April 10, 2025

Linguistik Disruptif: Pendekatan Kekinian Memahami Perkembangan Bahasa

 Oleh Nurul Astry Putry


Buku "Linguistik Disruptif" yang ditulis oleh Prof. Dr. Fathur Rokhman dan Surahmat menawarkan sebuah pendekatan konseptual serta analisis tajam mengenai perubahan besar yang terjadi dalam penggunaan bahasa di era digital saat ini. Di dalam karya ini, penulis menyampaikan bukan hanya fenomena linguistik yang sedang mengalami perubahan, tetapi juga memperkenalkan paradigma inovatif untuk memahami bahasa, yaitu Linguistik Disruptif suatu pendekatan yang didasarkan pada kebutuhan untuk secara adaptif, kontekstual, dan futuristik merespons perubahan zaman.

Disrupsi telah menyentuh hampir setiap aspek kehidupan, termasuk dalam bidang bahasa. Perkembangan dalam teknologi informasi dan komunikasi, terutama dengan munculnya media sosial dan platform digital yang beraneka ragam, telah menyebabkan terjadinya perubahan besar dalam bahasa, yaitu disrupsi linguistik, yang ditandai dengan transformasi signifikan dalam struktur, fungsi, dan makna bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa yang dahulu terikat oleh sistem, norma, dan aturan yang kaku, kini menjadi lebih luwes, adaptable, dan sering tidak terduga. Bentuk, gaya, dan metode komunikasi berkembang mengikuti budaya digital yang mementingkan kecepatan, efisiensi, dan keautentikan. Buku ini hadir untuk menganalisis dan memahami realitas baru tersebut dengan pendekatan linguistik yang inovatif.

Penulis menunjukkan bahwa metode linguistik tradisional seperti strukturalisme, generatif-transformasional, dan pendekatan lama lainnya tidak lagi memadai untuk menjelaskan kerumitan bahasa di era modern. Oleh sebab itu, penulis menyarankan penerapan pendekatan interdisipliner yang tidak hanya bergantung pada teori bahasa, tetapi juga memanfaatkan perspektif dari ilmu sosial, psikologi, media, budaya pop, dan penelitian kontemporer mengenai algoritma dan kecerdasan buatan. Istilah "Linguistik Disruptif" yang diajukan bukan sekadar label, melainkan merupakan pendekatan baru untuk menganalisis perubahan, menafsirkan dinamika sosial, dan meningkatkan kesadaran linguistik yang selaras dengan perkembangan zaman.

Beberapa isu menarik dalam buku ini mencakup: bahasa yang digunakan dalam media sosial, gaya bahasa pada meme dan keterangan Instagram, percakapan digital yang mengintegrasikan berbagai kode, pemakaian emotikon dan simbol visual sebagai pengganti ucapan verbal, serta pola komunikasi baru yang muncul dalam komunitas daring. Penulis juga menekankan perubahan sikap dan nilai bahasa dalam masyarakat, seperti semakin menurunnya standar kesopanan bahasa di lingkungan digital, munculnya budaya sarkasme, ironi, serta ujaran kebencian yang terselubung dalam humor.

Karya ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga mengilustrasikan studi kasus nyata yang relevan di masyarakat. Dengan gaya penulisan yang mengalir, jelas, dan mudah dipahami, buku ini menjalin jembatan antara bidang akademik dan praktik nyata. Setiap bab dilengkapi dengan analisis kritis yang mengajak pembaca untuk berkontribusi dalam berpikir, bertanya, dan menafsirkan ulang berbagai aspek bahasa yang selama ini mungkin dianggap remeh atau kurang diperhatikan.

Bagi akademisi, utamanya mahasiswa dan pengajar linguistik, buku ini menjadi sumber referensi yang sangat berharga untuk memperluas wawasan dan mengembangkan cara berpikir. Di sisi lain, bagi profesional pendidikan, jurnalis, penulis konten, dan pengguna media sosial, buku ini menawarkan pemahaman mendalam mengenai dinamik bahasa dalam ruang publik digital dan bagaimana cara menggunakannya secara bijaksana. Karya ini juga menegaskan bahwa dalam dunia yang terus berubah, kajian bahasa harus beradaptasi. Ketidakcukupan menghafal teori sudah jelas, kita juga perlu mengkritisi kenyataan dan mencari makna baru dari praktik bahasa yang kita alami setiap hari.

