Showing posts with label Istana Tamalate. Show all posts
Showing posts with label Istana Tamalate. Show all posts

March 16, 2021

MENGENAL ISTANA TAMALATE RUMAH ADAT SUKU MAKASSAR SEBAGAI BUDAYA BANGSA

Sejak awal berdirinya abad XIII (tahun 1300 Masehi), Kerajaan Gowa sudah memiliki dan mengembangkan budaya yang tak ternilai serta mempunyai latar belakang sejarah tersendiri. Secara kronologis Kerajaan Gowa di Celebes mempunyai level periode yang sama dengan beberapa kerajaan tua di pulau Jawa dan Sumatera, seperti Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sriwijaya serta dukungan kesamaan kepercayaan yaitu Hindu-Budha yang datang dari India melalui Malaya, Sumatera dan Jawa.

Kerajaan Gowa diprakarsai oleh para arsitek dari Kepala Pemerintah Sembilan Kerajaan Kecil bersama seorang Paccalla yang dapat mempertimbangkan segala hasil musyawarah dari ke sembilan Kepala Pemerintahan. Dalam Lontara' Patturioloanga ri Gowa serta diperkuat oleh salah satu tulisan berbahasa Belanda yang tidak diketahui nama penulisnya berjudul "Eenige Historische Stukken Uit den Ra'pang" disebut bahwa kesembilan Kepala Pemerintahan tersebut: "Kasuwiang ri Tombolo', Lakiyung, Samata, Parang-Parang, Data, Agang Je'ne, Bisei, Sero' dan Kalling" inilah yang disebut "Bate Salapang ri Gowa".

Bate Salapanga dan Paccallaya sangatlah sedih lantaran diantara mereka tidaka ada yang bersedia menjadi Kepala Pemerintahan (Raja). Namun kemasygulan hati mereka telah ditolong oleh Dewata dengan kehadiran "Tumanurunga" Putri Ratu Karaeng Bainea yang datang dengan tiba-tiba dan penuh teka-teki. Sejarah tidak pernah bercerita banyak tentang asal-usulnya, hanya dikatakan bahwa Tumanurung turun dari kayangan (langit) bersama Tokenna (kalung emas), Panne Jawana (piring Jawanya) serta rumahnya yang terdiri dari lima petak (bilik) didekat Taipa Jombe-jombea. Setelah berunding maka sepakatlah Bate Salapanga dan Paccallaya untuk mengangkat pemimpin yang dianggap Tumanurunga itu sebagai Raja (Somba) pertama di Gowa.

Setelah Gowa resmi menjadi sebuah kerajaan dan telah mempunyai Raja atau Somba, maka Paccallaya bersama Bate Salapanga (Kasuwiang Salapanga) membangun sebuah istana yang terdiri dari sembilan petak di Taka' Bassia untuk Tumanurunga Putri Ratu Karaeng Bainea Somba ri Gowa. Istana itu diberi nama "Tamalate" (tidak layu) karena daun-daun dari kayu katangka yang dijadikan tiang istana belum layu sewaktu istana tersebut selesai dibangun dan ditempati.

Istana Tamalate merupakan singgasana Tumanurunga yang dipersunting oleh Karaeng Bayo atas dukungan Paccallaya dan Bate Salapanga sebagai alternatif daripada kelangsungan turunan raja-raja dan para bangsawan serta masyarakat Gowa yang sampai saat ini tersurat dalam naskah Lontara' Patturioloanga ri Gowa dan naskah yang ditulis dalam bahasa Belanda dan Inggris yang telah berhasil ditranskripsi.

Lokasi atau tempat Istana Tamalate yang kini tinggal kenangan sejarah berada disekitar makam raja-raja Gowa seperti Raja Gowa XV I Mannuntungi Daeng Mattola yang bergelar Sultan Malikussaid dan Putra Mahkotanya I Mallombasi Daeng Mattawang yang kita kenal bergelar Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI dan lain-lainnya. Tempat itu pula diberi nama "Bukit Tamalate". Setelah Sultan Hasanuddin memperoleh penghargaan sebagai Pahlawan Nasional, maka kompleks makam raja-raja tersebut dinyatakan sebagai Kompleks Makam Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin.

Untuk pengembangan dan pelestarian sejarah serta budaya para leluhur dimasa silam, maka Pemda Tingkat II Gowa membangun duplikasi dan mengabadikan nama Istana Tamalate sebagai bukti dari kepedulian terhadap nilai-nilai luhur budaya kepada generasi mendatang. Istana Tamalate yang kini berdiri dengan megahnya berdampingan dengan Museum Balla Lompoa di Kota Sungguminasa. 

Buku MENGENAL ISTANA TAMALATE RUMAH ADAT SUKU MAKASSAR SEBAGAI BUDAYA BANGSA membahas tentang konsep dasar pembangunan Istana Tamalate, luas dan ciri-ciri serta waktu pelaksanaan bangunan Istana Tamala, beberapa persamaan dan perbedaan Istana Balla Lompoa dan Istana Tamalate, ciri-ciri rumah adat Makassar, serta penertiban dan pengawasan bangunan rakyat. Buku ini merupakan salah satu koleksi layanan deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


MENGENAL ISTANA TAMALATE RUMAH ADAT 
SUKU MAKASSAR SEBAGAI BUDAYA BANGSA 
Penyusun: Muh. Yusuf Pole, Abd. Chalik Mone, H. Hannabi Rizal
Editor: Abd. Samad Chalik
Tempat Terbit: Gowa
Tahun Terbit: 1998