Showing posts with label Ideologi. Show all posts
Showing posts with label Ideologi. Show all posts

May 9, 2025

Buku Peyempuan 2 Karya @peyemp

Buku Peyempuan 2 Karya @peyemp


Oleh: Nabila Wulandani


Buku Peyempuan 2


Pendahuluan

Buku Peyempuan 2 karya @Peyemp yang terbit pada tahun 2014 oleh Transmedia Pustaka membawa pembaca ke dalam ruang narasi yang penuh warna emosi perempuan modern. Sejak halaman pertama pembaca disambut dengan suara hati tokoh utama yang jujur dan terbuka tentang kerentanan dan kekuatan diri. Gaya penulisan lugas namun puitis membuat setiap kalimat mudah dicerna namun menyimpan makna mendalam. Tema-tema seperti cinta luka dan kebebasan batin diangkat secara personal sehingga terjalin ikatan emosional yang kuat antara teks dan pembaca. Sinopsis ini akan memandu pembaca mengenal alur dan nuansa utama yang ditawarkan oleh kumpulan kisah ini.

Setiap cerita dalam buku ini berdiri sendiri sekaligus saling melengkapi dalam peta perjalanan jiwa perempuan. Pembaca akan menemui dialog yang terasa seperti bisikan teman dekat sekaligus luapan pikiran terdalam. Narasi berjalan tanpa polesan berlebihan namun tetap memikat melalui pilihan kata yang padat. Kejujuran penulis dalam menggambarkan luka dan harapan membuat bacaan terasa otentik. Sinopsis berikut akan menguraikan garis besar isi cerita dan rasa unik yang ditawarkan buku ini.


Isi

Pada cerita pertama pembaca diajak memahami kegelisahan tokoh utama yang baru saja keluar dari hubungan yang menyakitkan. Emosi duka dan rindu tergurat dalam setiap dialog singkat dan monolog batin. Lembaran berikutnya menampilkan kegembiraan sesaat saat menemukan cinta yang tulus dan kegamangan menghadapi harapan baru. Kerumitan perasaan ditangani dengan bahasa yang sederhana sehingga pembaca dapat merasakan denyut nadi karakter. Alur cerita bergulir cepat namun tidak memberi kesan terburu buru.

Di bagian tengah buku tema luka masa lalu dan upaya berdamai semakin menguat. Kisah tentang persahabatan perempuan muncul sebagai ruang penawar sekaligus cermin untuk melihat diri sendiri. Penulis menampilkan momen-momen kecil seperti tawa di kedai kopi atau tangis di bawah hujan yang menyimpan kekuatan penyembuhan. Interaksi tokoh terasa alamiah dan membumi sehingga pembaca seolah hadir di samping mereka. Transisi antara nuansa sendu dan cerah dikelola dengan rapi sehingga suasana hati pembaca berayun lembut.

Keistimewaan Peyempuan 2 terletak pada keberanian menyuarakan sisi rapuh perempuan tanpa menghilangkan kecemerlangan jiwa mereka. Setiap cerita ditutup dengan kalimat puitis yang memberi ruang refleksi panjang. Penulis menggunakan metafora sederhana seperti bunga layu dan jejak di pasir untuk menunjukkan proses pemulihan hati. Gaya singkat dan lugas membuat buku ini cocok dibaca ulang berkali kali. Kealamiahan dialog dan penggambaran suasana menjadikan setiap kisah terasa dekat dengan pengalaman banyak pembaca.


Penutup

Secara keseluruhan Peyempuan 2 menawarkan pengalaman membaca yang menyentuh sekaligus menguatkan. Buku ini cocok bagi siapa saja yang ingin menemani perjalan batin perempuan dengan segala kompleksitasnya. Melalui narasi yang padu dan koheren pembaca diajak merenung tentang cinta luka dan keberanian untuk terus melangkah. Sinopsis ini diharapkan menumbuhkan keingintahuan untuk menyelami setiap kisah yang tersaji. Buka halaman awal dan biarkan Peyempuan 2 menjadi teman setia dalam mengeksplorasi denyut emosi dan harapan.


Buku ini dapat pembaca temukan pada koleksi deposit yang berada di lantai dua Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di Jalan Alauddin Kota Makassar. 


Informasi Buku

Judul Buku: Peyempuan 2
Karya: @Peyemp
Penerbit: Transmedia Pustaka
Tahun: 2014



June 6, 2022

PANCASILA : Ideologi Tanpa Oposisi

Ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang disusun dan dibentuk secara sadar oleh para tokoh-tokoh pemikir, pejuang dan pemimpin Indonesia. Dalam KBBI sendiri, Ideologi adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Pancasila sengaja didesain sebagai ideologi tengah tanpa oposisi yang berbeda dengan semua ideologi negara lain yang dikembangkan oleh presiden Soekarno padang sidang umum PBB di New York. 

Dalam pidato tersebut presiden Soekarno menyebut bahwa Pancasila tidak menganut individualisme dan kapitalisme, bukan hanya itu, Pancasila juga tidak menganut kolektifisme dan sosialisme ala komunis. Pancasila memuat gagasan dan nilai-nilai yang memadukan peran negara serta peran swasta sebagai jalan tengah, maka dari itulah mengapa ideologi ini berbeda dengan ideologi negara lain.
Pancasila juga mengandung nalai-nilai teosentris dengan menghormati nila-nilai antroposentris yang berimplikasi pada struktural yang berarti bahwa Indonesia sebagai penganut ideologi Pancasila bukan negara sekuler dan juga buka negara agama.

Selain itu, dalam buku yang ditulis oleh Anwar Arifin dengan judul Pancasila : Ideologi Tengan tanpa Oposisi ini, di dalamnya juga dibahas lebih lanjut alasan mengapa Pancasila merupakan ideologi tengah tanpa oposisi yang memiliki implikasi kultural dalam berbagai dimensi seperti lahirnya budaya transendental, budaya gotong royong, budaya berbagi, budaya kekuasaan mencari orang serta budaya yang selaras serasi dan seimbang. selain itu buku ini juga memuat tentang Pancasila dan dinamika demokrasi serta tantangan yang dihadapi penganut ideologi Pancasila.
Buku karya Anwar Arifin yang ke-57 ini merupakan koleksi pada layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.

Pancasila : Ideologi Tengah Tanpa Oposisi
Penulis : Anwar Arifin 
Penerbit : Nufa Citra Mandiri
Tempat Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2018
ISBN : 978-602-18771-7-3