Judul: Naharuddin Tinulu, Berpijak Kearifan Lokal
Penulis: -
Editor: Moh. Yahya Mustafa, A.
Wanua Tangke, Anwar Nasyaruddin, H. M. Baru
Penerbit: Pustaka Refleksi
Tahun
Terbit: 2004
Jumlah
Halaman: ix + 117
ISBN: 9793570016
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Buku ini disebut sebagai
semi-biografi, artinya tidak secara penuh mengisahkan kisah hidup tokohnya,
hanya sebagian saja. Naharuddin Tinulu adalah mantan Bupati Wajo yang menjabat
dari tahun 1999 – 2004. Meskipun menjabat hanya satu periode namun cukup untuk
menuliskan kegiatan beliau selama menjadi pucuk pimpinan di kabupaten Wajo,
Sulawesi Selatan.
Naharuddin Tinulu
selama menakhodai Wajo, selalu menjadikan filosofi budaya Bugis sebagai pedoman
dalam membangun daerah Wajo. Filosofi Bugis yang dimaksud disini adalah 3 S
yaitu Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge. Beliau
dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan selalu siap sedia melayani rakyat
yang dipimpinnya.
Buku ini merekam apa
yang telah dilakukan oleh Naharuddin Tinulu selama 5 tahun memimpin Kabupaten
Wajo. Beliau menjalankan program pembangunan di Wajo dengan berdasar pada
prinsip prinsip kearifan lokal. Hasilnya, selama kepemimpinannya, tidak ada riak
riak yang muncul untuk menghalangi atau memrotes kegiatan pembangunan yang
telah diprogramkannya. Beliau berhasil memimpin Wajo selama 5 tahun dalam ketenangan
dan kedamaian.
Ada 29 artikel dokumentasi
kegiatan yang dikumpulkan dalam buku ini. Diawali dengan catatan Editor dengan
judul, “Segalanya Kearifan Lokal”. Selanjutnya judul artikel yang ada sebagai
berikut: Prinsip “3S” Versi Naharuddin Tinulu, Menyikapi reformasi dengan
rendah hati, SDM sebagai pilar utama, Peduli pendidikan peduli masa depan,
Sutera alam andalan industri, Pegawai Harian tapi hidup layak, Obyek wisata
sebagai andalan, Tanam bakau sepanjang pantai, Mobilisasi dana ummat di Baitul
Mal, Sukses Pemilu 1999, Kenaikan PAD capai 280,86%, Membangun terminal
Callaccu, Globalisasi Wajo lewat E-Government, Dari pemasok beras ke energi
listrik, Kembangkan Pasar Rakyat, RPC penuhi tuntutan petani, Rampingkan kelembagaan
daerah, Menata Kota Sengkang, Pelabuhan Siwa membuka Pintu Wajo, Irigasi membantu
sektor pertanian, Kenaikan APBD signifikan, Pertumbuhan ekonomi 4,63%, Program
sejuta ikan danau Tempe, Hilangkan tender penunjukan, Kembangkan seni budaya,
Manfaatkan bantaran sungai, Mengukir prestasi daerah, Etika pemerintahan dan
kemasyarakatan, dan Biodata Naharuddin Tinulu.
Dari keseluruhan
judul artikel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa selama masa kepemimpinan Naharuddin
Tinulu, berbagai program pembangunan dijalankan dengan baik. Tercatat dalam
salah satu artikel diatas bahwa selama kepemimpinan beliau, kenaikan PAD kabupaten
Wajo naik sebesar 280, 87 %. PAD Wajo tahun 1999/2000 sebesar 4,34 Milyar lebih
dan pada tahun 2003 naik menjadi 12,19 Milyar lebih. Suatu kenaikan PAD yang
luar biasa.
Secara umum, buku ini
cukup lengkap memberi informasi tentang masa kepemimpinan Naharuddin Tinulu di
kabupaten Wajo dari tahun 1999 – 2004. Berbagai keberhasilan program pembangunan
yang telah dijalankan, dapat dilihat dalam buku ini. Namun demikian,
sebagaimana kata pepatah, tak ada mawar yang tak berduri, tiada gading yang tak
retak, tentu saja setiap pemimpin tak ada sempurna, selalu saja ada kekurangan.
Buku ini juga adalah buku terbitan lokal yang susah diakses dan dimiliki oleh
pemustaka atau masyarakat umum. Terbit tahun 2004, kemungkinan belum pernah
diterbitkan atau dicetak ulang. Kondisi bukunya juga sudah mulai rusak dan
beberapa halaman buku lepas dari jilidannya.
Buku ini koleksi Layanan
Umum Perpustakaan, UPT Layanan
Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.


No comments:
Post a Comment