Showing posts with label Allu. Show all posts
Showing posts with label Allu. Show all posts

January 5, 2022

LAPORAN PENELITIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL SULAWESI SELATAN


Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Ujung Pandang melakukan tugas melaksanakan kajian kesejarahan dan nilai tradisional daerah Sulawesi Selatan yang tercermin dalam sistem sosial, sistem kepercayaan, lingkungan budaya dan tradisi lisan. Buku LAPORAN PENELITIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL SULAWESI SELATAN sebagai salah satu usaha dalam rangka pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional.

Berikut dua laporan hasil penelitian yang di maksud:

  1. Peristiwa Perlawanan Rakyat Allu pada Masa Pendudukan Militer Jepang di Daerah Mandar pada Tahun 1945 oleh Darwas Rasjid
  2. Pengungkapan Nilai Budaya dari Naskah Kuno Bugis Seri Galigo "Pelayaran Sawerigading dari Cina ke Wadeng"

  • Peristiwa Perlawanan Rakyat Allu pada Masa Pendudukan Militer Jepang di Daerah Mandar pada Tahun 1945 oleh Darwas Rasjid

Perlawanan yang dipelopori oleh Muhammad Saleh Puannal Sudding, terjadi sekitar bulan Maret 1945 disebut sebagai “peristiwa Allu” adalah merupakan suatu gerakan perlawanan yang bersifat sosial tradisional atau lokal. Dan sebagai gerakan sosial perlawanan ini sama sekali tidak memperlihatkan ciri-ciri modem, seperti adanya ideologi modem serta agitasi yang meliputi seluruh negeri di kawasan Mandar dan khususnya Balanipa. Bagian yang terbesar dari gerakan perlawanan ini sama sekali tidak mempunyai hubungan dengan masyarakat Mandar lainnya dalam pengertian wawasan yang luas, tetapi hanya digerakkan oleh beberapa pemuda Balanipa dan khususnya warga Allu dalam menentang tindakan sewenang-wenang sang penguasa militer Jepang. Walaupun gerakan perlawanan ini dicap sebagai pembangkang, perusuh, perampok, dan sebagainya mereka tetap mendapat simpati dari rakyat Allu. Bahkan berbulan-bulan lamanya bertahan di hutan tanpa sama sekali punya niat untuk tunduk atau menyerah, hingga takluknya tentara Jepang kepada Sekutu pada pertengahan bulan Agustus 1945.

Menyerahnya Jepang kepada Sekutu, maka dengan praktis berakhir pulalah gerakan perlawanan ini. Akan tetapi pemimpin perlawanan dan beberapa anggota-anggota lainnya kembali melibatkan diri dalam revolusi perjuangan kemerdekaan ’45 di berbagai daerah dalam kawasan Mandar. Karena itulah, khususnya tokoh perlawanan di Allu ini, Muhammad Saleh Puanna I Sudding adalah merupakan salah satu tokoh atau pemimpin perlawanan dua jaman dari daerah Mandar, yaitu sebagai pemimpin perlawanan pada masa pendudukan militer Jepang dan sebagai tokoh atau pejuang revolusi kemerdekaan 1945.

  • Pengungkapan Nilai Budaya dari Naskah Kuno Bugis Seri Galigo "Pelayaran Sawerigading dari Cina ke Wadeng" oleh Fausiah

Lontarak Galigo serial Pelayanan Sawerigading Opunna Ware ke Wadeng termasuk salah satu arsip kebudayaan masyarakat Bugis si daerah Sulawesi Selatan. Sebagai suatu dokumen dan arsip kebudayaan, naskah tersebut secara eksplisit memuat sebahagian cerita rakyat yang pada zaman dahulu dituturkan dari mulut ke mulut. Setelah dikenalnya aksara Bugis, cerita tersebut kemudian dituliskan di atas lembaran kertas.

Dalam cerita rakyat yang terkandung dalam isi lontarak tersebut tersirat aneka macam gagasan ideal dan jaringan sistem nilai-nilai budaya, warisan leluhur dari zaman lampau yang dalam konteks penelitian ini dapat disebut zaman Sawerigading. Jaringan sistem nilai-nilai yang termuat didalam naskah lontarak itu secara implisit tercermin dalam berbagai ucapan dan ungkapan, sikap dan tindakan yang pada hakikatnya diekspresikan oleh para tokoh pelaku cerita.

Dalam hasil kajian interpretasi isi naskah maka ditemukan adanya enam nilai budaya pokok, terdiri atas: nilai religi, nilai seni, nilai ilmu, nilai solidaritas, nilai ekonomi, serta nilai kuasa. Tiap unsur nilai pokok tersebut terbagi dalam beberapa elemen nilai-nilai luhur yang paling tidak dianggap ideal warga masyarakat Bugis dimasa lampau.

Nilai solidaritas termasuk nilai utama yang cukup banyak ditemukan dalam lontarak Galigo. Nilai ini mencakup nilai kesetiakawanan sosial, sikap berbagi suka dan duka antara sesama kerabat, salin memberi dan menerima saran, sikap konsekuen dalam ucapan , sikap dan tindakan serta sikap saling menghormati rasa persaudaraan dan persahabatan.

Nilai kuasa berorientasi kepada kebajikan dan keputusan raja. Namun demikian, raja di dalam menjalankan roda pemerintahan berpedoman pada kerangka acuan berupa : sikap lebih mengutamakan kepentingan dan keamanan negeri daripada kepentingan pribadi , keluarga dan golongan; sikap sadar rasa tanggung jawab untuk kepentingan dan keselamatan jiwa para pribadi; serta setiap memberi peluang bagi pertumbuhan watak dan kepribadian generasi penerus, melalui pengalaman, baik dalam pelayanan maupun dalam arena kehidupan lainnya.

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL SULAWESI SELATAN
Penerbit: Direktorat Jenderal Kebudayaan,
Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Ujung Pandang
Tempat Terbit: Ujung Pandang
Tahun Terbit: 1996
ISSN: 0852-2685