December 27, 2023

DELUSI DAN AMBISI

Aprilia Wahyuningrum



    "Masih gak percaya bakalan turun hujan?" kata Raka, mengeluarkan pertanyaan pamungkasnya.
    Raka menjentikkan jarinya di hadapan Rena. Sesaat kemudian, hujan benar-benar turun. Kali ini Rena tidak punya pilihan lain.
    "Yaudah deh," kata Rena, sambil bergegas masuk ke atas mobil.
    "Rencana berhasil" gumam Raka dalam hati.

___________________________________________________________________________________

    Berawal dengan ia menyelamatkan temannya dari kecelakaan, ia menyalahgunakan kekuatannya, hingga peristiwa-peristiwa di Toraja yang membuat Raka berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan sadar bahwa hidupnya lebih dari sekedar berdiam diri.

    Cerita ini terjadi di Tanah Seribu Daeng, tempat di mana keajaiban tak pernah berakhir. Dimulai ketika Raka yang merupakan murid pendiam dan suka iri juga malas berusaha, bangun dari tidurnya, tetapi ia dapat melihat tubuhnya sedang tertidur pulas. Memang tak asing lagi bahwa ia mengalami sleep paralysis hampir setiap hari, tetapi kali ini berbeda, karena kali ini ia menemukan sosok bayangan hitam dimimpinya yang memberikannya kekuatan mata masa depan.



 DELUSI DAN AMBISI
Penulis: Ocy, dkk.
Editor: Sumiati, S.Pd., M.Pd.
Penerbit: CV. SYAHADAH CREATIVE MEDIA (SCM), Makassar 2019
Halaman: 120hlm
ISBN: 978-602-5493-98-0

December 22, 2023

DI POJOK SEBUAH KELENTENG DAN CERITA-CERITA LAINNYA oleh Aprilia Wahyuningrum





KUMPULAN cerpen "Di Pojok Sebuah Kelenteng" karya Abdul Rasyid Idris ini bukanlah tulisan biasa. Ia adalah memoar, kumpulan ingatan tentang kisah hidupnya yang riil, meski di sana sini terselip imaji yang dikaburkan. Bagi saya, kumpulan cerpen ini bukan hanya sebagai sebuah karya sastra. Ia adalah catatan perjalanan yang melukiskan segala keresahan dan impresi penulisnya terhadap realitas sosial yang dihadapinya. Membaca beberapa kisahnya, saya seperti melompat ke dalam kereta yang telah menempuh perjalanan panjang di masa silam. Kereta yang sampai hari ini masih terus berjalan di lintasannya, meski mengangkut berbagai logistik dan penumpang yang beraneka rupa. 

Humanis yang romantis

Si penulis begitu bebas, mengalir memberi gambaran tentang cinta, keindahan, dan ketertarikan kepada lawan jenis tanpa peduli sekat budaya, agama, dan etnisitas. Ia secara taken for granted memberi penegasan tentang humanisme universal: sikap hidup yang menjadi perekat masyarakat pluralis.

Pesan yang tak tuntas

HAMPIR seluruh kisah dalam catatan penulis tidak mengikuti langgam buku sebuah cerpen. Sejatinya, sebuah cerpen adalah karangan fiktif kehidupan seseorang secara singkat dan fokus pada satu tokoh. Ia juga terikat dengan berbagai struktur berupa abstrak, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan diakhiri dengan koda.

    Tanpa pretensi apa pun, si penulis telah melukis bingkai kehidupan dari perspektif sosiologis dan antropologis yang begitu dramatis tetapi puitis. Mungkin saja ia dengan sengaja menulis dalam langgam yang tidak ajeg dan akhir yang tidak tuntas. Karena ia menyadari bahwa hidup terus berjalan dengan gerbong kereta yang berpindah-pindah. Ia tidak akan pernah usai dan kata-kata tak sanggup mengakhirinya. Hanya pesan moral dari sebuah fase kehidupan yang dapat menjadi pelajaran bagi mereka yang ingin melanjutkan perjalanan.




DI POJOK SEBUAH KELENTENG DAN CERITA-CERITA LAINNYA
Oleh: Abdul Rasyid Idris
Penyunting: Makmuralto
Diterbitkan oleh: Liblitera Institute, Makassar 2018
Jumlah halaman: 276hlm
ISBN: 978-602-6646-10-1

 OMBAK MAKASSAR 

Oleh : Halisah 


   Buku ini memperkenalkan sejumlah puisi yang pernah hadir di Makassar,berikut prnyairnya yang beraktifitas di Sulawesi Selatan . Ini hanya sebuah jendela kecil ,tempat memandang khazanah semesta perpuisian di daerah ini . Tetapi inilah tapak sejarah masa silam yang mungkin sekaligus masa depan . Ada geliat kegelisahan ,romantika ,ada asa ,ada duka , ada luka yang terekam dalam kreativitas puitik yang menjadi suara zamannya sepanjang hampir 100 tahun. 


December 15, 2023

BERUBAH. 

