Agama, selain berfungsi menjelaskan misteri dalam kehidupan manusia, juga mempunyai fungsi sebagai “unsur pemecah”, dan sekaligus berfungsi sebagai “unsur perekat” bagi unit-unit sosial. Hal ini terlihat dari kenyataan bahwa perbedaan pemahaman tentang “wujud kekuatan gaib” itu, yang menampilkan diri ke dalam praktik keagamaan (berupa tindakan-tindakan atau simbol-simbol) telah membagi masyarakat ke dalam beberapa kelompok keagamaan.
Karena ada dua kutub kepercayaan dan pandangan hidup, yaitu kepercayaan lokal di satu pihak dan agama Islam yang murni di lain pihak, maka ada tiga “citra" yang mewarnai kelompok-kelompok keagamaan tersebut. Pertama adalah kelompok yang diwarnai oleh kepercayaan dan pandangan hidup lokal, kelompok yang "menjembatani" dan yang menjadi mediator antara kepercayaan dan pandangan hidup lokal dengan agama Islam, serta kelompok yang berpegang pada pandangan hidup yang bersumber dari agama Islam yang murni. Di lihat dari segi ini agama berfungsi sebagai "unsur pemecah"
Sebaliknya warga kelompok-kelompok keagamaan yang berbeda itu dapat pula terikat secara bersama di dalam pranata pranata sosial lain, seperti di dalam satu jaringan kekerabatan, ekonomi dan politik. Di dalam arena kekerabatan orang-orang dari varian keagamaan yang berbeda diikat oleh hubungan darah dan perkawinan, yang dalam kehidupan sehari-hari hubungan tersebut diperkokoh melalui media-media, seperti upacara ritus dalam keluarga. Secara timbal balik, hubungan darah dan perkawinan mengikatkan orang-orang dari beberapa varian keagamaan di satu pihak, dan di pihak lain upacara-upacara dan ritus keagamaan dalam keluarga berfungsi pula memperkokoh hubungan antar anggota kerabat tersebut.
Arena ekonomi (lebih sempit dalam bidang mata pencaharian) juga mengikatkan orang-orang dari varian keagamaan yang berbeda untuk bekerja sama, karena adanya persamaan kepentingan, atau karena adanya saling ketergantungan antara patron dan klien. Lebih lanjut, persamaan persepsi tentang ideologi keagamaan dapat mengikatkan orang-orang dari berbagai varian keagamaan untuk bekerja sama dalam arena politik. Jika pada level atas (opinion maker) kerja sama besar kemungkinan disebabkan oleh “kepentingan politik”, maka pada lapisan bahwa persamaan persepsi tentang ideologi keagamaan dapat menumbuhkan sentimen keagamaan yang menjadi unsur perekat dalam kerja sama di bidang ini. Di desa Timbusseng, hal itu terlihat dalam kerja sama sebagai pendukung Partai Persatuan Pembangunan antara golongan ahlussunnah wal jamaah yang "patuh" dengan Muhammadiyah.
Agama juga berfungsi sebagai "unsur perekat” yang memperkokoh hubungan/ikatan antar warga satu kelompok keagamaan melalui median-median, seperti upacara-upacara dan ritus keagamaan. Kadang-kadang upacara dan ritus tersebut juga mempererat hubungan antar warga kelompok keagamaan yang berbeda yang sering kali secara bersama-sama ikut serta dalam upacara tersebut. Dengan demikian agama mempunyai fungsi berimbang, sebagai “unsur pemecah” dan “unsur perekat” bagi unit-unit sosial.
Buku AGAMA ORANG BUGIS merupakan hasil penelitian yang gambaran tentang varian-varian keagamaan yang terdapat pada masyarakat Bugis dan Makasar di Desa Timbusseng, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, serta kelompok masyarakat yang menjadi pendukungnya. Agama bagi masyarakat di desa Timbusseng merupakan kepercayaan kepada kekuatan gaib (supernatural) yang ada diluar diri manusia, baik kepercayaan yang berasal dari pengalaman manusia yang diwarisi secara turun-temurun, untuk kepercayaan yang bersumber dari wahyu Tuhan. Kepercayaan tersebut mewujudkan diri ke dalam bentuk tindakan-tindakan atau simbol-simbol yang dilakukan secara berulang-ulang, sehingga mewujudkan suatu keteraturan sosial, di antaranya berupa tradisi keagamaan.
Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang- Makassar.
Penulis: Nurhayati Djamas
Penerbit: Badan Penelitian dan Pengembangan Agama, Departemen Agama R.I
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 1998
ISBN: 979-9167-00-9

No comments:
Post a Comment