Showing posts with label Lancirang. Show all posts
Showing posts with label Lancirang. Show all posts

October 3, 2022

SEJARAH SINGKAT KELURAHAN LANCIRANG

Nama Lancirang berasal dari nama sejenis burung yang di kenal oleh kebanyakan orang namanya burung Lancirang atau umumnya dikenal oleh masyarakat disebut burung kutilang. Burung kutilang ini manakala berbunyi ekornya terungkit, dan terungkit naik turun, hal itulah yang disebut oleh kebanyakan orang Bugis sebagai Lancirang dan untuk memperhalus ucapan bahasa itu, maka orang menyebut "Manu-manu Lancirang".

Asal usul dari pada pemerintahan pertama-tama yang memangku Jabatan di Lancirang itu berasal dari sebuah perkampungan di dekat Kota Pare-Pare (sekarang) yaitu sebelah Utara dan di sebelah Barat Sungai PadangngE (Salo PadangngE). Tempat itu jagalah dihuni oleh burung Kutilang dan Raja - Raja yang antara lain Petta MayoroE yaitu Raja yang berpangkat Mayor.

Pada zaman sebelum merdeka yaitu pada zaman kerajaan Bugis yang biasa disebut Parenta Ogi, pada waktu itu Lancirang sebagai salah satu Kampung sebagaimana lazimnya sebuah Kampung lainnya diperintah oleh seorang Kepala, pada waktu itu di Kepalai oleh seorang yang bernama WA LAMBA.

WA LAMBA memangku Jabatan tidak seberapa lamanya, kemudian di gantikan oleh seorang yang bernama LA BEDDU yang waktu itu lebih populer di sebut namanya dengan panggilan WA BEDDU.

Pada zaman penjajahan Belanda (Pemerintahan Belanda) WA BEDDU memangku Jabatan sebagai Kepala Kampung dan nanti pada waktu ini baru di mulai diadakan pembangunan yang berupa pembukaan jalan-jalan raya kemudian jembatan-jembatan. 

Adapun orang-orang yang di dukung oleh Raja-Raja itu adalah orang-orang yang mempunyai kelebihan terhadap Raja seperti misalnya pemberani atau karena Raja itu pernah ditolong oleh orang itu sehingga untuk membalas utang budinya, salah satu jalan adalah mendukung orang itu untuk menjadi Kepala Kampung. Atau orang itu berjasa dalam melaksanakan tugasnya yang ditugaskan seperti menyelamatkan harta benda Raja dengan jalan menjaga dan memperbanyak melalui usahanya sendiri. Hal inilah yang di lihat oleh Raja untuk menjadi seorang pemimpin Kepala Kampung Lancirang. 

Sejak zaman Belanda Kampung Lancirang ini sudah di bagi dalam beberapa bagian Kampung kecil antara lain Sumpang Mango. Menurut sebagian orang, dahulu kala di tempat ini pernah berdiam seorang yang sangat perkasa dan mempunyai beberapa ekor anjing dan menganggap anjing itu sebagai penjaganya sehingga pada waktu-waktu tertentu manakala memanggil anjingnya suaranya sangat keras sehingga suara panggilannya itu terdengar sampai di Daerah Wajo yaitu di Belawa yang kita kenal sekarang. 

Orang itu di anggap mulia sehingga di panggil sebagai Raja yang di Petta LairungngE. Gelar ini di berikan karena pada waktu di makamkan di bawah sebuah pohon besar selalu ada burung Lairung yang bertengger di atasnya. SoppaE adalah sebuah bagian dari Lancirang yang letaknya sekarang di perbatasan Belawa. Kemudian Padangloangnge yang merupakan ibu Kota Samang Langi. Pada tahun 1966 Kampung Lancirang berubah menjadi Wanua Lancirang.

Buku SEJARAH SINGKAT KELURAHAN LANCIRANG memuat asal mulanya, latar belakang, peristiwa-peristiwa penting, silsila dan demografi. Buku ini salah satu koleksi Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


SEJARAH SINGKAT KELURAHAN LANCIRANG
Penyusun: Ambo Tang
Penerbit: Departemen P dan K Kecamatan Dua Putue
Kabupaten Sidenreng Rappang
Tempat Terbit: Tanrutedong
Tahun Terbit: 1996