Judul: Distionary of Library and Information Management
Penulis: Janet Stevenson
Editor: -
Penerbit: Peter Collin Publishing,
Great Britain
Tahun
Terbit: 1997
Jumlah
Halaman: 176
ISBN: 0948549688
Bahasa: Inggris
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Buku Dictionary of
Library and Information Management karya Janet Stevenson, yang diterbitkan pada
tahun 1997, merupakan salah satu referensi penting dalam bidang ilmu
perpustakaan dan dokumentasi. Kehadiran buku ini menjawab kebutuhan para
profesional dan praktisi akan sebuah panduan terminologi yang komprehensif pada
akhir abad ke-20. Pada masa itu, dunia perpustakaan sedang mengalami
transformasi besar dari sistem pengelolaan tradisional menuju otomatisasi dan
digitalisasi berbasis teknologi informasi.
Melalui karya ini,
Janet Stevenson menyusun ribuan kosakata, akronim, serta konsep penting yang
mencakup berbagai aspek perpustakaan dan manajemen informasi. Ruang lingkup
bahasannya meliputi teknik pengolahan bahan pustaka tradisional seperti
katalogisasi dan klasifikasi, hingga topik yang lebih modern seperti manajemen
arsip, jaringan komputer, serta sistem temu kembali informasi (information
retrieval). Buku ini disusun secara sistematis berdasarkan abjad untuk
memudahkan keterbacaan dan pencarian istilah secara cepat.
Fokus utama
penyusunan kamus ini tidak hanya sekadar memberikan definisi leksikal,
melainkan menyajikan penjelasan kontekstual yang relevan dengan praktik kerja
sehari-hari. Stevenson berhasil menjembatani batasan antara ilmu perpustakaan
klasik dan disiplin ilmu informasi yang berkembang pesat. Dengan demikian, buku
ini tidak hanya menjadi alat bantu bagi pustakawan, melainkan juga bagi para
manajer data, arsiparis, serta akademisi yang berkecimpung dalam ekosistem
informasi.
Salah satu nilai
tambah yang ditawarkan oleh buku ini adalah cara penulis mengartikan
istilah-istilah teknis yang rumit menjadi definisi yang ringkas dan padat.
Penyajian entri yang lugas membuat pembaca dari berbagai latar belakang,
termasuk mahasiswa yang baru mendalami bidang ini, dapat dengan mudah memahami
konsep-konsep dasar tanpa terjebak dalam jargon yang terlalu membingungkan atau
berbelit-belit.
Kelebihan utama dari
buku karya Janet Stevenson ini terletak pada kelengkapan dan kecermatannya
dalam merangkum istilah interdisipliner. Cakupan materinya yang luas
menghubungkan teknik dokumentasi konvensional dengan awal mula era teknologi
informasi, menjadikannya rujukan yang sangat praktis dan informatif. Struktur
penulisan yang rapi dan konsisten juga menambah kenyamanan pembaca dalam
menelusuri tiap halaman referensi ini.
Meski demikian, buku
ini juga memiliki keterbatasan yang perlu dicermati dari sudut pandang saat
ini. Mengingat tahun terbitnya pada 1997, beberapa perkembangan terminologi
modern—seperti cloud computing, big data, analisis media sosial, hingga
kecerdasan buatan dalam perpustakaan digital—belum terakomodasi di dalamnya.
Selain itu, sebagai sebuah kamus, format penyajiannya cenderung kaku dan hanya
berfokus pada definisi tanpa memberikan contoh kasus penerapan yang lebih
mendalam.
Secara keseluruhan,
Dictionary of Library and Information Management karya Janet Stevenson tetaplah
sebuah karya referensi yang monumental dan bernilai tinggi. Buku ini berhasil
merekam secara cermat perkembangan dan transisi kosakata dalam dunia perpustakaan
pada era 1990-an. Bagi para akademisi, peneliti sejarah ilmu informasi, mahasiswa
jurusan perpustakaan dan manajemen informasi maupun praktisi pustakawan, karya
ini merupakan fondasi konseptual yang sangat berguna untuk memahami pilar-pilar
dasar manajemen informasi.

