July 12, 2023

Perilaku Masyarakat: KAWASAN SEMPADAN SUNGAI

Pemanfaatan ruang pada kawasan sempadan sungai, umumnya mengalami kecenderungan tidak terkontrolnya persebaran bangunan pada daerah aliran sungai yang berdampak pada penurunan kualitas sungai. Selain itu masyarakat yang menempati sempadan sungai, umumnya membuang sampah dan limbah rumah tangga langsung  ke badan air sungai.

Permasalahan yang kadang timbul di sempadan sungai sering berkaitan dengan pertumbuhan perumahan dan aktivitas pada perumahan di kawasan sempadan sungai, antara lain semakin bertambahnya kegiatan dengan alasan untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Bila ditelusuri secara seksama menurunnya kualitas lingkungan di sempadan sungai tersebut dimungkinkan karena perilaku masyarakat yang berdomisili di sempadan sungai belum berperilaku baik dalam aktivitas sehari-hari di sempadan Sungai Sa'dan di Kota Rantepao Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Buku Perilaku Masyarakat: KAWASAN SEMPADAN SUNGAI masih masih dianggap oleh beberapa masyarakat sebagai saluran aliran pembuangan air, baik air, baik air hujan dan air limbah. Masih kurangnya kesadaran bahwa sungai merupakan elemen penting di dalam kawasan pemukiman yang berfungsi selain sebagai kesatuan sistem drainase juga bermanfaat sosial sebagai lokasi ruang terbuka, penyeimbang ekosistem, bahkan sumber air bersih. Kondisi ini juga disebabkan dari tingkat pendidikan dan pengetahuan yang masih belum mencapai standar dan faktor ekonomi yang masih rendah. 

Faktor-faktor yang dapat mendorong masyarakat untuk berperilaku pro-lingkungan terhadap sungai juga masih kurang efektif. Regulasi yang ada masih berupa formalitas saja, lemahnya dukungan dana untuk masyarakat mengelola sungai secara mandiri, dan masih kurangnya penyuluhan atau sosialisasi tentang cara-cara mengelola sungai menjadi salah satu penyebab juga masih rendahnya perilaku pro lingkungan sungai.

Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah perlu memberikan edukasi masyarakat dan penataan kawasan yang mempertimbangkan aspek dari hasil analisis gap penilaian masyarakat. Dengan begitu, diharapkan restorasi sungai nantinya tidak berseberangan dengan kepentingan masyarakat. Bagi masyarakat sendiri, perlu meningkatkan partisipasi dalam penataan kawasan semisal dengan membuat kampung wisata sungai mandiri.


Perilaku Masyarakat: KAWASAN SEMPADAN SUNGAI
Pendekatan Pengetahuan Lingkungan, Kebijakan Pemerintah, 
Kearifan Lokal Sempadan Sungai Sa'dan

Penulis: Julianti Paembonan, Batara Surya, Syafri
Editor: Syamsul Bahri, Syafri


No comments:

Post a Comment