Showing posts with label Busana adat. Show all posts
Showing posts with label Busana adat. Show all posts

October 11, 2021

BUSANA ADAT PADA MASYARAKAT DI SULAWESI SELATAN

 

Masyarakat daerah Sulawesi Selatan merupakan masyarakat yang terdiri atas 4 (empat) suku bangsa, yaitu: Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Setiap suku bangsa mempunyai latar belakang sejarah, agama dan adat-istiadat yang spesifik sesuai dengan spesifikasi lingkungan alam, sosial dan kebudayaan masing-masing. Kebudayaan, sebagai hasil tanggapan aktif manusia terhadap tantangan lingkungan, terutama dalam proses adaptasi telah memungkinkan setiap masyarakat suku-suku bangsa bersangkutan untuk memanfaatkan potensi sumber kekayaan alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu kebutuhan hidup yang termasuk mendasar, ialah kebutuhan akan pakaian, perhiasan kelengkapannya.

Jenis-jenis pakaian tradisional Bugis antara lain seperti kain sarung (palekat dan sutera); jas tutup; baju bodo; baju rawan dan lain sebagainya. Hasil kerajinan yang masih dapat ditemukan ada di daerah Wajo itupun terbatas, yaitu hanya berupa sarung yang di sebut lipa’. Masyarakat suku Bugis di Wajo mengenal jenis-jenis lipa’ seperti: lipa’ sabbe cure’ renni, lipa’ sabbe cure’ lobang, lipa’ sabbe cure’ subbi’, lipa’ sabbe cure’ rebbung dan lipa’ sabbe cure’ bombang. Pengrajian yang menghasilkan produksi kain sarung itu dikenal sebagai pa’tennung.

Pakaian tradisional masyarakat suku Makassar banyak persamaannya dengan suku bangsa Bugis, misalnya kedua suku bangsa tersebut mengenal, sekaligus menggunakan jenis-jenis pakaian seperti: baju bodo; jas tutup; sarung sutera; songkok yang berhiaskan emas ataupun perak pada bahagian listnya. Masyarakat suku Makassar di Gowa mengenal jenis-jenis lipa’ seperti: lipa’ sabbe cura’ caddi, lipa’ sabbe cura’tangga, lipa’ sabbe cura’labba’, lipa’ sabbe cura’ akkalu’ dan lipa’sabbe cura’ menteng.

Pakaian tradisional masyarakat suku Mandar, terdapat perbedaan dengan pakaian suku Bugis dan Makassar. Perbedaannya tercermin, antara lain dalam tata warna serta motif dari sarung yang diciptakan, antara lain dalam tata warna serta motif dari sarung yang diciptakan. Dalam hal ini sarung Mandar mempunyai warna dasar yang lebih dominan menggunakan warna terang, demikian pula motifnya rata-rata berbentuk kotak mulai dari yang amat kecil sampai kepada kotak-kotak lebih besar.

Pakaian tradisional suku Toraja, seperti sambu’, seppa’, bayu pokkok, bayu toraya, passapu dan salembang sedangkan perhiasannya berupa manikkata, manikrarak, ponto lola, kandaure, sassan,

Buku BUSANA ADAT PADA MASYARAKAT DI SULAWESI SELATAN membahas tentang jenis-jenis busana; perhiasan dan kelengkapannya, pengrajin busana, perhiasan dan kelengkapan tradisional; bahan dan proses pembuatannya; ragam hias dan arti simbolik serta fungsi pakaian, perhiasan dan kelengkapan tradisional.

 

BUSANA ADAT PADA MASYARAKAT DI SULAWESI SELATAN 
Penyusun: Wiwiek P. Yoesoef, Rachma, Mulyati Tahir, at.al
Penerbit: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Tempat Terbit: Ujung Pandang
Tahun Terbit: 1990