Pada akhirnya, Linguistik Disruptif tidak hanya sebatas sebuah penelitian yang mempersembahkan teori, tetapi juga berfungsi sebagai panduan konseptual untuk memahami arah perubahan bahasa di era digital. Buku ini menciptakan peluang baru dalam studi linguistik dengan menekankan pentingnya keterbukaan terhadap transformasi dan keberanian untuk keluar dari norma-norma lama. Di tengah kenyataan kebahasaan yang semakin rumit mulai dari fenomena media sosial, campur kode, hingga pergeseran norma komunikasi penulis mendorong pembaca untuk tak hanya menjadi pengamat pasif, tetapi juga sebagai aktor aktif yang mampu memahami sinyal-sinyal zaman dan meresponsnya dengan cara yang kritis.

Dengan pendekatan yang relevan dan berbasis disiplin ilmu yang berbeda, buku ini mengkomunikasikan pesan bahwa penelitian bahasa harus terus berkembang. Bahasa mencerminkan kehidupan sosial, budaya, dan teknologi yang selalu berubah, sehingga pemahaman terhadapnya juga perlu bersifat dinamis. Linguistik Disruptif menjadi simbol bahwa linguistik saat ini tidak cukup hanya bergantung pada teori-teori lama, melainkan harus berinovasi, beradaptasi, dan berpikir maju. Dalam karya ini, penulis seolah mengundang seluruh pembaca khususnya yang peduli terhadap dunia kebahasaan untuk terus belajar, mencari makna, dan membangun pengetahuan yang relevan dengan tuntutan zaman.


Linguistik Disruptif: Pendekatan Kekinian Memahami Perkembangan Bahasa

Penulis: Fathur Rokhman
Editor: Fatimah Azzahrah
Penerbit: Bumi Aksara
Tahun Terbit: 2020
Tempat Terbit: Jakrta
ISBN: 978-602-444-737-3



Sejarah Masyarakat Tionghoa Makassar dari Abad ke-17 hingga ke-20


Dalam khazanah sejarah lokal Indonesia, Makassar tak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan strategis sejak zaman lampau, tetapi juga sebagai tempat tumbuh dan berakarnya berbagai komunitas etnis, termasuk masyarakat Tionghoa. Buku Sejarah Masyarakat Tionghoa Makassar dari Abad ke-17 hingga ke-20 ini membuka tirai sejarah panjang komunitas ini dengan narasi yang kaya, mendalam, dan terperinci.

Buku ini merupakan salah satu koleksi iPusnas tentang kedatangan pedagang-pedagang Tionghoa di pelabuhan Makassar pada abad ke-17 hingga masa transisi pasca Orde Baru, berdasarkan sumber-sumber sejarah resmi, arsip kolonial, hingga catatan lokal untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat Tionghoa yang begitu kompleks namun menarik.

Di bawah kendali VOC, peran orang Tionghoa dalam perdagangan sangat menonjol, meski dibatasi oleh kebijakan kolonial. Mereka menguasai sektor perdagangan beras, arak, hingga teripang, dan menunjukkan daya tahan ekonomi yang kuat bahkan dalam kondisi penuh tekanan. Tak hanya itu, perempuan Tionghoa juga turut mengambil peran, baik dalam pendidikan anak di rumah maupun aktivitas keagamaan dan sosial di klenteng-klenteng.

Buku ini juga mencatat bagaimana masyarakat Tionghoa Makassar mengalami perubahan besar seiring dibukanya pelabuhan untuk perdagangan bagi orang asing tahun 1847. Yang menandai awal transformasi penting dalam bidang ekonomi dan sosial. Pedagang- pedagang serta pakter Tionghoa setempat didorong untuk bekerjasama dengan pedagang-pedagang lain di Singapura dan secara perlahan menerima bentuk hukum perusahaan-perusahaan gaya Barat, sehingga mereka mengambil bagian dalam perkembangan kapitalisme tipe baru. Para pedagang yang sama, kebanyakan adalah orang Peranakan, mendapatkan keuntungan dengan peraturan-peraturan baru ini dengan membeli tanah-tanah partikelir yang mereka gunakan untuk pertanian dan perkebunan kelapa di sekitar wilayah Makassar. Mereka juga menyewakan lahan perkebunan di daerah pedalaman, bahkan hingga pulau-pulau sekitar, seperti yang dilakukan masyarakat Tionghoa di Jawa, tapi dalam tingkatan yang lebih kecil. Selain itu diterbitkannya koran pertama berbahasa Melayu yang menghubungkan berbagai etnis masyarakat di kota tersebut paling sedikit di antara yang pandai membaca bahasa Melayu. Kontak dengan Singapura dan dunia luar membawa angin kapitalisme baru, memperkaya jenis usaha mereka hingga ke bidang percetakan, bioskop, dan perkebunan. Kemunculan koran berbahasa Melayu dan Tionghoa menjadi jembatan budaya antaretnis, memperkuat posisi mereka dalam struktur sosial kota.

