K.H. Muhammad As'ad adalah keturunan ulama besar, putra keturunan Wajo. Peran utamanya sebagai sentral peletak dasar jaringan pondok pesantren di Sulawesi Selatan yang dimulai pada tahun 1930, ketika mendirikan "al-Madrasah Wajo al-Arabiyah al-Islamiyah" (MAI), kemudian berkembang menjadi Pesantren As'adiyah Sengkang Wajo.
K.H. Muhammad As'ad (1907-1952) atau Anregurutta Haji Muhammad As'ad (Gurutta Sade') memiliki jaringan intelektual, bermula dari santri-santri Anregurutta yang dikader menjadi dai, muallim, murabbi, dan qadhi; mereka pun melakukan hal serupa dengan mendidik santri-santri atau kader-kader pelanjut. Demikian seterusnya sampai hari ini dan mereka tersebar ke sebagian besar wilayah nusantara dan mancanegara.
Pada tahun 1928, Anregurutta As'ad memutuskan hijrah dari Mekah dan bermukim di Sengkang. Sejak itu, muncul energi baru bagi para ulama ketika itu. Tidak hanya di Sulawesi, namun juga berdampak ke kawasan lain di nusantara. Keputusannya tersebut bermula dari kabar tentang maraknya praktik kesyirikan, bid'ah, khurafat, dan takhayul di Tanah Bugis, terutama di Wajo. Keadaan itu memunculkan rasa risau dalam dirinya, sehingga ia mewakafkan sepenuhnya jiwa dan raganya dalam dakwah kepada Allah untuk memurnikan akidah tauhid, memperbaiki akhlak, dan membangun institusi pendidikan yang modern dan sistematis. Upayanya mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan.
Dalam berdakwah, Anregurutta As'ad terkenal santun dan lembut. Sikapnya tegas, namun tidak kasar dan keras. Terhadap keragaman madzhab disikapinya dengan sangat bijak. Ini menunjukkan kehalusan budi, ketinggian ilmu, dan wawasannya yang luas. Prinsip yang ia pegang ialah hakikat kebenaran itu berkesesuaian dengan syariat Islam, bukan fanatisme mazhab ataupun tokoh.
Kefasihan, kecerdasan, dan keluwesan Anregurutta As'ad sangat menunjang kiprahnya dalam mengemban amanah sebagai pewaris para nabi. Berkat karunia Allah Ta'ala, di usia yang belia ia telah hafal Alqur'an (14 th), diangkat sebagai imam tarawih di Masjidil Haram (15 th), dan menjadi mufti (21 th). Meskipun wafat di usia 45 tahun, namun warisannya sangat melimpah dan amat berharga bagi kita semua. Seolah Anregurutta As'ad masih membimbing di hadapan santrinya memberi mauidzah hasanah di tengah ummatnya bahwa semua kemuliaan itu milik Allah dan yang pantas dipuji hanya Dia semata.
Buku BIOGRAFI K.H. MUHAMMAD AS'AD mengungkapkan data dan informasi tentang Anregurutta K.H.M. As'ad yang memiliki prinsip "janganlah memandang aliran atau mazhab guru yang akan ditempati belajar, hal yang penting adalah ilmu guru tersebut, karena ilmu pengetahuan itu tidak mengenal aliran-aliran dan mazhab". Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.
BIOGRAFI K.H. MUHAMMAD AS'AD
(Anreguruta Syekh Al-'Allamah Muhammad As'ad)
Penulis: Muh. Hatta Walinga
Editor: Husnul Fahimah Ilyas, Abdul Malik
Penerbit: Zadahaniva Publishing
Tempat Terbit: Solo
Tahun Terbit: 2017
ISBN: 978-602-7826-27-7

No comments:
Post a Comment