February 18, 2021

KENDI DI SULAWESI SELATAN


Tradisi pemakaian kendi sebagai wadah menyimpan air hampir terdapat disetiap daerah wilayah nusantara seperti halnya di daerah Sulawesi Selatan, terbukti dengan ditemukannya benda-benda gerabah di Kalumpang dan di Minanga Sippaka.

Daerah Kalumpang Kabupaten Mamuju adalah salah satu daerah pembuatn gerabah tertua karena 90% gerabah yang ditemukan menunjukkan ciri-ciri kebudayaan Neolitik antara lain dari motif yang ditampilkan berupa geometris, yang hampir menyamai dengan yang ditemukan di Kalumpang adalah yang didapatkan di Gua Batu Ejaya daerah Bantaeng, Takalar, Pammana daerah Wajo, dan Selayar hanya usianya relatif muda.

Dalam tradisi pemakaian kendi erat kaitannya dengan siklus kehidupan manusia, di Sulawesi Selatan sendiri terutama sekali yang tinggal didaerah pedesaan kendi dipergunakan sebagai wadah menyimpan air untuk kebutuhan minum sehari-hari.

Kebiasaan ini didasari oleh selain karena aroma tertentu dari air dalam kendi juga karena adanya kepercayaan masyarakat dimana kendi yang bahan dasarnya dari tanah liat dipandang suci. Ditinjau dari segi keagamaan, tanah adalah asal mula kejadian manusia sehingga sehala sesuatu yang berasal dari tanah dipandang suci, disamping api, udara dan air. Keempat unsur tersebut tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Kendi di Sulawesi Selatan pada mulanya hanya memiliki bentuk seperti buah labu kemudian berkembang selanjutnya ada yang memakai pegangan, cerat dan leher yang panjang. Demikian pula ragam hias kendi telah beragam, namun pada dasarnya tetap mengalami motif yang berhubungan dengan alam sekitar mereka seperti motif floralistis, zomorfis dan geometris. 

Khusus motif geometris yaitu motif berupa kotak-kotak biasanya lebih menonjol, ini berkaitan dengan pandangan kosmologis masyarakat yang menganggap dunia ini segi empat "sulapa appa" yang dimaksudkan adalah arah mata angin, yaitu Utara, Timur, Selatan dan Barat. Keempat mata angin tersebut masing-masing mempunyai makna tertentu seperti misalnya arah timur adalah sumber kehidupan dan sebagainya.

Kendi dalam pelaksanaan upacara tradisional di Sulawesi Selatan telah mengalami suatu pergeseran nilai. Produk benda gerabah berupa kendi tidak lagi diproduksi sebagai wadah air minum atau untuk menyimpan air suci tetapi telah beralih fungsi sebagai benda seni untuk menghias ruangan-ruangan tertentu atau sebagai benda pajangan.

Buku KENDI DI SULAWESI SELATAN membahas tentang sejarah kendi, bahan dan proses pembuatan kendi, bentuk-bentuk kendi dan fungsinya, serta kendi dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Buku ini  merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin Km. 7 Talasalapang, Kotamadya Makassar untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa kendi merupakan salah satu koleksi benda-benda budaya serta untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya bangsa


KENDI DI SULAWESI SELATAN
Penyusun: A. Sainarwana, Purmawati, Sairah
Editor: Sahriah Muhammading
Penerbit: Proyek Pembinaan dan Permuseuman Sulawesi Selatan
Tempat Terbit: Ujung Pandang
Tahun Terbit: 1997


 


No comments:

Post a Comment