Daya tarik Makassar bukan hanya terletak pada posisinya di peta, tetapi juga pada sumber daya alam yang melimpah dan masyarakatnya yang memiliki tradisi maritim kuat. Orang-orang Bugis dan Makassar, dikenal sebagai pelaut tangguh dan saudagar ulung, telah membangun reputasi sebagai penggerak ekonomi laut sejak abad ke-16. Catatan sejarah menunjukkan bagaimana mereka menjalin relasi dagang yang luas hingga ke luar Nusantara, menjadikan mereka bagian penting dari peradaban maritim Asia Tenggara.
Perdagangan rempah-rempah, hasil bumi, serta komoditas seperti beras, kopi, dan terutama kopra, telah mendorong pertumbuhan pesat ekonomi Makassar. Pada masa kolonial, Makassar menjadi kota penghasil dan eksportir kopra terbesar di Hindia Belanda, menjadikannya penting dalam industri global, mulai dari sabun hingga otomotif. Hal ini turut memperkuat posisi Makassar sebagai pusat ekonomi yang sangat diperhitungkan di kawasan timur Indonesia.
Seiring meningkatnya volume perdagangan dan kompleksitas transaksi ekonomi, muncul kebutuhan akan sistem keuangan yang modern dan terorganisir. Di sinilah peran De Javasche Bank (DJB) bank sirkulasi dan komersial pertama di Hindia Belanda mulai hadir secara aktif. Melalui desakan para pengusaha lokal, cabang DJB akhirnya didirikan di Makassar pada 21 Desember 1864. Kehadiran lembaga ini memperlancar peredaran uang, memperkuat sistem kredit, dan mendorong pembangunan infrastruktur kota. Secara bertahap, Makassar berkembang sebagai kota pelabuhan modern yang terintegrasi dengan ekonomi global.
Buku Pusat Ekonomi Maritim Makassar dan Peranan Bank Indonesia di Sulawesi Selatan mengajak pembaca menyelami perjalanan panjang Makassar sebagai pusat kegiatan maritim yang penuh dinamika. Disusun dengan pendekatan historis yang kuat dan didukung oleh data yang mendalam, buku ini menampilkan potret utuh tentang bagaimana Makassar memainkan peran penting dalam jalur perdagangan rempah dunia, serta bagaimana lembaga keuangan seperti Bank Indonesia yang berakar dari De Javasche Bank, turut menopang keberlanjutan ekonomi regional. Buku ini dapat di akses aplikasi ibilibrary.
Peanggungjawab : Solikin M. Juhro
Penyusun : Arlyana Abubakar, Rita Krisdiana, Rasyid Asba, Yulianto Sumalyo, Allan Akbar, Mirza Ardi Wibawa
Editor: Kasijanto Sastrodinomo
Penerbit : Bank Indonesia Institute
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit : 2019
ISBN: 978-623-9066-11-6
No comments:
Post a Comment