Pantun-Pantun Makassar yang semula berupa cerita lisan yang berbahasa Makassar di daerah Sulawesi Selatan, yang perlu digarap dengan sungguh-sungguh dan berenacan. Dalam sastra (lisan) daserah dan sastra Indonesia lama itu, yang merupakan warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia tersimpan nilai-nilai budaya yang tinggi nilainya. Beberapa bait Pantun-Pantun Makassar yang termuat dalam buku PANTUN-PANTUN MAKASSAR yang merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang Makassar.
Ia makkelongi daenta, kanda ingin berpantun,
bunga ejaya, apakah si bunga merah,
niakmo mannyero kana sudah ada yang melamar?
teakik bussang pakmaik, janganlah bersusah hati,
bunga ejaya, si bunga merah,
tenapa mannyero kana belum ada yang melamar.
simpung bajik niruai, risau indah dirangkai,
namanna pacce, walaupun pedih perih,
pakrisik katte tommamo terserah pada kita.
gigi lapisik bulaeng, gigi sepuhan emas,
kammaki asseng, rupa-rupanya,
tu nasuro manngukrangi kami disuruh sadar
No comments:
Post a Comment