Judul: The Business of Communicating (Second Edition)
Penulis: John Nutting &
Gillin White
Editor: -
Penerbit: McGraw-Hill Book, Australia
Tahun
Terbit: 1990
Jumlah
Halaman: viii + 368
ISBN: 0074525336
Bahasa: Inggris
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Komunikasi
merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan manusia, terlebih dalam
dunia kerja dan organisasi. Keberhasilan seseorang dalam menyampaikan gagasan
tidak hanya ditentukan oleh apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana pesan
tersebut disampaikan dan diterima oleh orang lain. The Business of
Communicating karya John Nutting dan Gillian White hadir sebagai buku yang
membahas keterampilan komunikasi dalam konteks bisnis dan pekerjaan. Buku ini
diterbitkan oleh McGraw-Hill di Australia pada 1990 dan menjadi salah satu
rujukan dalam pembelajaran komunikasi profesional. Edisi kedua buku ini juga
tercatat sebagai bacaan yang direkomendasikan dalam mata kuliah komunikasi
efektif di Monash University.
Buku
ini memandang komunikasi bukan sekadar aktivitas berbicara, melainkan sebuah
proses yang membutuhkan perencanaan, ketepatan pesan, kemampuan mendengarkan,
serta pemahaman terhadap orang yang menjadi penerima pesan. Dalam lingkungan
bisnis, komunikasi dapat berlangsung melalui percakapan langsung, tulisan,
laporan, presentasi, maupun komunikasi dalam kelompok. Oleh karena itu,
kemampuan berkomunikasi menjadi keterampilan yang sangat penting bagi karyawan,
manajer, maupun pimpinan organisasi. Buku ini juga ditempatkan dalam bidang
communication in management dan diklasifikasikan dalam DDC 658.45, yang
menunjukkan kaitannya dengan komunikasi manajemen.
Salah
satu hal menarik dari buku ini adalah penekanannya pada komunikasi yang efektif
dan persuasif. Dalam dunia bisnis, seseorang sering kali harus meyakinkan orang
lain agar menerima gagasan, mendukung suatu keputusan, atau melakukan tindakan
tertentu. Komunikasi persuasif bukan semata-mata membujuk, tetapi juga memahami
kebutuhan penerima pesan dan menjelaskan manfaat dari gagasan yang ditawarkan.
Materi yang bersumber dari buku ini menunjukkan bahwa proses persuasi mencakup
penciptaan ketertarikan, menemukan kebutuhan, menjelaskan bagaimana kebutuhan
tersebut dapat dipenuhi, serta mempertahankan hubungan setelah tercapainya
kesepakatan.
Kelebihan
buku ini terletak pada orientasinya yang praktis. Pembaca tidak hanya diajak
memahami pengertian komunikasi, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam
situasi profesional. Buku ini berguna bagi mereka yang ingin memperbaiki cara
berbicara, menulis, menyampaikan gagasan, dan berinteraksi dengan rekan kerja.
Pendekatan semacam ini membuat komunikasi dipahami sebagai keterampilan yang
dapat dipelajari dan dikembangkan, bukan semata-mata sebagai bakat bawaan.
Bahkan pada perkembangan edisi-edisi berikutnya, buku ini tetap dikenal sebagai
panduan yang menekankan keterampilan praktis dan penerapan komunikasi di tempat
kerja.
Kelebihan
lainnya adalah cakupan komunikasinya yang cukup luas. Komunikasi dalam
organisasi tidak hanya terjadi ketika dua orang berbicara, tetapi juga melalui
rapat, laporan, presentasi, komunikasi tertulis, dan berbagai bentuk
penyampaian informasi. Karena itu, buku ini dapat membantu pembaca memahami
bahwa kesalahan komunikasi dapat berdampak terhadap produktivitas maupun
hubungan kerja. Perspektif tersebut tetap relevan hingga sekarang karena
kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, ringkas, dan tepat masih menjadi
salah satu kompetensi penting dalam dunia profesional.
Meskipun
demikian, buku ini memiliki kekurangan, terutama jika dibaca dari perspektif
komunikasi masa kini. Buku edisi 1990 tentu ditulis ketika teknologi digital,
email, media sosial, komunikasi daring, dan konferensi video belum menjadi
bagian utama kehidupan kerja. Akibatnya, pembahasan komunikasi dalam buku ini
lebih banyak berangkat dari lingkungan kerja konvensional. Perubahan teknologi
komunikasi yang sangat cepat membuat sebagian contoh dan prosedur yang
digunakan terasa kurang sesuai dengan kondisi organisasi modern. Pembaca masa
kini perlu melengkapinya dengan sumber yang membahas komunikasi digital dan
budaya kerja modern.
Kekurangan
lainnya adalah kemungkinan adanya keterbatasan perspektif dibandingkan
literatur komunikasi kontemporer. Komunikasi saat ini semakin dipengaruhi oleh
isu lintas budaya, keberagaman tenaga kerja, komunikasi virtual, remote
working, serta penggunaan berbagai platform digital. Aspek-aspek tersebut belum
menjadi perhatian utama ketika buku ini ditulis. Namun, keterbatasan tersebut
sekaligus memberikan nilai historis karena pembaca dapat melihat bagaimana
keterampilan komunikasi bisnis dipahami pada awal dekade 1990-an.
Kesimpulannya,
The Business of Communicating merupakan buku yang bermanfaat untuk memahami
dasar-dasar komunikasi profesional, khususnya dalam lingkungan bisnis dan
organisasi. Kelebihannya terletak pada pendekatan praktis, penekanan pada
komunikasi efektif dan persuasif, serta cakupan keterampilan yang dapat
diterapkan dalam pekerjaan. Kekurangannya terutama berkaitan dengan usia buku
sehingga belum membahas perkembangan komunikasi digital dan lingkungan kerja
modern. Walaupun demikian, buku ini tetap menarik dibaca sebagai dasar untuk
memahami prinsip komunikasi bisnis sekaligus sebagai gambaran mengenai praktik
komunikasi profesional pada zamannya.
.jpeg)



