis langsung oleh mantan
pengawal pribadi Abdul Qahhar Mudzakkar, nama lengkap dan resmi dari Kahar
Muzakkar. Bukan hanya mengawal Kahar Muzakkar namun juga terhadap beberapa
istri beliau. Buku ini tentu lain dari yang lain karena penulisnya terlibat dan berinteraksi langsung dengan Kahar
Muzakkar, baik dalam kehidupan sehari hari beliau maupun dalam urusan
pemerintahan dan kemiliteran saat memimpin pertempuran.
Selain Kahar
Muzakkar, buku ini juga membahas tentang J.W. Gerungan salah seorang pencetus
lahirnya Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) pada 2 Maret 1957. Nama J.W.
Gerungan sendiri tidak begitu dikenal dan tidak banyak dicatat dalam buku buku
sejarah perjuangan. Selain sebagai pimpinan Permesta di Sulawesi Tengah, J.W.
Gerungan juga pernah menjadi Komandan Resimen ANOA, sampai akhirnya menjadi Menteri Pertahanan
Republik Persatuan Islam Indonesia (RPII).
Karena
perjuangan kedua tokoh ini dianggap bertentangan dengan pemerintah Republik
Indonesia, akhirnya pemerintah berusah menumpas segala perjuangan mereka.
Sampai akhir hayatnya, kedua tokoh ini tidak diketahui dimana jasadnya dikuburkan.
Buku ini
dibagi menjadi 8 bab, Kata Pengantar dan Daftar isi pada bagian awal sebelum
Bab pertama yaitu Pendahuluan. Pada bagian ini, penulis membahas tentang
kepemimpinan Kahar Muzakkar yang kharismatik, juga ketokohan J.W. Gerungan.
Penulis menganggap, buku buku tentang Kahar Muzakkar kebanyakan ditulis
berdasarkan sumber informasi dari pemerintah, sehingga dengan buku ini, pembaca
secara umum akan mendapatkan informasi dari sisi lain kehidupan Kahar Muzakkar
dan J.W. Gerungan.
Bab kedua
membahas tentang Pasukan Permesta di Sulawesi Tengah dibawah pimpinan J.W. Gerungan.
Diawali dengan terbentuknya pasukan Permesta, Resimen Infatri ANOA, saat pasukan
Permesta meninggalkan kota Poso. Juga tentan Kapten V.O.P. Sumilat di Ngapu dan
saat pasukan Permesta meninggalkan kota Bada. Bab ketiga tentang pertemuan
pasukan Permesta dengan DI/TII, perjalanan pasukan Permesta menuju Sulawesi
Selatan, penyerangan Pos polisi di Malili, Staf Gabungan Pimpinan Militer
Bersama (SPGMB), penghianatan Kapten V.O.P. Sumilat, penyerangan pasukan
Permesta oleh Momoc Ansharullah bersama DI/TII di markas Mendula, dan juga
pembahasan tentan Mami Cory (panggilan khusus pada salah seorang istri Kahar
Muzakkar, yaitu Corry Van Stenus).
Bab IV
diuraikan tentang pasukan Permesta setelah di Islamkan, Kahar Muzakkar dan J.W.
Gerungan menjadi Dwi-Tunggal Republik Persatuan Islam Indonesia, Kahar Muzakkar
meninggalkan Imam Karto Suwiryo, serta saat Kahar Muzakkar menuju Sulawesi
Tenggara.
Operasi
militer penumpasan pemberontakan Kahar Muzakkar dibahas pada bab V. Selanjutnya
keunikan Lompobulo pada bab keenam. Bagian ketujuh kembali dibahas pribadi
Kahar Muzakkar yang sangat teguh pada keyakinannya, yang tidak pernah
mengutamakan kepentingan keluarganya.
Bagian terakhir masih tentang perjuangan Kahar Muzakkar yang
perjuangannya dijiwai oleh ajaran agama Islam, dan perlunya rehabilitasi nama
baik Kahar Muzakkar dan J.W. Gerungan.
Buku koleksi
Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.