Namun dinamika tersebut tidak selalu mulus. Pergolakan politik, kebijakan asimilasi paksa, hingga perubahan kewarganegaraan setelah 1965 membuat identitas masyarakat ini kian kabur. Penulis secara jujur mengakui bahwa sejak saat itu, sejarah masyarakat Tionghoa Makassar makin sulit ditelusuri sebagai satu entitas sosial yang utuh.

Uniknya, masyarakat Tionghoa di Makassar tetap menyebut diri mereka sebagai “orang Makassar”—sebuah pernyataan identitas yang kuat, menunjukkan keberhasilan integrasi tanpa kehilangan akar budaya. Buku ini memberi pelajaran berharga tentang toleransi, adaptasi, dan semangat kebersamaan lintas etnis di Indonesia. 


Sejarah Masyarakat Tionghoa Makassar dari Abad ke-17 hingga ke-20
Penulis : Yerry Wirawan
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit : 2013
ISBN: 978-602-424-606-8 (DIGITAL)


PRAGMATIK: Fenomena Ketidaksantunan Berbahasa

 
Oleh Nurul Astry Putry


Buku Pragmatik: Fenomena Ketidaksantunan Berbahasa adalah sebuah karya akademis yang menawarkan analisis mendalam tentang elemen ketidaksantunan dalam interaksi verbal. Ditulis oleh Kunjana Rahardi, Yuliana Setyaningsih, dan Rishe Purnama Dewi, buku ini mengintegrasikan teori pragmatik dengan kenyataan dalam praktik berbahasa di kalangan masyarakat Indonesia. Dalam perspektif pragmatik, ketidaksantunan lebih dari sekadar masalah etika dalam berbicara; ia merupakan bagian dari taktik komunikasi yang kaya akan makna sosial dan budaya.

 Dengan menggunakan metode analitis dan deskriptif, buku ini mengajak pembaca untuk memahami asal-usul ketidaksantunan dalam berbagai konteks komunikasi, baik yang bersifat formal maupun informal, lisan maupun tertulis. Fenomena ini dipaparkan bukan hanya secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai contoh nyata yang muncul dalam percakapan sehari-hari, media massa, hingga interaksi di dunia maya. Pembaca diperkenalkan pada kenyataan bahwa ungkapan yang dianggap tidak sopan sering kali mengandung strategi yang bertujuan untuk mengkritik, menyerang, atau bahkan mempertahankan kekuasaan simbolik dalam komunikasi.

 Buku ini terstruktur dalam beberapa bab yang saling terhubung. Bab-bab awal menjelaskan pengantar teori pragmatik, mencakup mafaat dan sejarahnya definisi dan prinsip. Selanjutnya, dikusi berlanjut pada penjelasan konteks temalinya, prinsip, tindak tutur dan fenomena. Di bagian akhir, buku ini memberikan analisis kritis tentang bagaimana strategi ketidaksantunan berperan dalam dinamika sosial yang kompleks, serta pengaruhnya pada kelangsungan komunikasi.

 Keunggulan utama dari buku ini adalah kemampuannya untuk mengaitkan teori dengan fenomena bahasa yang terjadi di Indonesia dengan cara yang relevan. Penulis tidak hanya menyampaikan definisi dan teori, tetapi juga menyajikan data linguistik yang aktual dan aplikatif. Dengan pendekatan yang ilmiah namun tetap dapat diakses, buku ini menjadi sumber referensi penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti linguistik, maupun siapa saja yang berminat memahami dinamika komunikasi serta etika penggunaan bahasa dalam konteks masyarakat multikultural.

 Secara keseluruhan, Pragmatik: Fenomena Ketidaksantunan Berbahasa tidak hanya menambah wawasan dalam bidang linguistik, tetapi juga mendorong pembaca untuk lebih cerdas dalam penggunaan bahasa. Di tengah era digital yang penuh potensi konflik verbal, pemahaman tentang ketidaksantunan dalam berbahasa menjadi semakin krusial. Buku ini menawarkan panduan akademis sekaligus refleksi sosial yang sesuai dengan aktivitas komunikasi sehari-hari.

