Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

May 9, 2025

Obrolan Urban: Tiada Ojek di Paris Karya Seno Gumira Ajidarma

Obrolan Urban: Tiada Ojek di Paris Karya Seno Gumira Ajidarma


Oleh: Nabila Wulandani


Obrolan Urban: Tiada Ojek di Paris Karya Seno Gumira Ajidarma


Pendahuluan

Obrolan Urban: Tiada Ojek di Paris karya Seno Gumira Ajidarma muncul sebagai kumpulan esai dan kisah pendek yang mengeksplorasi dinamika kota dengan sudut pandang segar. Terbit pada tahun 2015 oleh Penerbit Mizan buku ini menggabungkan pengalaman personal penulis saat menjelajah kota Paris dengan refleksi tentang realitas urban Indonesia. Judul yang menggelitik memberi sinyal bahwa apa yang biasa ditemukan di Jakarta terasa asing di kota mode dunia. Pembaca diajak menyelami obrolan ringan yang dibumbui keheranan, tawa, sekaligus kritik sosial. Gaya penceritaan Seno yang lugas dan jenaka membuat setiap kata terasa akrab dan memancing rasa ingin tahu lebih dalam.

Seno menghadirkan suasana kafe dan sudut jalan Paris sebagai panggung dialog antara dirinya dan berbagai narasumber tak terduga. Setiap halaman menampilkan potret kota global yang ideal dihadapkan dengan kondisi urban di Indonesia yang ramai namun kompleks. Tema perpindahan, mobilitas, dan budaya lokal menjadi benang merah yang mengikat bab demi bab. Melalui kombinasi esai, catatan perjalanan, dan fiksi pendek penulis menciptakan ritme baca yang dinamis. Sinopsis ini akan mengurai bagaimana buku ini membentuk gambaran urban penuh warna.


Isi

Bagian awal buku menampilkan cerita tentang ketika Seno mencari ojek yakni transportasi ikonik Jakarta, namun hanya menemukan trotoar berlapis dan tak satu pengendara pun. Kejadian sederhana ini berkembang menjadi renungan tentang identitas kota dan batasan budaya. Penulis lalu menelusuri sudut-sudut Paris, mencatat kebiasaan warga, arsitektur, dan cara berinteraksi di ruang publik. Interaksi dengan barista kafe, sopir metro, hingga gelandangan kota memunculkan beragam suara urban. Semua kisah diceritakan tanpa kesan menggurui, tetapi justru mengundang pembaca ikut mengamati.

Di bagian tengah pembaca disuguhkan fragmen cerita yang menggabungkan humor dan ketajaman kritik sosial. Seno menggambarkan antrean panjang di museum serta kebiasaan orang Paris nongkrong di trotoar sambil menyeruput kopi. Kemudian ia membandingkan rutinitas ini dengan keramaian terminal ojek di Jakarta yang penuh hiruk pikuk tawar-menawar harga. Cerita-cerita singkat itu menegaskan bahwa tiap kota punya “ritme” sendiri yang membentuk perilaku warganya. Gaya bahasa penulis yang ringan memudahkan pembaca merenungkan persamaan dan perbedaan budaya.

Keunikan Obrolan Urban terletak pada cara Seno menyulap pengalaman harian menjadi obrolan yang hangat dan berlapis makna. Ia tidak sekadar bercerita tentang perbedaan kota, tetapi juga menyorot kesamaan kebutuhan manusia akan kebersamaan dan kecepatan hidup. Perpaduan esai, catatan perjalanan, dan fiksi pendek menciptakan struktur antologi yang hidup. Judul-judul bab sering kali provokatif sehingga memancing senyum dan tanya. Pilihan kata sederhana namun kaya gaya sastra membuat buku ini layak dibaca ulang.


Penutup

Secara keseluruhan Obrolan Urban: Tiada Ojek di Paris menawarkan pengalaman baca yang menyegarkan sekaligus menggugah kesadaran tentang makna “kota” dalam kehidupan modern. Buku ini cocok bagi siapa saja yang ingin memandang ulang rutinitas sehari-hari lewat lensa penulis kreatif. Melalui kisah ringan dan peka, pembaca diundang untuk menemukan keajaiban kecil di kotanya sendiri. Sinopsis ini diharapkan memicu minat untuk menyusuri lembar demi lembar obrolan urban yang penuh kejutan. Buka buku ini dan biarkan Seno membawa Anda berkeliling dunia tanpa batas.


Buku ini dapat pembaca temukan pada koleksi deposit yang berada di lantai dua Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di Jalan Alauddin Kota Makassar. 


Informasi Buku

Judul Buku: Obrolan Urban Tiada Ojek di Paris 
Karya: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit: Penerbit Mizan
Tahun: 2015


April 21, 2020

TEMPAT-TEMPAT SENI ISLAM DIPAMERKAN

Bays Al-Qur'an dan Museum Istiqlal, Jakarta

Tempat-tempat seni Islam dipamerkan di negara-negara mayoritas Islam seperti museum Islam di Jakarta, Qatar, Teheran, Kuala Lumpur, Karo, Istanbul, dan  Kuwait. Eropa seperti museum Islam di London, Dublin, Paris, Berlin, Konpenhagen, dan St. Patersburg. Serta Amerika Serikat seperti museum Islam di Washington DC dan  New York.

