Karaeng Galesong adalah salah satu anak dari Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa dari istri keempat, yaitu I Loqmoq Toboq. Nama asli Karaeng Galesong adalah 1 Maninrorie dan memiliki nama istana I Kare Tojeng. Nama Karaeng Galesong adalah sebuah gelar yang berarti raja di negeri atau di daerah Galesong yang telah diberikan kepada I Maninrorie setelah terpilih menjadi Karaeng oleh rakyat Galesong.
Buku KARAENG GALESONG MELAWAN VOC DI JAWA TIMUR membahas tentang latar belakang dan perjuangan serta akhir perjuangan Karaeng Galesong di Jawa Timur untuk melawan VOC. Buku ini merupakan salah satu koleksi layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.
Latar Belakang Karaeng Galesong Berjuang Melawan VOC di Jawa Timur:
- Pada tanggal 18 November 1667, Kerajaan Gowa secara resmi ditaklukkan oleh VOC dan Arung Palakka dengan ditandatanganinya Perjanjian Bungaya. Karaeng Galesong dan tokoh-tokoh Makassar lainnya yang tidak menyetujui perjanjian tersebut pergi dari Makassar untuk tetap melawan VOC dan Arung Palakka, dengan melakukan peperangan dan perompakan di lautan.
- Pada tahun 1673, Karaeng Galesong dan pasukannya menyerang Sumbawa yang merupakan wilayah 'milik' VOC berdasarkan Perjanjian Bungaya, dan mereka tinggal di sana sampai tahun 1674.
- Pada tahun 1674, orang-orang Makassar mendapatkan Demung, sebagai wilayah basisnya.
- Tahun 1674, orang-orang Makassar yang ada di Demung melakukan aksi penyerangan pertama di Gresik, namun dapat dipukul mundur oleh VOC.
- Pada akhir 1674, Karaeng Galesong dan beserta pasukannya pindah ke Bali setelah kematian teman seperjuangannya, Karaeng Tallo.
- Tahun 1675, Karaeng Galesong dan pasukannya tiba di Jawa Timur dan bergabung dengan orang-orang Makassar di Demung untuk merencanakan aksi penyerangan kedua.
- Pada awal 1675, Karaeng Galesong dan pasukannya ke Jawa Timur dan bergabung dengan orang-orang Makassar yang menuju ke Jawa Timur sebelumnya, dan menetap di Demung, Besuki.
- Pada tahun 1675, Karaeng Galesong memutuskan untuk karena bekerja sama dengan Trunojoyo, mereka memiliki musuh yang sama yaitu VOC dan Mataram. Setelah itu, aliansi ini berhasil menguasai wilayah-wilayah penting, seperti Surabaya, Gresik, Pajarakan, Gerongan, Pasuruan dan lainnya.
- Tahun 1676, VOC bekerja sama dengan Mataram berhasil menghancurkan kapal-kapal Makassar dan membuat Karaeng Galesong dan pasukannya keluar dari Demung dan menuju ke Madura untuk membentuk kekuatan bersama Trunojoyo.
- Akhir tahun 1676, aliansi Karaeng Galesong dan Trunojoyo banyak mendapatkan kemenangan. Bisa dikatakan seluruh Jawa Timur, Semarang, Demak sampai Cirebon dapat dikuasai aliansi ini, kecuali Jepara. 5. Desember 1676, Karaeng Galesong dan Trunojoyo mulai muncul perselisihan karena mereka telah berbeda tujuan.
- Pertengahan Januari 1677, perselisihan antara Karaeng Galesong dan Trunojoyo tetap berlanjut, meskipun begitu Karaeng Galesong tetap netral dan tidak mau memihak VOC.
- Pertengahan Januari 1677, perselisihan antara Karaeng Galesong dan Trunojoyo terus berlanjut.
- Perselisihan tersebut dimanfaatkan oleh Laksamana Speelman merebut Surabaya dari Trunojoyo pada Mei 1677.
- Pada peristiwa jatuhnya Surabaya, Karaeng Galesong dan pasukannya sudah pindah ke Pasuruan karena Demung tidak aman lagi.
- Agustus 1677, Karaeng Galesong dan pasukannya menemukan tempat pertahanan yang kuat dan bagus, yaitu di Kakaper atau Keper.
- VOC dan Arung Palakka bekerjasama untuk mengalahkan pertahanan orang-orang Makassar di Kakaper. Mereka berhasil menjatuhkan benteng Kakaper pada tahun 1679. Karaeng Galesong dan pasukannya melarikan diri di Ngantang.
- Di Ngantang, Karaeng Galesong wafat pada tanggal 21 November 1679.


