Showing posts with label Batara Gowa. Show all posts
Showing posts with label Batara Gowa. Show all posts

April 14, 2021

KARAENG SANGUNGLO PAHLAWAN RAKYAT CEYLON

Armas Madina Sultan Fakhruddin Raja Gowa ke 26 atau lebih tersohor dengan julukan Batara Gowa, ketika memegang tampuk pemerintahan telah banyak melakukan perlawanan terhadap Belanda. Akibatnya Batara Gowa ditangkap dan diasingkan ke Ceylon (Srilanka).

Ditempat pembuangan, Batara Gowa merasa kesepian. Ia bertemu dengan salah seorang gadis melayu Ceylon, namanya Siti Hapipa. Dari perkawinannya, membuahkan beberapa orang anak, yakni Karaeng Yusuf Gowa, Kapten Karaeng Andullah, Kapten Karaeng Muhammad Nuruddin, Zainal Abidin Karaeng Segeri, Yunusu Karaeng Sapanang dan Karaeng Saifuddin.

Selain Siti Hapipa rupanya Batara Gowa juga punya seorang istri lagi yang sudah diceraikannya. Wanita yang tidak diketahui namanya itu memberinya seorang anak lelaki. Dialah yang bernama Karaeng Sangunglo. Ketika Karaeng Sangunglo menginjak dewasa, ia direkrut oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk masuk dalam Resimen Melayu Ceylon. Namun ketika tentara Inggeris berhasil menguasai negara tersebut, otomatis resimen bentukan Belanda dilikwidasi oleh tentara Inggeris, ia memilih beralih ke Kerajaan Kandy, sebagai salah satu kerajaan terbesar di negara Ceylon saat itu. Karaeng Sangunglo diangkat oleh Raja Kandy Nayakkar Kirthi Rajasinha (1747-1782) sebagai panglima perang.

Ketika Inggeris menyerang Kandy, Karaeng Sangunglo berada pada barisan terdepan dengan gagah berani melakukan perlawanan. Atas keberaniannya, Inggeris menderita kekalahan. Sayangnya, disaat pasukang Karaeng Sangunglo meraih kemenangan, tiba-tiba salah seorang pimpinan pasukan Inggeris bernama Mayor Davy melepaskan tembakan bertubitubi pada Karaeng Sangunglo kemudian dijadikan sebagai pahlawan bagi rakyat Kandy dan negeri Ceylon pada umumnya.

Buku KARAENG SANGUNGLO PAHLAWAN RAKYAT CEYLON membahas tentang perjuangan putra seorang Tubarani dari Butta Gowa yang berhasil menjadi Panglima Kerajaan Kandy di Negeri Ceylon (Sri Lanka) pada abad 17 silam. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


KARAENG SANGUNGLO PAHLAWAN RAKYAT CEYLON
Penulis: Zainuddin Tika, Mas'ud Kasim, Rosdiana Z
Penerbit: Lembaga Kajian dan Penulisan Sejarah Budaya Sulawesi Selatan
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2011