Showing posts with label Sejarah Tallo. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Tallo. Show all posts

October 27, 2021

PENELITIAN DAN PENGKAJIAN NASKAH KUNO SEJARAH TALLO


Naskah atau lontarak "Patturioloanga ri tu Talloka" atau "Sejarah Tallo" adalah naskah yang ditulis dengan tulisan tangan dengan mempergunakan lontarak atau huruf lontarak Makakassar pada tahun 1930. Naskah ini memuat sejarah Kerajaan Tallo serta silsilah beberapa orang raja yang pernah berkuasa di Tallo, selain itu juga memberikan keterangan mengenai keberanian nenek moyang mengarungi lautan serta kepandaiannya baik di bidang teknik maupun kerajinan tangan lainnya seperti membuat perahu. Berikut hasil penelitian dan pengkajian naskah kuno sejarah Tallo.

  •  Pada zaman dahulu di daerah Makassar berdiri dua kerajaan yang merupakan kerajaan kembar ialah Kerajaan Tallo dan Kerajaan Goa. Kedua kerajaan ini sangat erat kekeluargaannya sehingga pejabatnya sering merangkap tugas (Raja Tallo juga merangkap sebagai Mangkubumi Kerajaan Goa).
  • Dalam naskah ini disebutkan tentang masuknya agama Islam di Sulawesi Selatan dimulai dari kerajaan kembar ini ± 1605. Setelah kedua rajanya memeluk agama Islam, maka menyusul para pejabat kerajaan bahkan seluruh rakyat dari kedua kerajaan ini. Dengan demikian maka diumumkanlah bahwa agama Islam adalah agama kedua kerajaan ini.

  • Kerajaan kembar ini (Tallo dan Goa) sudah dapat mempersenjatai dirinya dengan senjata-senjata tajam dan senjata api macam-macam ukuran hasil buatan mereka sendiri. Mereka pun telah sanggup membuat kapal perang yang disebut Gallo untuk armada mereka.
  • Kerajaan kembar ini setelah menaklukkan kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan pada waktu itu mereka pun melebarkan sayapnya ke luar. Ada pun kerajaan-kerajaan yang dapat dikuasai selain kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan antara lain: Sumbawa, Bali, Ende, Timor dan sebagainya.
  • Pada zaman itu beberapa negara asing telah pula menempatkan perwakilannya berupa Konsul Dagang di ibu kota kerajaan ini.
  • Kerajinan tangan seperti menenun kain bersulam, mengukir kayu, menuang timah dan emas untuk perhiasan dan membuat mata uang sudah dikenal di kerajaan ini.
Persahabatan atau persaudaraan kedua kerajaan ini bukan ikatan janji atau kata-kata belaka, tetapi ikatan persahabatan dan persaudaraan mereka dibuktikan dengan tindakan ikatan kawin-kawin, pejabat atau Raja Tallo yang merangkap sebagai Mangkubumi Kerajaan Goa semua ini bertujuan untuk ikatan persaudaraan antara kedua kerajaan ini. Begitu eratnya persaudaraan mereka dapat kita liat dari semboyan atau ungkapan sebagai berikut: "Sekreji ata narua karaeng", yang artinya " Namun dua raja (kerajaan) tetapi hanya satu hamba (rakyat)". Malah lebih memperkuat lagi barang siapa yang bermaksud akan memisahkan maka ia akan di bunuh.

