Judul: Kamus Bugis Inggris
Indonesia
Penulis: Douglas Lakoswske, MA
Penerbit: Ininawa
Tahun
Terbit: 2023
Jumlah
Halaman: ix + 251
ISBN: 978-623-99673-1-4
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Isi
Resensi:
Satu lagi buku
Kamus Bugis terbaru yang terbit tahun 2023 lalu. Kamus Bugis yang satu ini berbeda
dengan kamus kamus Bugis yang terbit sebelumnya. Kamus Bugis yang telah terbit sebelumnya
hanya kamus dwi-bahasa (Bilingual Dictionary) yaitu Kamus Bugis –
Indonesia atau Kamus Indonesia – Bugis. Buku kamus yang ini adalah kamus 3
bahasa atau Multilingual Dictionary yaitu Bugis – Indonesia – Inggris.
Kamus ini disusun oleh Douglas Laskowske, seorang peneliti tata bahasa Bugis
dari University of North Dacota, Amerika Serikat yang fasih berbahasa
Bugis. Beliau pernah tinggal dan meneliti bahasa Bugis di Kabupaten Soppeng.
Melihat sampul
buku kamus ini, mengingatkan kita pada Kamus Inggris – Indonesia, Indonesia –
Inggris yang disusun oleh John M. Echols dan Hasan Shadily yang sangat populer di
kalangan mahasiswa dan pelajar beberapa tahun lalu. Sampulnya terdiri dari
warna latar belakang biru tua, dengan garis garis besar warna kuning, hijau,
merah dan putih. Pada sampul depan juga terdapat tulisan dengan aksara lontara
“Kamusu Ugi Inggerise Indonesia” dan tulisan dalam bahasa Inggris “A Bugis-English-Indonesia
Dictionary”.
Kamus ini
diawali dengan Prakata yaitu ulasan bagaimana proses penelitian dan sampai
penyusunan buku kamus ini, Ucapan Terimakasih kepada orang orang yang telah
membantu dalam penyusunan buku ini, Daftar Singkatan yang digunakan, Sistem
Ejaan bahasa Bugis dan Cara Penggunaan Kamus ini.
Kamus Bugis yang
terbit sebelumnya, entri kosa kata disusun berdasarkan urutan aksara Lontara
(ka, ga, nga, Ngka...dst) maka kamus ini disusun berdasarkan susunan aksara Latin
(A, B, C, D....dst), Cara ini akan memudahkan pengguna, terutama generasi muda
yang sudah terbiasa dengan sistem urutan aksara Latin. Ada 22 poin entri kata
Bugis yang ada yaitu : A, B, C, D, É, E, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, R,
S, T, U, W, dan Y. Dalam bahasa Bugis, tidak ada Q, V, Y dan X, namun ada 2
entri yaitu aksara E = ea dan
É = aE . Contoh
penggunaannya ‘e’ yang pertama sama dengan bunyi ‘e’ pada kata ‘enak’ dan ‘e’
yang kedua sama bunyi dengan ‘e’ pada kata ‘emas’.
Kosa kata Bugis dalam kamus ini juga dijelaskan
tentang variasi penyebutannya. Contoh kata entri ‘Abio’ abiao (Indonesia : kiri) di daerah Bone disebut ‘Abéo’
aebao . .
Susunan entri kata, pertama kosa kata Bugis dasar, kemudian tulisan aksara Lontaranya,
golongan kata (kata benda, kata sifat, kata kerja dan lain lain), kemudian
bahasa Inggris-nya, disusul bahasa Indonesia-nya, arti kedua dari kata dasar
tersebut kalau ada, contoh penggunaan kata dalam kalimat, dalam 3 bahasa, semua
dalam aksara latin, dan terakhir adalah kata kata turunan dari kata dasar Bugis
yang menjadi entri.
Kamus ini juga ada versi digitalnya, yaitu
suatu aplikasi yang dapat diunduh (download) dari Play Store. Pada versi
digitalnya, ada 3 tab yaitu Tab Bugis, Indonesia dan Inggris. Jika kita memilih
tab Bugis, maka akan muncul kata kata entri Bugis dengan artinya dalam bahasa Indonesia
dan Inggris. Tapi jika kita memilih Tab Indonesia, maka yang ada adalah entri bahasa
Indonesia dengan artinya dalam bahasa Bugis, tanpa bahasa Inggris. Begitu pula
jika kita memilih tab Inggris, maka yang ada adalah entri dalam bahasa Inggris
dengan arti kata bahasa Bugis, tanpa bahasa Indonesia. Untuk versi digital ini, tidak digunakan aksara
Lontara. Semua menggunakan aksara Latin. Versi digital kamus ini juga ternyata
tidak sebanyak entri pada buku cetaknya.
Kamus Bugis Inggris dan Indonesia ini
istimewa karena mungkin satu satunya kamus 3 bahasa yang pernah terbit. Kamus
sebelumnya hanya kamus 2 bahasa (bilingual dictionary) misalnya Kamus Bugis –
Belanda, Kamus Bugis – Indonesia dan lain lain.
Masih cukup banyak aspek dialek dan
perbedaan kosa kata dan logat bahasa Bugis yang ada di berbagai kabupaten di
Sulawesi Selatan yang tidak dibahas dalam kamus ini. Mungkin karena masih edisi
pertama, yang kemungkinan besar akan terbit edisi edisi barunya, yaitu edisi ke-2,
ke-3 dan seterusnya, kelak dikemudian
hari, yang jauh lebih lengkap. Semoga segera terwujud.
Bagian akhir buku adalah Empat Diatesis
Bahasa Bugis, Appendiks A. Cuppang-cuppang Kapuru’ dan Referensi.
Buku: koleksi pribadi.