Makam Datuk Sulaeman atau yang juga dikenal dengan gelar "Waliyullah Al Arif Billah Al Imam Datuk Sulaeman" adalah merupakan salah satu makam tokoh penyiar Islam yang terletak di Desa Patimang, Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara. Makam tersebut hingga kini banyak dikunjungi masyarakat, baik masyarakat lokal maupun masyarakat dari luar kabupaten, bahkan provinsi.
Peziarah atau pengunjung yang datang berziarah ke Makam Datuk Sulaeman dilandasi beberapa persepsi atau pandangan, antara lain: 1) Makam Datuk Sulaeman merupakan tempat yang dapat memberi “arti” bagi peziarah, dengan kata lain bahwa berkat keyakinannya, seorang peziarah dapat menemukan "sesuatu" yang diharapkannya. 2) Makam Datuk Sulaeman adalah tempat yang bisa memberi harapan hidup yang lebih baik dari sekarang. Bagi peziarah yang percaya dan ternyata berhasil dalam menjalankan usahanya, maka persepsi tersebut semakin kuat. 3) Persepsi yang mengatakan bahwa Makam Datuk Sulaeman merupakan tempah untuk meminta rezeki, adalah keliru dan salah besar. Sebab jika sekiranya terdapat peziarah yang berhasil dalam usahanya setelah memanjatkan doa dan permohonannya di Makam Datuk Sulaeman, itu adalah kehendak Allah Yang Maha Kuasa, bukan karena makam tersebut. 4) Peziarah berkeyakinan, bahwa Makam Datuk Sulaeman merupakan tempat untuk mendoakan arwah atau leluhur yang telah meninggal agar diberi tempat yang layak di sisi Allah swt. 5) Makam Datuk Sulaeman merupakan tempat sakral dan suci. Karena itu, tujuan utama berkunjung ke makam tersebut hanyalah semata untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah swt. Sebab bagi mereka, mendoakan orang yang sudah meninggal merupakan perbuatan yang baik.
Dari berbagai persepsi atau pandangan peziarah yang telah dikemukakan itu, mendorong mereka berkunjung ke makam dengan berbekal motivasi tersendiri. Di antara mereka ada yang termotivasi dengan prinsip, bahwa berkunjung ke Makam Datuk Sulaeman karena sesuai sunnah nabi, bahwa orang-orang yang berziarah ke makam leluhur, orang tua dan para wali yang menyebarkan agama Islam, adalah merupakan pahala. Motivasi lainnya adalah, karena adanya getaran emosi keagamaan yang menuntun manusia melakukan aktivitas religius, termasuk melakukan ziarah. Di samping itu ada pula yang termotivasi karena adanya berbagai maksud atau tujuan, seperti untuk melakukan doa atau memohon kepada Allah SWT atas berbagai keinginan atau niat, seperti permohonan agar dibukakan pintu rezki dan dimudahkan dalam pekerjaan. Melaksanakan nazar atau melepas hajat sebagaimana yang pernah diucapkan sebelumnya, adalah juga merupakan motivasi tersendiri bagi mereka untuk melaksanakan ziarah.
Dengan adanya persepsi dan motivasi yang melandasi peziarah terhadap Makam Datuk Sulaeman, dari sisi spiritual membuktikan, bahwa manusia dalam melaksanakan upayanya, tidak hanya bermodal pada upaya jasmani. Namun upaya batiniyah menunjukkan bahwa manusia tidak berdaya dalam memenuhi kebutuhannya. Karena itulah manusia mencari hubungan dengan kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa dalam memenuhi kebutuhannya.
Mengenai dampak yang ditimbulkan dari keberadaan Makam Datuk Sulaeman terhadap kehidupan peziarah, juga beragam. Di antara mereka ada yang mengatakan, bahwa kekuatan gaib yang dipancarkan oleh arwah tokoh atau leluhur yang berada pada makam itu dapat membantu melepaskan berbagai permasalahan hidup. Di sisi lain ada pula yang mengatakan, bahwa dampak yang sangat dirasakan setelah melakukan kunjungan ziarah adalah adanya rasa syukur yang mendalam, karena doa yang dilakukan di tempat makam dikabulkan Allah SWT.
Bagi masyarakat sekitar, keberadaan makam Datuk Sulaeman, juga telah membawa dampak yang sangat besar, hal mana terlihat dari adanya perkembangan pada wilayah bersangkutan yang semula dikategorikan sebagai desa yang sulit dijangkau karena prasarana jalannya yang kurang memadai, kini menjadi desa yang mudah diakses. Semua ini dapat dilihat dari adanya pembangunan infrastruktur jalan berupa jalan aspal maupun jalan beton yang menghubungkan pusat kecamatan dengan Desa Patimang. Demikian pula kondisi jalan menuju kompleks makam, juga sangat mudah diakses setelah dilakukannya pembangunan jalan beton.
Tumbuhnya rasa solidaritas atau rasa kebersamaan yang tinggi di kalangan masyarakat, juga merupakan salah satu dampak yang dirasakan masyarakat dari keberadaan makam tersebut. Ini terlihat ketika diselenggarakannya kegiatan adat Maggawe Samampa (ziarah ke Makam Datuk Sulaiman yang dihadiri oleh segenap lapisan masyarakat, khususnya masyarakat setempat). Pada acara tersebut, selain dilakukan pembacaan doa bersama, dzikir berjamaah dan tausyiah, di akhir acara sebagai simbol asseddi-seddingeng (kebersamaan) juga dilangsungkan acara makam bersama sebagai tanda ke syukuran kepada Allah SWT atas rezeki, rahmat dan hidayat yang diberikan.
Buku BUDAYA SPIRITUAL MAKAM DATUK SULAEMAN membahas sejarah singkat Datu Sulaeman dan makamnya, juga memaparkan bagaimana persepsi masyarakat sekitar terhadap Makam Datuk Sulaeman, serta motivasi peziarah berkunjung ke Makam Datuk Sulaeman dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat peziarah dan masyarakat sekitar. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.
Di Kabupaten Luwu Utara
Penulis: Ansaar
Editor: Anwar Nasyaruddin
Penerbit: Pustaka Refleksi
Tempat Terbit: Makassar
Taun Terbit: 2016
ISBN: 978-979-3570-87-7