Buku PENELITIAN DAN PENGKAJIAN NASKAH KUNO SEJARAH TALLO bertujuan mengkaji dan mengungkapkan latar belakang nilai dan isi naskah "Sejarah Tallo" dari daerah Sulawesi Selatan. Buku ini merupakan koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


PENELITIAN DAN PENGKAJIAN NASKAH KUNO SEJARAH TALLO 
Peneliti: Abdurahim Mone, A. Gani
Editor: H. Ahmad Yusuf, Suradi, I Made Purna
Penerbit: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara
Tempat Terbit:  Jakarta
Tahun Terbit: 1988

December 11, 2020

PENELITIAN DAN PENGKAJIAN NASKAH KUNO SEJARAH TALLO

Penelitian dan pengkajian naskah kuno Sejarah Tallo, memuat tentang daerah Makassar pada zaman dahulu, berdiri dua kerajaan yang merupakan kerajaan kembar yaitu kerajaan Tallo dan Kerajaan Gowa. Kedua kerjaan ini sangat erat kekeluargaannya sehingga pejabatnya sering merangkap tugas (Raja Tallo juga merangkap sebagai Mangkubumi Kerajaan Gowa). Bahkan pernah suatu ketika sepasang suami istri sekaligus menjadi penguasa di Gowa dan Tallo yaitu permaisuri sebagai Raja Tallo V sedangkan sang suami  sebagai Raja Gowa XII.

Agama Islam di Sulawesi Selatan dimulai dari kerajaan kembar ini, sekitar tahun 1605. Setelah kedua rajanya memeluk agama Islam, maka menyusul para pejabat kerajaan bahkan seluruh rakyat dari kedua kerajaan ini. Dengan demikian maka diumumkanlah bahwa Agama Islam adalah agama kedua kerajaan ini.

Kerajaan kembar ini sudah dapat mempersenjatai dirinya dengan senjata-senjata tajam dan senjata api macam-macam ukuran hasil buatan mereka sendiri, seperti badil, meriam dan mesin. Mereka pun telah sanggup membuat kapal perang yang disebut Gallo untuk pergi meyerbu musuh, dan berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan yang ada di luar di Sulawesi Selatan antara lain: Bima, Sumbawa, Bali, Ende, Timor, dan Buton. Dalam naskah ini juga disebutkan cara bercocok tanam yang mempergunakan pengairan yang diatur dan ditata rapi serta cara-cara pertanian yang sudah baik.

Kerajinan tangan seperti melebur emas untuk dibuat perhiasan dan mata uang makin ditingkatkan. Ukiran-ukiran kayu, menenun kain bersulam juga diperhalus dan ditingkatkan mutunya sehingga lebih indah dan baik.

Untuk pertahanan kerajaan, dibangunlah benteng dari batu yang cukup kokoh dan dibentuk pasukan yang tangguh dan ampuh dalam peperangan. Tidak heran apabila pasangan kerajaan kembar ini dengan mudah mengalahkan beberapa kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan dan tempat-tempat lain di luar Sulawesi Selatan.

Pada zaman itu beberapa negara asing telah pula menempatkan perwakilannya berupa Konsul Dagang di ibu kota kerajaan ini, seperti Portugis, Perancis, Belanda dan Denmarken. 

Buku PENELITIAN DAN PENGKAJIAN NASKAH KUNO SEJARAH TALLO merupakan hasil kajian dan mengungkapkan latar belakang nilai dan isi naskah Sejarah Tallo atau naskah aslinya berjudul "Patturioloanga Ri Tu Talloka" merupakan naskah yang ditulis dengan tulisan tangan dengan mempergunakan aksara lontarak atau huruf lontarak Makassar. Karena naskah ini adalah hanya naskah salinan dan bukan naskah asli, sehingga keadaan naskahnya masih utuh dan tulisannya masih jelas dan mudah di baca. Naskah atau lontarak Makassar yang disalin kembali tahun 1930. 

Buku ini merupakan koleksi referensi, layanan perpustakaan umum yang berlokasi jalan Sultan Alauddin km. 7 Tala'salapang, Makassar mengenai isi naskah Sejarah Tallo. 


PENELITIAN DAN PENGKAJIAN NASKAH KUNO SEJARAH TALLO
Penelitih: Abdurahim Mone dan A. Gani
Editor: H. Ah,ad Yunus, Suradi, Hp, I Made Purna
Penerbit: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 1988