Showing posts with label Aksara. Show all posts
Showing posts with label Aksara. Show all posts

March 17, 2020

AKSARA

Tradisi tulis di Indonesia, dengan sejarah hampir 2.000 tahun, diawali oleh prasasti beraksara Palawa India, kemudian diikuti oleh aksara baru yang yang telah dikembangkan untuk menulis pada lembaran daun tal yang telah dipersiapkan. Selama milenium kedua Masehi, semacam aksara setempat mulai berkembang dari aksara kuna ini, termasuk aksara Jawa dan Bali yang secara langsung meneruskan kaidah penulisan sebelumnya, aksara yang ditemukan di Sumatera dan Sulawesi Selatan, mewakili modifikasi gaya sebelumnya, diciptakan untuk memenuhi aneka kebutuhan setempat. Huruf Arab yang dengan Melayu (Jawi) memberi matra tambahan iluminasi/sungging yang kaya dan lebih meningkatkan keindahan naskah dari berbagai pelosok Nusantara.


1. Naskah ini merupakan hadiah dari Raja Buleleng kepada John Crawford, yang mengunjungi Bali pada tahun 1814. Teksnya ditulis dengan huruf-huruf Bali pada daun al yang telah diolah (Borasssu flabellifer). Naskahnya dilindungi oleh dua pilah kayu yang kaya ukiran bunga-bunga dan pola bangun berulang (inset).


2. Keahlian seni menulis dianggap salah satu keberhasilan pribadi yang tertinggi di lingkungan istana Jawa. Ini menyebabkan maraknya variasi gaya dalam penulisan serta berkembang pesatnya seni naskah bergambar, keduanya digambarkan dengan baik dalam gambar depan Babad Sultanan Utawi Mangkunegara, sebuahn dinasti istana Mangkunegara di Sala, Jawa Tengah.


3. Mads Lange, orang Denmark, berhasil mendapatkan kepercayaan raja adat Bali selama di pertengahan abad ke-19, dengan demikian memastikan dirinya memainkan peran kunci baik dalam perdagangan luar negeri maupun diplomasi.. Tahun 1852 Lange mengirimkan kelima surat ini kepada penguasa lima kerajan Bali selatan (Klungkung, Bangli, Mengwi, Gianyar, dan Tabanan) memohon izin tukang kebun John Henshal melakukan perjalanan melewati daerahnya.


4. Aksara Rencong dari Sumatera selatan mewakili aksara setempat lain yang digunakan untuk bahasa Melayu, Rejang, dan Kerinci. Naskah dari tradisi ini biasanya ditulis pada tabung bambu atau kertas kulit kayu dan mempunyai serangkaian topik yang luas. Naskah ini memuat Syair Perahu karya sufi Melayu dalam bentuk puisi, ditulis pada naskah dari kulit kayu bunut (Calophyllum spp) yang dilipat.


5. Evolusi huruf Jawi dari model Arab dirangsang oleh bangkitnya sekolah yang mengajarkan orang muda dari negeri-negeri perdagangan Islam di Nusantara seni membaca dan mengaji Qur'an. Penekanan khas pada kaligrafi halus dan sunggingliluminasi terlihat dalam halaman muka berganda ini pada karya sastra Melayu klasik berjudul Hikayat Isma Yatim, mungkin disalin di awal abad ke-19.


6. Aksara setempat juga ditemukan di Sulawesi Selatan, jenis yang berbeda berkembang untuk digunakan dengan bahasa Makassar dan Bugis. Huruf Makassar yang lebih tua lebih banyak hiasan dan berbunga, dan mungkin berasal dari leluhur yang berbeda dengan huruf Bugis. Naskah tentang sejarah Kerajaan Talloq ini mengungkapkan peran penting naskah silsilah dan sejarah, baik dalam tradisi tulisan Makassar maupun Bugis.


7. Penggunaan aksara Jawi dan Jawa menyebar ke banyak daerah di Nusantara, dan para pengguna satu jenis aksara mungkin mengenal jenis aksara lainnya. Contoh kosakata Melayu-Jawa-Madura ini pernah dimiliki oleh Pangeran Suta Adinigrat, pangeran dari Madura menganggap mampu baca-tulis dalam bahasa Melayu, Jawa, dan juga Madura akan membawa keuntungan nyata dalam diplomasi dan perdagangan. Naskah ini di koleksi oleh Sir Thomas Stamford Raffles, mungkin berasal dari akhir abad ke-18.



8. Sepucuk surat dari tangan Ahmad al-Salih, raja kerajaan Bugis di Bone yang memerintah pada akhir abad ke-18, mewakili contoh bagus huruf Bugis yang sederhana tapi anggun, yang perkembangannya dipercayai telah dipengaruhi oleh walasugi, motif tablet yang penting dalam kosmologi Bugis.(Indonesia Heritage: Bahasa dan Sastra, 2002: 14-15).


Indonesia Heritage: BAHASA DAN SASTRA
Penulis: L. K. Ara, Harry Aveling, Henri Chambert-Loir, et.all
Penerbit: Buku antar Bangsa untuk Grolier International, Inc
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2002
ISBN: 979-8926-23-4