METAMORFOSIS MASYARAKT TIONGHOA MAKASSAR DALAM 10 TAHUN REFORMASI

Zakia Salsabila





Setiap manusia pasti mendambakan adanya perubahan ke arah yang lebih baik demikian pula reformasi ini masyarakat senantiasa mendambakan terjadinya perubahan. mayarakat Tionghoa yang merupakan salah satu elemen masyarakat Kota Makassar juga selalu mendambakan terjadinya perubahan dari waktu ke waktu. tentu saja perubahan itu dimaksudkan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dari sebelumnnya.

Waktu yang terus bergulir itu membawa kita pada bilangan angka 10 tahun( 1998-2008) memasuki Era reformasi Bangsa Indonesia. Momentum bersejarah bangsa ini telah membuka lembaran baru kehidupan  berbangsa dan bernegara. 

Gerakan reformasi yang dimotori mahasis-wa Indonesia dan kalangan muda negeri ini menggendong cita-cita untuk memperbaiki bangsa indonesia dari berbagai krisis dan keterpurukan, agar bisa lebih baik dibanding negara-negara yang sedang berkembang dan yang sudah maju.  

HIDUP DALAM TEKANAN
Keputusan presiden No.127/U/Kep/12/1966 tenatang peraturan orang cina/Tionghoa diharuskan mengganti nama lahir mereka yang menggunakan nama Cina/Tionghoa menjadi nama-nama yang mengindonesia (menjawa atau nama daerah). Seperti Darmawan, Wijaya, Sentosa, Setiawa, Jayasurana, Suparman, dan lain-lain sebagainya.
 

Masyarakat Tionghoa telah hidup berabad-abad lamannya di bumi Nusantara dan sebagian besar di antara mereka telah hidup seperti etnik lain serta melangsungkan aktivitas budayanya. Namun dalam perjalanan waktu itu mereka senantiasa mengalami berbagai gelombang gejolak sosial yang membuat mereka selalu melakukan perubahan dalam kehidupannya agar bisa berterima secara sosial, budaya, dan politik. Gerakan Reformasi Indonesia yang dimulai 10Thun yang lalu telah memberi banyak berkah bagi kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Banyak kemudahan yang senantiasa telah diterima dan dinikmatinya puluhan tahun yang lalu namun karena kendala politik pemerintah di negeri ini membuat semua itu tetap. Barulah dalam era reformasi ini terjadi sesuatu perubahan yang sangat besr.

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar agar dapat menjadi referensi wisatawan maupun pihak yang ingin mengelola air terjun di Sulawesi Selatan.


 
BERUBAH. 
METAMORFOSIS MASYARAKT TIONGHOA MKASSAR DALAM 10 TAHUN REFORMASI
Penulis: Shaifuddin Bahrum
Editor: Dafirah
A.Ahmad Saransi
Penerbit: Yayasan Baruga Nusantara
Tempat Terbit:Makassar
Tahun Terbit: 2008
Jumlah Halaman: 165halaman 
ISBN:978-979-97969-5-0

December 14, 2023

Kang Sodrun Merayu Tuhan

Fauzul Mahardika Pasuloi



    sebuah ilustrasi kehidupan yang dijalani oleh seseorang yang bernama Kang Sodrun, beliau adalah orang biasa yang hidup ditengah-tengah orang miskin, dari sinilah ia mampu berbagi dan memberikan hak orang-orang yang lebih membutuhkan daripada dirinya, banyak hal yang ia temui dalam hidupnya. Banyak kejutan yang tanpa dia sadari ternyata Hal itu adalah takdir Allah SWT , Ternyata lebih banyak orang yang lebih Ikhlas dan Tawakkal daripada dirinya.
Namun di hadapan Tuhannya Kang Sodrun sangat ingin berdekat-dekat, sedekat mungkin. Meski ia begitu menyadari bahwa dirinya tak layak berdekat-dekat dengan Tuhan yang Maha Suci nan Mulia.

    Untuk keinginannya itu Kang Sodrun berbuat semampunya untuk mendekati Sang Tuhan. Dengan modal yang seadanya ia berusaha merayu Tuhan, agar berkenan menerima dirinya apa adanya. Dengan sebungkus tape singkong, dengan uang dua puluh atau bahkan sepuluh ribu saja, atau bahkan hanya dengan sebiji benih yang diharapkan mampu menghasilkan berhektar buah.

    Keinginannya untuk berdekat-dekat dengan Tuhan juga menjadikannya tak enggan belajar dari Mbah Ngis, perempuan tua yang memberinya pendidikan luhur lewat sebungkus bakwan dan tempe goreng. Ia tak segan menggali ilmu dari Mbah Darmo dan Mbok Jumiah, pedagang nasi bungkus yang rela menyisihkan penghasilannya yang tak seberapa demi menjadi tamu Sang Rahman. Juga belajar dari Mbah Rajim dan seorang pedagang asongan yang keduanya ia sebut sebagai guru jalanan.

Ya, dengan perilaku-perilaku yang sering kali dianggap remeh dan sepele ia berusaha mendekati Tuhannya. Semampunya, seadanya, Kang Sodrun Merayu Tuhan.


Penulis: Yazid Muttaqin

ISBN: 978-602-257-933-5

Desain Sampul dan Isi: Pras Santoso 

Editor: Fiedha 'L Hasiem

penata letak isi: Tofa

Cetakan pertama: Juli 2014