March 23, 2022

DONGENG DARI DUA NEGERI

Dongeng termasuk seni bertutur diperkirakan ada sebelum zaman zaman lontarak, karena penyebaran ceritanya dilaksanakan secara lisan. Berarti dongeng (Pau-Pau ri Kadong), sudah menjadi media pembentukan jati diri seorang anak atau seseorang. Namun dalam mereaktualisasikan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam dongeng, diperlukan seleksi tema cerita dengan fokus pada pembentukan sifat dan sikap untuk menjadi karakter Orang Sulawesi Selatan yang sekaligus menjadi karakter bangsa. 

Meskipun Dongeng sudah ada sebelum periode Lontarak (periode tulis bagi Orang Bugis – Makassar), namun nilai dan norma dalam setiap cerita yang terungkap, senantiasa ditemukan perbedaan antara baik dan buruk, antara yang sombong dan sabar, antara yang jujur dan pembohong. Fakta-fakta tersebut mengandung pembelajaran untuk dapat mempengaruhi jiwa, watak dan bahkan perilaku seseorang yang dimulai dari sejak kanak-kanak.

Nilai-nilai yang terkandung dalam dongeng itulah bagi orang Bugis-Makassar kemudian membentuk suatu sistem nilai dalam suatu tatanan yang disebut 'pangngadereng'. Pangngadereng merupakan wujud kebudayaan yang berupa kaidah-kaidah atau norma-norma yang dinyatakan melalui ade', bicara, rapang, wari dan sara' telah menjadi pedoman dasar kehidupan orang Bugis pada masa lampau.

Melalui dogeng, ternyata dapat dijadikan pembelajaran tentang betapa pentingnya arti pembelajaran agar cerdas, jujur, berani, tegas dan berkeadilan. Bugis: Macca, Malempu, Warani, Tammappasilaingeng na Magetteng). Buku DONGENG DARI DUA NEGERI merupakan kumpulan dongeng yang bahasa aslinya (Bahas Bugis-Makassar). Dongeng-dongeng tersebut diantaranya:

Dongeng Asmat Riady Lamallongeng dari Bone 

  • Dua Orang Anak Mengunjungi Kuburan Ayahnya 
  • We Bunga Cibollo dan We Bunga Welluk 
  • Tiga Bersaudara Membunuh Nenek Pakande 
Dongeng dari negeri Selayar Yudhistira Sukatanya 

  • Balandangang (Pendekar Berani dari Biringere) 
  • Batunganni ( Batu Bersuara Peminta)
  • Daeng Mangakkasang dan Daeng Maronrong ( Kisah Persaingan Dua Putra Mahkota) 
  • I Baso Bura’ne (Petualangan ke Negeri Raja Babi Hutan)
  • Juragan Dermawan (Janji Keris Pusaka) 
  • Langke U hang (Si Pencuri Sarung Sang Bidadari)
  • Opu Daeng Paekak (Penemu Opu Toa-Batu Azimat Pemancing ) 
  • Opu Naki Daeng Ma'botoro' (Kesatria yang Mampu Berjalan di Atas Air) 
  • Pariangang (Kisah Kebun Jati Di Pariangang) 
  • Paha Buki (Penyabung dari Tana Doang) 
  • Oputea Rarana (Kisah si Darah Putih) 
  • Torisappi (Pisoku, Pisoku Tompa)
  • Tossureia (Tubarani dari Kampung Bontosikuyu) 
  • Pallaki Tupepeya ( Ksatria yang Membisu)
Buku ini merupakan salah satu koleksi layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.



DONGENG DARI DUA NEGERI
Penulis: Asmat Riady Lamallongeng, Yudhistira Sukatanya 
Penerbit: De La Macca
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2015
ISBN: 978-602-263-074-6



No comments:

Post a Comment