Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyimpan ribuan naskah kuno dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk koleksi langka berbahasa Bugis-Makassar yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Sedikitnya 127 judul naskah kuno dalam bahasa tersebut telah dikatalogkan, menjadikannya sebagai salah satu khazanah budaya tulis paling penting dari kawasan timur Nusantara.
Naskah-naskah ini ditulis dalam beragam aksara tradisional seperti Lontaraq Sulapaq Eppaq, Jangang-jangang, Arab Serang, hingga aksara Latin. Media penulisan pun bervariasi, mulai dari lontar, daluang, hingga kertas, yang menggambarkan dinamika dan perkembangan peradaban tulis masyarakat Bugis-Makassar sejak masa lampau.
Dalam katalog resmi Perpusnas, tercatat sejumlah karya monumental, antara lain Sureq Baweng, Assitanga Bicaranna Arung Palakka, Sejarah Bone dan Hukum, Perjanjian Bongaya, hingga berbagai versi dari karya epik La Galigo—sebuah naskah panjang yang oleh banyak sarjana dianggap sebagai salah satu epos terbesar di dunia.
Tak hanya berisi karya sastra dan sejarah, koleksi ini juga memuat catatan harian, ilmu falak, mantra, doa-doa, hingga naskah keagamaan seperti terjemahan Al-Qur’an, syariat Islam, dan ajaran tarekat. Beberapa judul seperti Nur Al-Hadi, Tarekat Khalwatiah Samman, hingga Fath Ar-Rahman menunjukkan kedalaman spiritual masyarakat Bugis-Makassar sejak berabad-abad lalu.
Menurut data katalog, beberapa naskah penting di antaranya adalah:
-
VT 81-01: Assitanga Bicaranna Arung Palakka
-
VT 125 J: La Galigo
-
NB 2605: Catatan Harian tentang Kerajaan Bone
-
NB 2612: Tarekat Khalwatiah Samman
-
A 620: Fath Ar-Rahman
Buku Katalog Naskah Bugis-Makassar Koleksi Perpustakaan Nasional RI dapat diakses secara digital melalui https://ipusnas2.perpusnas.go.id. Koleksi ini tidak hanya menjadi sumber kajian filologi dan sejarah, tapi juga pintu menuju pemahaman lebih dalam mengenai identitas, nilai, dan peradaban masyarakat Bugis-Makassar
No comments:
Post a Comment