March 12, 2025

Arung Palakka: Biografi dan Perjuangannya di Tanah Bugis

Sejarah adalah kisah tentang perjuangan, kepahlawanan, dan ambisi yang membentuk perjalanan suatu bangsa. Di antara jejak sejarah Nusantara, kisah Arung Palakka menjadi salah satu yang paling menarik sekaligus kontroversial. Ia bukan sekadar seorang pemimpin, tetapi juga seorang tokoh yang mengubah jalannya sejarah Sulawesi Selatan, terutama dalam konflik antara Kerajaan Gowa dan pasukan VOC.

Buku Arung Palakka: Biografi dan Perjuangannya di Tanah Bugis mengisahkan tentang Perjuangan Arung Palakka dalam Perang Makassar pada Tahun 1660-1669 dilalui melalui perjuangan fisik maupun perjuangan non fisik. Perjuangan Arung Palakka dalam Perang Makassar Tahun 1660-1669 yaitu:

  • Menjalin kerjasama dengan Kerajaan Soppeng, Arung Palakka menjalin kerjasama dengan Kerajaan Soppeng karena Arung Palakka memiliki keturunan darah Soppeng dari ayahnya bernama Arung Tana Tengnga putra mahkota Datu Soppeng yang menikah dengan ibunya We Tenri Sui anak dari kakek Arung Palakka bernama La Tenri Rua Raja Bone ke 11. Adanya hubungan kekeluargaan antara Kerajaan Bone dan Soppeng diharapkan Arung Palakka dapat mempermudah untuk bekerjasama. Arung Palakka menjalin kerjasama dengan Datu Soppeng yang bernama La Tenribali, untuk bersama-sama menghadapi Kerajaan Gowa. Menghasilkan sebuah perjanjian yang bernama Pincara Lopie ri Attapang. 
  • Menjalin kerja sama dengan VOC Arung Palakka telah mencoba menjalin kerjasama dengan Kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan, salah satunya dengan Kerajaan Soppeng. tetapi usaha ini masih belum berhasil mengalahkan Kerajaan Gowa. Dikarenakan belum mampu untuk melawan Gowa yang saat itu merupakan kerajaan terkuat dan terbesar di Sulawesi Selatan khususnya dan di Indonesia bagian Timur pada umumnya. VOC pada saat itu dipandang sebagai satu-satunya kekuatan yang mampu menandingi kehebatan Gowa, maka Arung Palakka bekerjasama dengan VOC yang akan membantunya dalam membebaskan Kerajaan Bone-Soppeng dari kekuasaan Gowa dan memulihkan Siri dan Pecce orang-orang Bugis. Keinginan Arung Palakka untuk bekerjasama dengan VOC di sambut baik oleh VOC. Karena VOC ingin memonopoli perdagangan rempah-rempah yang ada di Pelabuhan Somba Opu, agar niat tersebut berhasil. Akhirnya terjalinlah kerjasama antara Kerajaan Bone dengan VOC bersama-sama menghadapi Kerajaan Gowa, dan 
  • Memimpin Pasukan Bone-Soppeng melawan Gowa dalam Perang Makassar Tahun 1660-1669. Dalam perang Makassar yang terjadi pada tahun 1660, Arung Palakka memimpin pasukan Bone- Soppeng melawan Kerajaan Gowa. Awalnya Arung Palakka dengan pasukannya mengalami kekalahan melawan Kerajaan Gowa. Tetapi ketika Arung Palakka bekerja sama dengan VOC pada tahun 1666 dan terjadilah perang terbuka antara Kerajaan Bone-Soppeng bekerjasama dengan VOC melawan Kerajaan Gowa yang dikenal dengan nama Perang Makassar hingga peperangan ini berakhir pada tahun 1669.
Buku ini merupakan salah satu koleksi iPusnas tentang tokoh pjuang daerah Bone yaitu Arung Palakka yang berhasil membebaskan Kerajaan Bone dari penjajahan yang dilakukan oleh Kerajaan Gowa. Perjuang tersebut untuk mengangkat harga diri Sare dan Pesse Bugis Bone. Kerjasamanya dengan VOC tidaklah menempatkan dirinya sebagai pengkhianat bangsa Indonesia dalam memerangi Sulta Hasanuddin, karena indonesia baru merdeka tahun 1945.

Arung Palakka: Biografi dan Perjuangannya di Tanah Bugis 
Penulis: Johan Setiawan
Editor: Alfaras Nandika
Penerbit: CV. Jejak, anggota IKAPI
Tempat Terbit: Sukabumi
Tahun Terbit: 2019
ISBN: 978-602-474-925-5


No comments:

Post a Comment