Naskah atau lontarak "Patturioloanga ri tu Talloka" atau "Sejarah Tallo" adalah naskah yang ditulis dengan tulisan tangan dengan mempergunakan lontarak atau huruf lontarak Makakassar pada tahun 1930. Naskah ini memuat sejarah Kerajaan Tallo serta silsilah beberapa orang raja yang pernah berkuasa di Tallo, selain itu juga memberikan keterangan mengenai keberanian nenek moyang mengarungi lautan serta kepandaiannya baik di bidang teknik maupun kerajinan tangan lainnya seperti membuat perahu. Berikut hasil penelitian dan pengkajian naskah kuno sejarah Tallo.
- Pada zaman dahulu di daerah Makassar berdiri dua kerajaan yang merupakan kerajaan kembar ialah Kerajaan Tallo dan Kerajaan Goa. Kedua kerajaan ini sangat erat kekeluargaannya sehingga pejabatnya sering merangkap tugas (Raja Tallo juga merangkap sebagai Mangkubumi Kerajaan Goa).
- Dalam naskah ini disebutkan tentang masuknya agama Islam di Sulawesi Selatan dimulai dari kerajaan kembar ini ± 1605. Setelah kedua rajanya memeluk agama Islam, maka menyusul para pejabat kerajaan bahkan seluruh rakyat dari kedua kerajaan ini. Dengan demikian maka diumumkanlah bahwa agama Islam adalah agama kedua kerajaan ini.
- Kerajaan kembar ini (Tallo dan Goa) sudah dapat mempersenjatai dirinya dengan senjata-senjata tajam dan senjata api macam-macam ukuran hasil buatan mereka sendiri. Mereka pun telah sanggup membuat kapal perang yang disebut Gallo untuk armada mereka.
- Kerajaan kembar ini setelah menaklukkan kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan pada waktu itu mereka pun melebarkan sayapnya ke luar. Ada pun kerajaan-kerajaan yang dapat dikuasai selain kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan antara lain: Sumbawa, Bali, Ende, Timor dan sebagainya.
- Pada zaman itu beberapa negara asing telah pula menempatkan perwakilannya berupa Konsul Dagang di ibu kota kerajaan ini.
- Kerajinan tangan seperti menenun kain bersulam, mengukir kayu, menuang timah dan emas untuk perhiasan dan membuat mata uang sudah dikenal di kerajaan ini.
