Buku Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu Karya A.S. Laksana
Pendahuluan
Buku Murjangkung: cinta yang dungu dan hantu-hantu karya A.S. Laksana menyajikan kumpulan cerpen yang berani memadukan komedi absur dan kisah gaib. Terbit pada 2013 oleh Gagas Media, buku ini membawa pembaca menelusuri sudut-sudut kehidupan yang tampak biasa tetapi menyimpan keanehan. Setiap cerita diawali dengan situasi sehari‑hari yang perlahan berubah menjadi pengalaman mistis. Gaya bahasa penulis ringan dan menggelitik, sehingga pembaca merasa terhibur sekaligus penasaran. Sinopsis ini akan mengupas struktur narasi, keunikan tematik, dan daya tarik emosi yang ditawarkan buku ini.
Dari kisah pematung pemabuk hingga hantu Jawa yang nyeleneh, Murjangkung memancing tawa dan ketegangan secara bergantian. Suasana desa dan kota dijalin dengan elemen folklor lokal yang otentik. Dialog sederhana sering tiba‑tiba menukik ke dalam absurditas penuh kejutan. Unsur cinta yang dungu muncul lewat pilihan tokoh yang lucu sekaligus mengundang simpati. Pembaca diajak mempertanyakan batas kenyataan saat senyum berubah cemas dalam sekejap.
Isi
Tema sentral buku ini adalah relasi manusia dengan takdir dan kenangan masa lalu yang tak pernah benar‑benar hilang. Dalam cerpen “Bagaimana Murjangkung Mendirikan Kota dan Mati Sakit Perut” penulis menggabungkan legenda pendirian kota dengan humor slapstick. Sementara “Perempuan dari Masa Lalu” menampilkan romansa sendu yang diselingi penampakan bayangan hantu. Alur setiap cerita berlangsung cepat, berpindah dari adegan humor ke kilasan misteri tanpa jeda panjang. Pergeseran mood tersebut menjaga ketertarikan pembaca.
Struktur episodik Murjangkung membuat tiap cerita berdiri sendiri tetapi tetap terhubung lewat simbol kunci seperti kentongan, patung setengah jadi, dan bekas jejak kaki di tanah lembap. Gaya realism magic dipakai secara halus sehingga elemen gaib terasa wajar. Transisi antara dunia nyata dan dunia hantu membentuk koherensi tema. Penulis juga menebar petunjuk kecil dalam dialog yang kemudian terjawab di akhir cerpen. Pengulangan tokoh sampingan menambah rasa kedekatan dalam keseluruhan kumpulan.
Keunikan Murjangkung terletak pada keberanian menyatukan kritik sosial, komedi nyleneh, dan horor ringan dalam satu napas cerita. A.S. Laksana menghindari horor murahan dengan menitikberatkan pada kejutan psikologis dan humor gelap. Elemen budaya Jawa dan peristiwa kontemporer dipadu tanpa terkesan dibuat‑buat. Dialog tokoh terdengar sangat alami meski membahas hal‑hal absurd. Pilihan judul setiap cerpen kerap bersifat provokatif sehingga memancing interpretasi ganda.
Penutup
Secara keseluruhan Murjangkung: cinta yang dungu dan hantu-hantu menghadirkan pengalaman baca yang segar, mengundang tawa sekaligus ketegangan. Kumpulan cerpen ini cocok bagi pembaca yang menggemari cerita pendek penuh kejutan dan nuansa folklor modern. Setiap lembar menawarkan detail kecil yang menumbuhkan rasa ingin tahu hingga halaman terakhir. Sinopsis ini diharapkan menggugah keinginan untuk menyelami lapis‑lapis makna dan keunikan narasi A.S. Laksana. Buka buku ini dan biarkan Murjangkung membawa Anda menyusuri jalan cerita penuh warna.
Buku ini dapat pembaca temukan pada koleksi deposit yang berada di lantai dua Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di Jalan Alauddin Kota Makassar.
Informasi Buku
Karya: AS Laksana
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2013

