Salah satu kesulitan
yang dialami oleh para peneliti, baik mereka yang berasal dari Sulawesi Selatan
maupun yang dari luar Sulawesi Selatan adalah bahasa. Di Sulawesi Selatan
dihuni oleh empat suku-bangsa ini memiliki bahasa dan aksara yang dikenal
dengan nama lontarak. Warisan sejarah dan budaya masa lalu mereka diwariskan
dalam lontarak.
Dalam lontarak ditemukan
berbagai macam istilah yang memiliki arti dan makna yang tersendiri, yang dapat menyesatkan jika pengetahuan tentang budaya daerah ini tidak dimengerti.
Buku GLOSARIUM SULAWESI SELATAN: Daftar Istilah Budaya memuat
bermacam-macam istilah arti dan makna tersendiri, yang tersusun sesuai abjad
(A-W) seperti:
Abanrongang. Cikal bakal
bagang. Alat ini digunakan untuk menangkap ikan dengan menyusun bambu.
Abale-baleng; kampo.
Wadah bundar terbut dari kuningan yang berisi beraneka macam lauk-pauk.
Abboya Juku. Mencari
ikan dengan kata lain nelayan; secara konsepsional abboya juku menunjukkan
tentang lapangan kerja yang bergerak di bidang perikanan, antara lain seperti:
pabbagang (nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan bagang), pajjala
(nelayan yang menggunakan jala), ppekang (pengail).
Worong-worong. Nama
gugus bintang yang berkelompok tujuh (Pleiades).
Wuna bawang. Membunuh
sewenang-wenang (tanpa alasan).
Buku ini merupakan salah
satu koleksi Layanan Deposit yang berlokasi jalan Sultan Alauddin, Km. 7
Tala’salapang-Makassar, sebagai upaya untuk memberi kemudahan bagi siapa saja
yang ingin meneliti atau memahami budaya Sulawesi Selatan khususnya budaya
Bugis, Makassar dan Toraja.
Penerbit: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Makassar
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2007
ISBN: 979-8980-43-3

No comments:
Post a Comment