May 23, 2025

Muhammad Jufri Mutiara Laut Jampea

Di sudut Nusantara yang nyaris tak terpetakan di atlas, Pulau Jampea menjadi saksi tumbuhnya seorang anak gembala yang kelak menapakkan kaki di Istana Negara. Itulah saya, Muhammad Jufri, anak dari seorang pendidik. Ayah saya mendidik dengan keteladanan, keras tapi penuh cinta, membentuk pribadi jujur, tekun, dan tangguh.

Meja makan menjadi kelas pertama dalam hidup saya. Di sanalah ayah menanamkan nilai kebersamaan dan disiplin. Makanan boleh sederhana, tetapi jika disantap bersama, menjadi sangat istimewa. "Bukan soal makan apa, tapi dengan siapa," kata ayah.

Ayah tak pernah mencela. Ia membesarkan hati saya dengan pujian dan motivasi, bahkan ketika saya tampil seadanya. Kata-kata seperti, "Jufri, kamu anak guru. Jadilah contoh. Jangan buat ayah malu," membekas kuat, memacu saya untuk berprestasi.

Dari membantu renovasi sekolah dasar hingga melintasi hutan demi menuntut ilmu, saya belajar bahwa kesulitan bukanlah halangan. Jalan terjal, hujan, dan binatang buas tak menghentikan langkah kecil saya menuju masa depan.

Saya bertekad menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. Setelah ujian nasional di Makassar yang saya lalui dengan hasil gemilang, saya melanjutkan kuliah di IKIP Ujung Pandang (sekarang UNM), mengambil jurusan Bahasa Inggris. Saya bertahan dengan dua beasiswa: Supersemar dan TID. Tidak pernah saya bayangkan bisa menjadi duta kampus dan tamu kehormatan di Istana Negara sebagai mahasiswa berprestasi 1991.

Pada secarik kertas, saya tulis cita-cita: "Meraih gelar doktor bidang psikologi di Jawa Barat pada usia 38." Itu terwujud. Saat wisuda, saya tatap barisan guru besar dan berkata dalam hati, “Saya akan duduk di sana suatu hari nanti.” Tahun 2009, pada usia 41, saya dikukuhkan sebagai Profesor Psikologi Industri dan Organisasi.

Kini, saya membangun social capital—menyapa minimal 20 orang setiap pagi. Saya percaya, tidak semua bisa dibeli dengan uang. Kehidupan sosial yang sehat adalah investasi tak ternilai.

Buku berjudul Muhammad Jufri: Mutiara Laut Jampea ini menjadi catatan perjalanan penulis. Buku ini termasuk dalam koleksi Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang beralamat di Jl. Sultan Alauddin Km. 7, Tala'salapang, Makassar.

Penulis percaya, pendidikan adalah jalan peradaban. Dan tugas kita adalah memastikan setiap anak negeri punya kesempatan untuk menapaki jalan itu, walau dimulai dari titik paling terpencil di peta.


Muhammad Jufri Mutiara Laut Jampea 
Penulis: Prof. Dr. Muhammad Jufri, S. Psi., M.Si
Editor: Bachtiar Adnan Kusuma, Heri Rusmana
Penerbit: Yapensi 
Tahun Terbit: 2018

No comments:

Post a Comment