Showing posts with label Pelaminan. Show all posts
Showing posts with label Pelaminan. Show all posts

April 13, 2021

LAMMING (PELAMINAN)

Pelaminan dalam bahasa Bugis disebut Lamming dan dalam bahasa Makassar disebut Paklammingang atau biasa disebut Lamming sama dengan penamaan dalam bahasa Bugis.

Pada umumnya pelaminan hanya digunakan oleh raja-raja dan keturunannya sebagai singgasana, tempat tidur, tempat upacara-upacara tertentu, upacara life cycle (lingkaran hidup). Akan tetapi dewasa ini, bukan saja digunakan oleh kalangan bangsawan saja, tetapi juga golongan orang-orang yang bukan bangsawan tetapi mereka mampu memilikinya. Jadi disinilah terlihat adanya perubahan sosial pada masyarakat Bugis-Makassar.

Pembuat lamming lambat-laun mengalami perubahan, baik dari segi bentuknya maupun perhiasannya. Sebagaimana halnya dengan pelaminan yang terbuat dari bambu yang dibagian depannya dibuatkan walasuji (=Bugis) atau lawasugi (=Makassar), yaitu bambu yang dipotong-potong dan dibelah-belah sesuai dengan kebutuhan, kemudian dianyam bersilang.

Perubahan yang terjadi pada perkembangan selanjutnya, bukan lagi kasur yang diletakkan dalam lamming, tetapi tempat tidur yang dibagian depan dan sampingnya dibuatkan walasuji atau lawasugi. Hiasan yang tadinya dari daun lontar diganti dengan kertas yang berwarna-warni.

Demikian juga pelaminan yang terbuat dari kayu yang dihiasi ukiran atau pahatan, dibuat seperti tempat tidur yang agak ditinggikan kemudian diatasnya ditaruh kasur. Tinggi rendahnya ukuran pelaminan ini disesuaikan dengan status sosial pemakainya yang berdasarkan keturunan. Berikut jenis-jenis pelaminan (lamming):

  1. Lamming dewasa atau lamming rewata (pelaminan dewa)
  2. Lamming tudangeng atau lamming pammempowang (pelaminan tempat duduk)
  3. Lamming attinrong atau lamming katinrowang (pelaminan tempat tidur)
  4. Lamming ananak atau lamming anak-anak (pelaminan untuk upacara 40 hari bayi)
Peralatan pelaminan disesuaikan dengan upacara yang akan diadakan. Lamming pada umumnya berbentuk segi empat, kecuali lamming dewata ada yang berbentuk segi delapan.

Sebelum peralatan lamming dipasang, terlebih dahulu dilakukan upacara yang disebut mappanre lamming artinya memberikan sesajen untuk lamming, nicerak yaitu mengadakan kurban hewan untuk kepentingan acara sesajen. Berikut kelengkapan-kelengkapan lainnya untuk upacara:
  1. Beras sigantang atau empat takar
  2. Pessepelleng atau kanjoli
  3. Rekko ota massulekka
  4. Alosi atau rappo
  5. Ittellok manuk atau bayao jangang
  6. Golla callak atau golla eja
  7. Kaluku atau kelapa
Buku LAMMING (PELAMINAN) membahas tentang sejarah singkat pelaminan, jenis-jenis pelaminan, fungsi pelaminan serta peralatan pelaminan. Buku ini merupakan koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


LAMMING (PELAMINAN) 
Penyusun: Ny. Aminah Pabittei. H., Ny. Rukmini Abd. Kadir, A. Makmun Badaruddin
Penerbit: Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Sulawesi Selatan
Tempat Terbit: Ujung Pandang
Tahun Terbit: 1977