Showing posts with label Lontarak Attoriolong. Show all posts
Showing posts with label Lontarak Attoriolong. Show all posts

March 2, 2021

TRANSLITERASI DAN TERJEMAHAN LONTARA ATTORIOLONG

 


Lontarak adalah suatu karya sastra orang Bugis yang sudah memasyarakat ditengah-tengah masyarakat Bugis sejak zaman dahulu. Lontarak mempunyai sifat-sifat tertentu yang perlu diketahui dan diperhatikan.

Transliterasi Lontarak Attoriolong adalah transliterasi dari lontarak yang berbahasa Bugis dengan huruf lontarak kehuruf latin. Bahasa Bugis dalam lontarak atau surek-surek itu adalah bahasa lama yang tidak menyerupai bahasa sehari-hari, maka timbullah beberapa masalah kebahasaan dalam perlambang bunyi dan pemisahan kata.

Transliterasi dimulai dengan memahami tulisan, karena tulisan lontarak tua biasa tidak jelas batas kata-katanya. Kemudian menulis ulang sambil memperbaiki kemungkinan letak spasinya. Ada kalanya tulisannya dianggap salah tulis, kekurangan dan kelebihan huruf. Oleh karena itu transliterasi harus saling sesuai bunyi tulisan aslinya disamping harus dibenarkan yang salah, ditambah yang kurang dan ditandai yang berlebih.

Buku TRANSLITERASI DAN TERJEMAHAN LONTARA ATTORIOLONG bersumber dari naskah tua koleksi Kantor Bidang Sejarah dan Nilai Tradisional Kanwil Depdikbud Provinsi Sulawesi Selatan, yang berisikan tentang:
  • Hadat Timurung pergi ke Pammana
  • Peperangan antara Wajo dengan Sakkolik
  • Peperangan antara Wajo dengan Gilireng
  • Peperangan antara Wajo dengan Macanang, Palippu serta Lipuang
  • Perjanjian Arung Matowa dengan Luwu
  • Perselisihan Luwu dengan Sidenreng
  • Perang antara Luwu dengan Bone
  • Peneki minta seorang raja di Wajo
  • Bone didampingi Gowa menyerang Bone dan Soppeng
  • Perjanjian Tellumpoccoe, Bone anak sulung, Wajo anak tengah dan Soppeng yang bungsu
  • Adat kebiasaan dan adat ketetapan Wajo
  • Bone, Soppeng dan Wajo berikrar bersama
  • Kalau bicara baik, dua puluh macam kebaikan memasuki negeri
  • Permulaan membuka tanah di Kanyuarsa Sidenreng
  • Keturunan-keturunan Raja-Raja Pammana
  • Attoriolong di Bone
  • Harta warisan di Pammana
  • Pesan-pesan Loppoolu dengan To Addinae
  • Pesan-pesan To taba
  • Penyakit dan hama penyakit serta penyebabnya
  • Lima macam peraturan pinjam-meminjam yang dinamakan: bagi laba, utang terputus, samatula, piso tareng dan peloloang.
  • Pesan mengenai ketertiban
  • Pesan nenek Allomo kepada Addatuang Sidenreng
  • Perkebunan di Lapallawa, kebun Daeng Marakka di Tonrong Bellek
  • Pappasenna Datok Bandang, matinroe ri Nagauleng dan Arung Penra
  • Attoriolong di Pammana
  • Attoriolong di Mampu
  • Pusaran dan keadaan kayu yang baik dan tidak baik dijadikan bangunan atau perahu
  • Keadaan tanah perumahan yang baik dan tidak baik
  • Keadaan, tanda-tanda, perlengkapan dan pusaran kayu perahu yang baik dan tidak baik
  • Bermacam-macam penyakit serta obatnya
  • Pesan-pesan Puang ri Maggalatung
  • Susunan Arung Matowa di Wajo
Buku ini merupakan koleksi layanan deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi dalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala’salapang-Makassar untuk melestariakan salah satu nilai budaya yang sudah hampir puna serta untuk memasyarakatkan kembali lontarak bagi masyarakat Bugis dan memperkenalkan kepada masyarakat luar.


TRANSLITERASI DAN TERJEMAHAN LONTARA ATTORIOLONG
Penulis: Muhammad Salim, Mappasere, Muhammad Ali Sakka, Nur Asia Rachman
Penerbit: Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan
Tahun Terbit: 1996