Buku ini dapat ditemukan pada koleksi Layanan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar. yang menjelaskan pada pembaca tentang penggunaan komunikatif grammar untuk percakapan sehari-hari. 


Penulis: Dr. R. Kunjana Rahardi, M. Hum.; Dr. Yuliana Setyaningsih, M. Pd.; Rishe Purnama Dewi, S.Pd. M. Hum
Editor: Suryadi Saat; wibi Hardani
Penerbit: Erlangga
Tempat Penerbitan: Jakarta
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-602-434-157-2






April 9, 2025

Kisah Hidup dan Perjuangan Andi Sose

Buku : 70 Tahun H. Andi Sose (Dari Revolusi ke Militer, Wiraswasta, Dunia Sosial sampai Era Reformasi) 
Penyunting : Drs. H. Misbahuddin Achmad, MS 
Penerbit : Universitas “45” Makassar 
Tempat : Makassar 
Tahun : 2000 
Jumlah Halaman : xi + 208 
Ukuran : 14,6 x 20 cm 
ISBN : - 

Buku ini diterbitkan dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-70 H. Andi Sose. Sebuah buku autobiografi yang mengisahkan perjalanan hidup beliau dari lahir sampai diterbitkannya buku ini. Selain kisah perjalanan hidup, dalam buku ini juga ada bagian yang membahas testimony dari beberapa tokoh pejabat negara dan tokoh masyarakat dan anak anak H. Andi Sose. Diawali dengan Sambutan Ketua Umum Dewan Harian Nasional Angkatan 45, Ketua Legium Veteran RI, H. Achmad Tahir, Keua Umum PEPABRI Pusat Jend. (Purn) Try Sutrisno dan Kata Pengantar dari Editor (Penyunting). 

Buku ini dibagi menjadi 5 bagian, masing bagian terdiri dari beberapa Bab atau sub-bagian. Bagian pertama adalah Autobiografi H Andi Sose yang terdiri dari 6 bab, yang mengisahkan perjalanan hidup H. Andi Sose mulai dari masa kanak kanak di kampung Sosok, kecamatan Anggeraja, kabupaten Enrekang. Masa masa sekolah di kampung Sossok, lalu ke Makale, dan selanjutnya lanjut ke sekolah Jepang di Makassar. 

Bab bab selanjutnya dikisahkan tentang masa masa revolusi, dimana banyak terjadi pergerakan di Sulawesi Selatan, pernah menjadi Komandan Harimau Indonesia, komferensi Paccekke, dan Batalyon KGSS Massenrenpulu. Kisah hidup H. Andi Sose selama menjalani karier sebagai prajurit TNI dirangkum dalam bab ketiga. Hal penting yang dikisahkan pada bab ini misalnya bagaimana beliau menentang Kahar Muzakkar dan memimpin operasi terhadap Kahar Muzakkar. Bab kelima dibahas tentang masa masa wiraswasta dimana H. Andi Sose mulai membangun bisnisnya, sampai menjadi konglomerat dengan jumlah perusahaan yang banyak. 

Pada bab selanjutnya adalah masa masa pengabdian sosial, dimana beliau memimpin Dewan Harian Angkatan 45, menjadi pemrakarsa pendirian KKSS dan lain lain. Dikisahkan pula tentang masa reformasi dimana beliau berusaha tetap netral dalam sikap politik, namun pada beberapa partai politik nama beliau hanya dijadikan penasehat, dan bukan pengurus, bahkan beliau menjadi penasehat di beberapa partai politik. 

Pada bagian kedua sampai ke-5 adalah testimony atau kesaksian. Testimony ini diberi judul H. Andi Sose dimata para Pakar dan Ilmuwan (Prof. H.A. Zainal Abidin Farid, Prof. Ruslan Saleh, Prof. Burhamzah, Prof. Mattulada, Prof. Umar Shihab, Prof. Soetinah Soewondo). Selanjutnya H. Andi Sose dimata para pejabat negara dan tokoh masyarakat (H.Z.B. Palaguna), H. Amin Syam, H. Andi Oddang, KH. Sanusi Baco, dan H.M. Alem Bachrie. Dimata generasi muda Angkatan 45 (H. Muh. Rum, H. Syamsul Alam Bulu, H.M. Alwi Hamu, H.M. Aksa Mahmud, H.B. Amiruddin Maula, H. Misbahuddin Achmad, H. Malik B. Masri, dan H. Iskandar Zulkarnaen Latief). Kesaksian yang terakhir adalah H. Andi Sose dimata anak anak-nya. 3 orang anak kandung yang menuliskan testimony untuk ayahandanya H. A. Sose. 

