Showing posts with label Manusia Mandar. Show all posts
Showing posts with label Manusia Mandar. Show all posts

April 16, 2025

Manusia Mandar

Judul: Manusia Mandar 

Penulis: Sriesagimoon 

Editor: - 

Penerbit: Pustaka Refleksi 

Tahun Terbit: 2009 

Jumlah Halaman: ix + 104 

ISBN: 9789799673381 

Penulis Resensi: Suharman, S.S., MIM. 

Satu lagi buku yang membahas tentang Manusia dari suku atau etnis tertentu. Setelah beberapa waktu lalu kita bahas tentang Manusia Makassar, Manusia Bugis Makassar, dan kali ini adalah pembahasan tentang Manusia Mandar. Suku Mandar adalah salah satu suku bangsa Indonesia yang mendiami pulau Sulawesi bagian barat, tepatnya di kabupaten Polewali Mandar dan Majene. 

Berbagai aspek kehidupan manusia Mandar diuraikan dalam buku ini. Dimulai dengan pembahasan daerah asal suku Mandar yaitu Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene, kemudian sejarah Mandar dari zaman pra-To Manurung sampai zaman To Manurung. Aspek bahasa dan kesusastraan Mandar juga diulas dalam buku ini. Dijelaskan dalam buku ini bahwa ada 5 dialek bahasa Mandar yaitu : dialek Balanipa, dialek Sendana, dialek Banggae, dialek Pamboang, dialek Awok-Sumakuyu. Sementara dalam kesusastraan Mandar ada karya sastra yang disebut Lolitang, Tallo’ (kisah), Papasang (pesan leluhur) dan Sila Sila. 

Etnis Mandar termasuk banyak yang memiliki mata pencaharian sebagai petani, namun demikian sebagian lainnya ada yang bekerja sebagai nelayan, peternak, petani kebun, maupun dari pemburu dan pengrajin. Bentuk rumah tradisional Mandar mempunyai 3 tingkatan dengan fungsinya masing masing. Bagian atas yang disebut Atapan atau rakkeang, bagian kedua atau alawe boyang dan bagian ketiga atau bagian paling bawah yang disebut naung boyang yang merupakan tempat hewan peliharaan atau ternak, seperti kerbau, sapi, kambing, ayam maupun anjing. 

Sistem pemerintahan, jenis makanan dan minuman orang Mandar, pakaian adat dan perhiasan tradisional Mandar juga diuraikan dalam buku ini. Contoh pakaian adat Mandar misalnya baju Pokko, baju Boko, Lipa Sa’be (sarung sutra) dengan berbagai macam corak atau motif. Ada juga yang disebut lipa’ ratte yang biasa digunakan oleh pengantin perempuan maupun pengantin laki laki. Sistem kekerabatan dan sistem pernikahan dalam suku Mandar juga dibahas. Disebutkan bahwa untuk memilih jodoh bagi laki laki Mandar, akan melihat empat (4) unsur yaitu : Tomapia’ atau Tomalabbi, status ekonomi, faktor keturunan dan faktor hubungan darah. 

Selanjutnya dijelaskan tentang proses pelamaran sampai pada pelaksanaan upacara pernikahan. Sistem religi, pengetahuan, dan upacara upacara tradisional yang biasa dilaksanakan oleh suku Mandar dibahas pula secara ringkas. Upacara adat yang disebutkan misalnya upacara adat petani, upacara adat nelayan, upacara maccera arayang, upacara naik rumah baru, upacara meuri, upacara mappepiana, upacara mappandhai’ di toyang, upacara ma’akeka, upacara massunna dan upacara mapparewai tomate. 

Pada bagian akhir buku, dipromosikan pesona wisata Mandar, yaitu beberapa destinasi wisata yang ada di daerah suku Mandar. Ada wisata alam seperti Pulau Battoa Binuang, Pulau Gusung Toraja Binuang, bagan di pantai Polewali, sunset di pantai Bahari, Pantai Palippis Balanipa, pantai Antai Uwai, air terjun Indo Rannoang Anreapia, sungai Biru Binuang, puncak Mosso, dan masih banyak lagi yang lain. Termasuk juga disini, wisata situs arkeologi baik yang ada di Polewali Mandar maupun yang ada di Majene. 

Buku ini cukup lengkap membahas kehidupan manusia Mandar, dan dapat dijadikan bahan rujukan untuk para peneliti atau mahasiswa yang ingin mengkaji etnis Mandar. 

Namun, beberapa kekurangan buku ini, misalnya kurang illustrasi atau gambar yang menarik yang bisa melengkapi setiap topik pembahasan. Ada beberapa gambar dan foto namun, hitam putih dan agak buram. Ada juga beberapa topik pembahasan yang berulang, misalnya tentang makanan khas Mandar yang dibahas pada halaman 27, namun pada halaman 96 kembali dibahas. 

Buku ini koleksi Referensi, Layanan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.

December 10, 2020

MANUSIA MANDAR

 


“Jika kalian menginginkan agar kalian tidak saling membunuh bagaikan ikan, berpegang teguhlah kepada pesan dari langit. Yang pertama kalian harus saling harga menghargai. Yang kedua kalian harus saling bekerja sama dalam kebaikan dan mencegah kepada keburukan. Yang ketiga masing-masing kelompok masyarakat menjalankan aturan yang berlaku dalam kelompoknya masing-masing. (Tomanurung di Pattu’duang)

Manusia Mandar adalah salah satu suku yang menetap di pulau Sulawesi bagian barat. Suku ini menetap di wilayah Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene. Dalam buku ini tidak hanya mengambarkan apa, siapa, dimana, dan bagaimana kehidupan manusia Mandar itu, tapi juga melukiskan suasana lingkungan, tempat rekreasi, tradisi, kepercayaan, dan mitodologi mereka.

Manusia Mandar selama ini dikenal sangat kuat dengan budayanya. Mereka menjunjung tinggi tradisi, bahasa, dan adat istiadatnya. Filosofi hidup mereka berbeda dengan suku Bugis, Makassar, Toraja, dan suku lainnya yang berdekatan dengan lingkungan kehidupan mereka di Sulawesi. Manusia Mandar dikenal teguh dengan prinsip hidupnya.

Buku MANUSIA MANDAR  membahas tentang Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene; Mandar zama Pra To-Manurung dan Zaman To-Manurung; sketsa kehidupan masyarakat Mandar seperti bahasa, kesusastraan Mandar, mata pencarian, pola perkampungan, rumah to-Mandar, sistem pemerintahan, makanan dan minuman to-Mandar, pakaian adat dan perhiasan, sistem kekerabatan, sistem pernikahan, sistem religi, sistem pengetahuan serta upacara tradisional); pesona wisata Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene; serta sisi lain kehidupan masyarakat Mandar (ritual-ritual adat Mandar, pakaian adat Mandar, kesenian tradisional Mandar, burung Mandar, seni kriya dan arsitektur Mandar, angkutan tradisional, aktifitas sosial dan publik, siwalioparri, pasar tradisional, makanan khas masyarakat Mandar, souvenir dari tanaman Mandar serta dunia anak, laut dan sungai.

Buku ini merupakan koleksi referensi, layanan perpustakaan umum berlokasi jalan Sultan Alauddin km. 7 Tala’salapang, Makassar.  untuk lebih memehami karakter, budaya, dan lingkungan kehidupan manusia Mandar.


MANUSIA MANDAR  
Penulis: Sriesagimoon
Penerbit: Pustaka Refleksi
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2009
ISBN: 978-979-967-33-8-1