Orang Bugis-Makassar yang selalu berkecimpung dengan air dan laut, maka sifat-sifat dinamis dari gelombang yang selalu bergerak dan tidak mau tenang itu, mempengaruhi juga jiwa dan pikirannya.
Timbulnya pepatah, syair dan pantun yang mempunyai hubungan dengan keadaan lau dan pelayaran diantaranya terpancar pada watak atau sifat suku bangsa Bugis-Makassar.
Berikut pantun Makassar
Takkunjungaq, bangun turu
Nakugunciri gulingku
Kualleangna
Tallangna natoalia
Artinya
Saya tidak begitu saja mengikuti arah angin
Tidak begitu saja memutar kemudi saya
Saya lebih suka
Tenggelam dari pada kembali
Merupakan salah satu syair (pantun) yang disadur secara bebas dalam puisi Indonesia, adalah sebagai berikut:
Kalau layar sudah terbentang
Kalau kemudi sudah terpasang
Dalam mengharung samudera lepas
Meski dihembus ombak dan gelombang
Meski diserang badai dan topan
Biarkan itu kemudi patah
Biarkan layar itu robek
Lebih baik tenggelam
Berpantang membalik haluan pulang
Artinya
Pantun diatas menjelaskan sifat-sifat yang berpantang surut dalam mencapai sesuatu tujuan dari suku Bugis-Makassar. Mereka tidak akan berhenti melaksanakan pekerjaannya sebelum cita-citanya tercapai. Disini tampak jelas betapa besarnya etos kerja suku Bugis-Makassar.
Buku SASTRA BUGIS (PANTUN) berisikan pantung, pateppung, atteppu teppung, patteppung, weluwak, sokko bampa, bosi, bunga mawarak tappallak-pallak dan pantun Bugis yang banyak mempergunakan gaya bahasa, sanjak-sanjak bandingan, perumpamaan, metafora, personafikasi, sindiran dan lain-lain.
Pantun merupakan salah satu jenis puisi Bugis yang berasal dari kampung bernama Bakkek di daerah Soppeng. Kata-kata yang dipergunakan menyusun puisi ini diberi nama "Bahasa to Bakkek". Pantun ini mula-mula berkembang diistana raja. Diciptakan oleh putra Raja Bakkek yang diberi gelar "Datu Bakkek", yang mempergunakan gaya bahasa, sanjak-sanjak bandingan, perumpamaan, metafora, personafikasi, sindiran dan lain-lain. Buku ini merupakan salah satu koleksi deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alaudddin km. 7 Tala'salapang-Makassar.
SASTRA BUGIS (PANTUN)
Penyusun: Tim Aksara
Editor: Nonci
Penerbit: CV. AKSARA
Tempat Terbit: Makassar