NEGARA-NEGARA MAYORITAS ISLAM
Bays Al-Qur’an dan Museum Istiqlal, Jakarta (1997)
Terletak di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Gedung dengan 3,5 lantai ini terdiri dari dua bagian.: Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal. Koleksi Bayt Al-Qur’an meliputi manuskrip Al-Qur’an, Al-Qur’an cetakan, terjemahan dan tafsir Al-Quran serta karya seni dan tradisi Qur’an. Museum Istiqlal menyajikan koleksi karya senin budaya bangsa Indonesia yang bernafaskan Islam, antara lain manuskrip keagamaan, tekstil, nisan, seni rupa tradisional, seni rupa modern serta warisan budaya Islam lainnya.

Museum Seni Islam, Doha

Museum Seni Islam, Doha, Qatar (2008)
Menampung karya-karya karya-karya seni Islam dari abad ke-7 sampai ke-19, termasuk tekstil, keramik, manuskrip logam, kaca, gading, dan batu berharga.

Museum Iran Bastan, Teheran
Museum nasional ini kini menggabungkan dua museum yang sama-sama mengurus arkeologi purba dan banyak artefak pra Islam maupun pasca-Islam.

Museum seni Islam, Kuala Lumpur
Koleksi lebih dari 7.000 artefak ini bertujuan representatf seni dunia Islam. Penekanan diberikan kepada karya-karya dari India, Cina dan Asia Tenggara.
Museum Seni Islam, Kairo
Museum seni Islam yang telah direnovasi menyimpan koleksi lebih dari 100.000 barang yang kebanyakan berasal dari Mesir dan dihasilkan dari abad ke-7 sampai abad ke-19.
 
Pintu Masuk ke Museum Istana Topkapi, Istanbul

Museum Istana Topkapi, Istanbul
Dibangun di abad ke-15 dan pernah menjadi kediaman para sultan Utsmaniyah, Istana Topkapi ini merupakan salah satu museum seni Islam paling terkemuka di dunia. Museum tersebut menyimpan koleksi terbaik lukisan manuskrip, keramik, pakaian, dan perhiasan.

Museum Seni Turki dan Islami, Istambul
Istana Ibrahim Pasha sekarang menjadi penampungan koleksi seni Islam sebanyak 40.000 barang, dan terutama terkenal karena permadani-permadani kelas dunianya.

Museum Tareq Rajab, Hawelli, Kuwait
Museum ini menampung koleksi pribadi keluarga Rajab, sekitar 10.000 barang sebagai pajangan permanen. Koleksi ini selamat dari serbuan Irak tahun 1990, dan Museum Kaligrafi Islam se sebelahnya dibuka pada tahun 2007.

EROPA
British Museum, London
Koleksi Islam museum ini, yang berpusat di John Addis Gallery, mencakup karya-karya seni dari seluruh masa sejarah Islam. Museum ini sangat aktif mengumulkan karya Islam kontemporer.

Victoria and Albert Museum, London
Jameel Galery di V & A berisikan lebih dari 400 barang dari koleksi 10.000 buah yang berasal dari seluruh penjuru dunia Islam. Bintang kebanggaan koleksi mengagumkan ini adalah permadani Arabil, permadani tertua dengan usia diketahui yang masih ada.

Chester Beatty Library, Dublin
Didirikan oleh pengoleksi dan orang kaya Amerika, koleksi ini dihibahkan kepada Republik Irlandia sat Chester Beatty meninggal pada tahun 1968. Kebanggaan bagian Islamnya adalah salinan-salinan Al-Qur’an Mamluk, juga berbagai lukisan Utsmaniyah, Persia dan India.

Musée du Louvre, Paris
Sejak tahun 2010, barang-barang dari Departemen Islam di Louve dapat ditemukan di ruang pamer di Cour Visconti. Tiga ribu barang bisa dipajang di bangunan yang baru.

Museum fúr Islamische Kunst (Museum Seni Islam), Berlin
Dekorasi arsitektur Islam sangat menonjol dalam koleksi ini, yang ditampung di sayap selatan. Pergamonmuseum. Beberapa contoh menonjol antara lain bagian muka dari Istana Mshatta, mihrab abad ke-13 dari Konya dan Kashan, dan Ruang Aleppo.

The David Collection, Konpenhagen
David Collection didirikan oleh pengacara Denmark Ludviq David di rumah turun-temurung keluarganya. Sejak ia wafat pada tahun 1960, koleksinya berkonsentrasi pada pengumpulan karya-kaya seni Islam berkualitas menonjol, sehingga kini telah terkumpul 2.500 karya.

Museum Warisan Negara, St Petersburg
Koleksi seni Islam menyimpan karya-karya dari Iran, Mesir, Suriah, dan Turki. Koleksi tersebut mencakup lebih dari 750 karya perunggu Iran, juga tekstil, keramik, lukisan manuskrip, tembikar kaca, dan persenjataan Islam.

AMERIKA SERIKAT
Freer and Sackler Galleries di Smithsonian, Washington, DC
Smithsonian adalah salah satu tempat terbaik untuk melihat seni Islam di Amerika Serikat. Koleksi dengan lebih dari 2.200 barang ini terutama menonjol dalam hal keramik dan manuskrip berilustrasi.

Metropolitan Museum of Art, New York
Galeri Islam “Mat” menampilkan sebagian dari koleks berharganya yang terdiri atas 12.000 barang, antara lain keramik, kaligrafi, dan kriya logam.

Los Angles Country Museum of Art
Ada lebih 1.700 potong karya Islam di museum ini, yang dengan demikian menjadikannya koleksi penting seni Islam di AS. Museum ini menonjol antara lain dalam  bentuk seni gerabahdan ubin Iran, serta seni kitab Turki.


ENSIKLOPEDIA SENI DAN ARSITEKTUR ISLAM
Pembaca Asli edisi terjemahan: Azyumardi Azra dan Sirojuddin
Kontributor teks edisi terjemahan: Budi Sulistiono
Penerbit: Erlangga