Buku ini cukup lengkap membahas tentang kehidupan Andi Sose dan bisa direkomendasikan bagi pembaca atau pemustaka yang hendak menuliskan kisah hidup dan perjuangan beliau. Namun sebagaimana buku buku biografi lainnya banyak buku biografi yang ditulis dengan sudut pandang terlalu memihak, terutama jika ditulis oleh orang dekat tokoh atau bahkan oleh tokoh itu sendiri (autobiografi). Ini bisa membuat isi buku kurang objektif, terlalu menonjolkan sisi baik, dan mengabaikan sisi kontroversial atau kekurangan tokoh. 

Buku koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Dg. Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.

Masa Depan Warisan Luhur Kebudayaan Sulawesi Selatan: Mengurai akar nestapa kebudayaan

 Oleh: Fidyah Fitriani


Buku "Masa Depan Warisan Luhur Kebudayaan Sulawesi Selatan" karya Shaff Muhtamar. buku ini adalah buku yang membahas mengenai Warisan kebudayaan dari Leluhur, warisan kebudayaan biasanya berupa gagasan, ide atau nilai-nilai luhur dan juga benda-benda budaya. buku ini memberikan aspek penting dalam mencari tahu mengenai Warisan Luhur Kebudayaan di Sulawesi Selatan karena setiap masa akan mewarisi Kebudayaan dari masa sebelumnya tetapi warisan tersebut tidak selamanya akan menjadi kebudayaan dominan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat sebagai pewaris kebudayaan tersebut. Dalam buku ini di sampaikan bahwa warisan kebudayaan itu juga mengalami pertemuan-pertemuan dengan manusia lainnya yang memiliki sejarah dengan kebudayaan yang berbeda. 

Warisan kebudayaan adalah sebagai salah satu fakta dalam sejarah karena memberikan sumbangan besar bagi kemajuan peradaban manusia, seperti dalam warisan kebudayaan Yunani yang sangat signifikan dalam mempengaruhi perkembangan masyarakat barat. adapun warisan tradisi kenabian dalam dunia islam yang telah melahirkan sebuah peradaban yang sunnguh menakjubkan bagi dunia. 

Dalam buku ini membahas juga mengani warisan-warisan leluhur kebudayaan Sulawesi Selatan baik dari suku bugis, makassar, mandar, maupun toraja. buku ini akan memperlihatkan warisan dan nilai-nilai masyarakat tradisi di Sulawesi Selatan yang telah ada dalam denyut nadi kebudayaan masyarakat sejak berabad-abad yabg lalu. dalam buku ini di sampaikan bahwa adanya nilai kebudayaan maka akan mengalami transformasi dari generasi kegenerasi berikitnya yang menjadi ikatan kebudayaan bagi masa silam, masa kini, dan juga masa depan. di dalam buku ini di sampaikan juga bahwa ada Siri yang menjadi Nilai yang Universal, 

Siri' adalah salah satu nilai yang cukup penting dan sistem budaya masyarakat di Sulawesi Selatan dan nilai Siri' ini tidak hanya di dapatkan dalam masyarakat bugis, makassar tetapi juga pada masyarakat mandar dan toraja, karena siri' sudah menjadi sistem kebudayaan sulsel jauh sebelum kerajaan mengenal agama.

Buku ini dapat menjadi sumber yang akurat bagi pembaca yang ingin memahami bagaimana nilai daro kebudayaan yang dilahirkan oleh sulawesi selatan.

Buku ini merupakan koleksi dari Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di Jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala’salapang-Makassar, mengenai cara bagaimana kita dapat menggali masa lalu dan mendapatkan nilai-nilai luhur di dalam masa lalu. 

Masa Depan Warisan Luhur Kebudayaan Sulawesi Selatan: Mengurai akar nestapa kebudayaan
Penulis: Shaff Muhtamar 
Cover & Tata letak: Shaff Muhtamar
Penerbit: Pustaka Dewan Sulawesi 
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2004
ISBN:-