Judul: Personal and Community Health
Penulis: Janet Davy, Robbie
Parker & John Patterson
Editor: Sarah Overton
Penerbit: Reed Internasional Books,
Australia
Tahun
Terbit: 1992
Jumlah
Halaman: ix + 350
ISBN: 0858596687
Bahasa: Inggris
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Buku Personal and
Community Health karya Janet Davy, R. Parker, dan J. Patterson merupakan buku
yang membahas kesehatan dari dua sisi yang saling berkaitan, yaitu kesehatan
pribadi dan kesehatan masyarakat. Buku ini menempatkan kesehatan bukan hanya
sebagai keadaan bebas dari penyakit, tetapi juga sebagai sesuatu yang
dipengaruhi oleh perilaku, lingkungan, kebiasaan, serta kondisi sosial
seseorang. Karya yang diterbitkan oleh Rigby Heinemann, Melbourne, pada 1992
ini hadir dalam konteks pendidikan kesehatan dan memberikan pemahaman mengenai
berbagai perilaku yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Salah satu
hal yang menarik adalah pandangan bahwa kesehatan individu tidak dapat
sepenuhnya dipisahkan dari kondisi lingkungan dan komunitas tempat seseorang
hidup.
Pada bagian mengenai
kesehatan pribadi, buku ini memberikan perhatian terhadap berbagai perilaku
yang mempunyai pengaruh terhadap kesehatan. Pembaca diajak memahami bahwa
keputusan sehari-hari, seperti pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok,
konsumsi alkohol, perilaku seksual yang tidak aman, penggunaan obat-obatan,
serta cara menghadapi stres, dapat memberikan dampak terhadap kesehatan. Dalam
salah satu kajian yang mengutip buku Davy, Parker, dan Patterson,
perilaku-perilaku tersebut disebut sebagai contoh perilaku kesehatan yang
negatif atau berisiko. Dengan demikian, kesehatan tidak hanya bergantung pada
pelayanan medis ketika seseorang sudah sakit, tetapi juga pada kemampuan
individu untuk mengenali faktor risiko dan melakukan tindakan pencegahan sejak
dini.
Kelebihan utama buku
ini terletak pada cakupan pembahasannya yang cukup luas. Penulis tidak melihat
kesehatan hanya dari aspek fisik, tetapi menghubungkannya dengan berbagai
faktor perilaku dan lingkungan. Pendekatan seperti ini membuat pembaca memahami
bahwa seseorang dapat memiliki kondisi kesehatan yang berbeda bukan semata-mata
karena faktor biologis, tetapi juga karena kebiasaan dan lingkungan sosialnya.
Pembahasan mengenai kesehatan pribadi juga dapat membantu pembaca melakukan
refleksi terhadap gaya hidup masing-masing. Dari sudut pandang pendidikan
kesehatan, pendekatan tersebut cukup relevan karena mendorong pembaca untuk
tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mempertimbangkan perubahan
perilaku yang dapat dilakukan.
Kelebihan lainnya
adalah adanya hubungan yang jelas antara kesehatan pribadi dan kesehatan
komunitas. Buku ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan tidak selalu dapat
diselesaikan pada tingkat individu. Kebiasaan seseorang memang penting, tetapi
lingkungan sosial, kondisi ekonomi, sanitasi, akses terhadap informasi dan
pelayanan kesehatan, serta kebijakan masyarakat juga dapat memengaruhi
kesehatan. Pemahaman seperti ini sejalan dengan konsep kesehatan masyarakat
modern yang melihat kesehatan sebagai hasil interaksi berbagai faktor
individual, sosial, dan lingkungan. Karena itu, buku ini dapat memberikan dasar
pemikiran bahwa upaya meningkatkan kesehatan membutuhkan tanggung jawab
individu sekaligus keterlibatan komunitas.
Meskipun demikian,
buku ini juga mempunyai beberapa kekurangan apabila dibaca dari perspektif masa
kini. Pertama, buku ini diterbitkan pada 1992 sehingga sebagian data, istilah,
contoh masalah kesehatan, dan pendekatan yang digunakan kemungkinan tidak lagi
sepenuhnya sesuai dengan perkembangan ilmu kesehatan saat ini. Perubahan besar
dalam teknologi kedokteran, epidemiologi, kesehatan mental, kesehatan digital,
serta pemahaman mengenai determinan sosial kesehatan membuat sebagian
pembahasannya perlu dilengkapi dengan sumber-sumber yang lebih mutakhir. Selain
itu, pembaca masa kini mungkin membutuhkan pembahasan yang lebih mendalam
mengenai isu-isu baru seperti kesehatan digital, pandemi, perubahan iklim dan
kesehatan, serta ketimpangan akses pelayanan kesehatan.
Kekurangan lain
adalah bahwa pembaca perlu memiliki sumber pendamping jika ingin menggunakan
buku ini untuk memahami persoalan kesehatan secara lebih komprehensif. Buku
yang berorientasi pada pendidikan kesehatan dasar cenderung memberikan gambaran
umum mengenai masalah kesehatan, sehingga tidak selalu memberikan pembahasan
mendalam mengenai aspek medis, epidemiologis, maupun kebijakan kesehatan.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menghilangkan nilai buku sebagai bahan
pengantar. Justru karena cakupannya cukup luas, buku ini dapat digunakan
sebagai titik awal untuk memahami hubungan antara perilaku pribadi dan
kesehatan masyarakat sebelum pembaca melanjutkan ke literatur yang lebih khusus
dan mutakhir.
Kesimpulan, Personal
and Community Health merupakan buku yang memberikan pemahaman bahwa kesehatan
pribadi dan kesehatan komunitas merupakan dua hal yang saling berhubungan.
Kekuatan buku ini terdapat pada pendekatannya yang menghubungkan perilaku
individu dengan lingkungan dan masyarakat, sekaligus menekankan pentingnya
pencegahan dan perilaku hidup sehat. Kekurangannya terutama berkaitan dengan
usia publikasi yang membuat sebagian informasi perlu diperiksa kembali
berdasarkan perkembangan ilmu kesehatan terbaru. Secara keseluruhan, buku ini
tetap memiliki nilai sebagai bahan pengantar pendidikan kesehatan, khususnya
bagi pembaca yang ingin memahami bagaimana pilihan pribadi, lingkungan sosial,
dan kondisi komunitas bersama-sama membentuk kualitas kesehatan masyarakat.


No comments:
Post a Comment