Cerita tentang "ASAL MUASAL SUKU BAJAU” ini, sangat populer di Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan. Konon menurut yang empunya cerita, cerita ini sesungguhnya bermula dari negara yang sekarang bernama Malaysia.
"Bajau” adalah bahasa khusus para penghuni daerah pantai, yang hidupnya tidak dapat dipisahkan dengan laut dan perahunya. "Bajau” berarti: Berlayarlah dengan selamat”. Ya. "Bajau” merupakan kata semboyan mereka, dan sudah mendarah daging bagi mereka, yang selalu mereka ucapkan bila hendak melaut.
Banyak yang menafsirkan, bahwa suku Bajau sangat identik dengan suku Bugis. Sebab kehidupan suku Bugis juga sama, tidak bisa dipisahkan dari laut dan perahunya. Bagi mereka, perahu merupakan perlengkapan utama hidup mereka sehari-hari, dan laut adalah tempat berpijaknya, jalan hidupnya. Jarang sekali di antara meraka yang bermata pencaharian lain, selain sebagai pelaut dan nelayan; umpamanya berniaga atau bertani, karena semua itu tentu harus dilaksanakannya jauh dari laut. Sehingga Nama Bugis selalu dikaitkan dengan laut dan perahunya. Sebab mereka benar-benar adalah pelaut-pelaut alamiah yang sejati, yang sangat ahli berlayar, dan akrab dengan lautan. Demikian pula dengan suku Bajau.
Menurut keterangan yang terkumpulkan, suku Bajau ini tidak mempunyai satu tempat tinggal yang pasti. Mereka banyak menyebar sampai jauh di pantai-pantai pulau Sulawesi dan Kalimantan, bahkan lebih jauh lagi.
Buku ASAL USUL SUKU BAJAU menceritakan tentgang asal muasal suku Bajau ini yang berasal dari rakyat Kesultanan Johor yang sekarang dikenal dengan nama Malaysia, yang kini banyak ditemui sebagai pemukim daerah pantai di kawasan Indonesia bagian Timur. Ada juga yang menafsirkan, bahwa suku Bugis sangat identik dengan suku Bajau. Buku ini mnerupakan koleksi Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.
Pencerita: Bambang Narianto
Penerbit: Pionir Jaya
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 1988
No comments:
Post a Comment