Showing posts with label Aksara Lontara. Show all posts
Showing posts with label Aksara Lontara. Show all posts

February 7, 2025

Belajar Bahasa Bugis Lontara

 


Judul:                          Belajar Bahasa Bugis Lontara

Penulis:                       Ir. Syahruddin Wahid & Baso Ikhwan.

Editor:                         -

Penerbit:                     Badan Penerbit UNM

Tahun Terbit:               2022

Jumlah Halaman:        77

ISBN:                         9786233870481

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Tujuan utama penerbitan buku ini adalah untuk memenuhi kebutuhan bahan pengajaran bahasa Bugis untuk tingkat SMA/SMK dan MAN di seluruh wilayah Sulawesi Selatan dan juga sebagai perwujudan himbauan Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Sulawesi waktu itu, Andi Sudirman Sulaiman untuk menggalakkan pembelajaran bahasa daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal.

Diharapkan pula oleh penulis agar para siswa SMA dan yang sederajat dapat membaca dan memahami bahasa Bugis Lontara, tahu dan bisa menulis ejaan bahasa Bugis Lontara, dan agar ejaan bahasa Bugis dapat dilestarikan sebagai salah satu aspek kebudayaan lokal Sulawesi Selatan. Buku ini ditujukan untuk siswa kelas X dan XI SMA/SMK atau yang sederajat.

Buku pelajaran ini terdiri dari 10 bab, diawali dengan sambutan Gubernur, sambutan Kadis Pendidikan Sulawesi Selatan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Palopo, Luwu dan Toraja Utara, dan juga sambutan dari penulis sendiri.

Bab bab selanjutnya diuraikan satu persatu materi pembelajaran. Bab 1 adalah Appamulang atau Pembukaan. Pada bab pertama ini dijelaskan tentang  kedudukan bahasa Bugis yang merupakan salah satu dari 4 bahasa utama yang digunakan di Sualwesi Selatan, yaitu Bugis, Makassar, Mandar  dan Toraja. Bahasa Bugis merupakan yang terbesar penuturnya diantara ke empat bahasa yang ada.

Bab selanjutnya diuraikan tentang ejaan bahasa Bugis , penyebutan angka angka dalam bahasa Bugis, cara penulisan aksara Lontara Bugis dan ada pula percakapan antara Lamappa dan Latuwo, dua orang remaja Bugis yatim piatu yang membicarakan tentang rencana mereka jalan jalan ke pantai pada hari minggu depan.

Selanjutnya ada pula kisah atau hikayat Daeng Manrapi, seorang kepala kampung yang disukai oleh masyarakat setempat karena orangnya sabar, ramah dan dermawan. Ada juga contoh beberapa idiom, kata majemuk, kata kata bijak dan kata motivasi yang sering digunakan dalam percakapan sehari hari masyarakat Bugis.  

Dalam buku pelajaran bahasa Bugis ini, juga ada pelajaran agama yaitu yang membahas tentang waktu waktu shalat dalam Islam, termasuk juga waktu beribadah umat lainnya seperti Nasrani, Budha, Hindu dan Konghucu.

Selanjutnya ada pelajaran sejarah tentang kerajaan kerajaan yang pernah ada di Sulawesi Selatan. Kerajaan atau Kesultanan yang dibahas dalam buku ini adalah Kerajaan Luwu, Bone, Gowa, Soppeng, Sengkang, Pinrang, Toraja, Enrekang, Selayar, Wotu, Cerekang, Masamba dan Baebunta.

Setiap topik pembahasan dalam buku ini ditampilkan dalam 3 bagian, pertama adalah bagian yang ditulis dalam aksara Lontara, kemudian disusul transliterasi bahasa Bugis dalam aksara Latin, kemudia artinya dalam bahasa Indonesia.

Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi berupa foto hitam putih berukuran kecil.

Buku pelajaran Bahasa Bugis ini cukup menarik dibaca oleh masyarakat umum, meskipun sebenarnya ditujukan untuk siswa SMA atau SMK kelas X atau XI.

Namun ada beberapa kekurangan dalam buku ini, misalnya, ada beberapa kesalahan ketik (typo) yang cukup mengganggu, baik ketikan Aksara Lontaranya, maupun ketikan aksara Latinnya. Ada juga transliterasi aksara Lontara ke Latin tidak sesuai. Penggunaan aplikasi Aksara Lontaranya juga ada beberapa yang tidak sesuai, misalnya satu kata ada yg aksara Lontara bergabung dengan aksara Latin.

Buku ini koleksi Layanan Umum Perpustakaan, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.





January 6, 2021

AKSARA LONTARA MAKASSAR

Gowa pada abd ke-17 merupakan sebuah kerajaan besar yang menguasai dan mendominasi separuh nusantara, mulai dari Sulawesi, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara, Australia barat (Marege) dan Kepulauan Maluku (Pulau Tinimbar). Pada masa pemerintahan Gowa XIV Sultan Alauddin dan Raja Gowa XV Sultan Malikussaid mengalami masa keemasan (Golden Eeum), dan puncaknya semasa pemerintahan Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa XVI. Barulah Gowa pada tahun 1667 (sesudah penjanjian Bungaya) Gowa mengalami kemunduran.

Sebelum itu, pada masa Pemerintahan Karaeng Tumapa'risi'Kallonna (Raja Gowa IX), Gowa sudah memiliki aksara Lontara yang banyak dipakai sebagai bahan komunikasi, catatan bersejarah (Lontara bilang) yang menandakan ilmu pengetahuan dan teknologi di Gowa yang menandakan ilmu pengetahuan dan teknologi di Gowa sudah berkembang sejak abad 14 silam.

Lontara yang merupakan aksara yang lahir di Butta Gowa pada masa Pemerintahan Raja Gowa IX Karaeng Tumapa'risi Kallonna (1510-1546). Aksara tersebut diciptakan oleh Daeng Pamatte yang saat itu menjabat Syahbandar Somba Opu merangkap Tumailalang. Ini merupakan satu hasil karya yang sangat langka. 

Buku AKSARA LONTARA MAKASSAR membahas tentang Sejarah Lontara; Asal Usul Nama Lontara; Falsafat Lontara; Daeng Pamatte, Pencipta Aksara Lontara; Dari Lontara Jangan-jangan ke Belah Ketupak; Aksara Lontara Mangkasara Masuk Lima Besar Dunia; "Katojengang" Karaeng Pattingalloang dalam Lontara; Lontara Tak Hanya Milik Orang Makassar; Memasyarakatkan Aksara Lontara; Lontara Bilang; Ero'na Lontaraka ri Agamata; Pappasang Tumalabbriri'na Butta Gowa; Pandangan Orang Barat tentang Lontara; Lontara dan Perkembangan IPTEK; Warisan Lontara pada Anak Cucu; Lagaligo, Bukti Kebesaran Lontara di Masa Silam; Surek Galigo Lebih Tua dari Lontara; Lontara dan Manfaatnya; Mari Belajar Lontara; Pesan-pesan Tetua; Pesan-pesan Lontara dalam Kepemimpinan; Makna Demokrasi dalam Lontara; Demokrasi dan HAM dalam Lontara; serta Rekaman Peristiwa Penting dalam Lontara Kerajaan Gowa.

Buku ini merupakan layanan perpustakaan umum yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang, Makassar dalam rangka menggali dan mengungkapkan kembali nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa.


AKSARA LONTARA MAKASSAR
Penulis: Syarifuddin Kulle, Zainuddin Tika
Penerbit: Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Gowa
Tempat Terbit: Gowa
Tahun Terbit: 2003