La Pawawoi Karaeng Sigeri adalah Raja Bone, Sulawesi Selatan, yang pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20 melakukan perlawanan terhadap kezaliman penjajah Belanda. Pemerintah penjajah memperlakukan Bone seperti memperlakukan daerah jajahan yang lain. Bone menolak dan berontak. Pertempuran tak terelakkan. Jiwa patriotik rakyat Bone seirama dengan sikap raja yang memang anti-penjajah.
Bagi orang Bugis, dan bangsa-bangsa lain di dunia, kemerdekaan itu adalah salah satu kebutuhan yang paling asasi bagi manusia. Bahkan, di tanah Bugis, anak yang anak lahir sudah disebut to maradekka, orang merdeka. Karena itu penjajahan tidak hanya dipandang sebagai kezaliman, bahkan dipandang sebagai penghinaan terhadap harkat dan martabat manusia. Bagi orang Bugis yang punya filsafat moral sipakatau-sipatokkong (saling memanusiakan dan saling menegakkan), selain "siri" kehormatan yang harus dijunjung tinggi, jelas sekali penjajah itu adalah musuh kemanusiaan yang wajib dilenyapkan.
Buku RUMPA'NA BONE: Runtuhnya Kerajaan Bone disajikan dalam bentuk fiksi (novel) yang terjadi ketika Belanda menyerang Kerajaan Bone di bawah pemerintahan Raja Bone ke-31, Lapawawoi Karaeng Sigeri, tahun 1904-1905. Untuk menyerang Kerajaan Bone, Belanda mengerahkan 1.332 personel militer, 575 personel non-tempur, 7 kapal perang, 316 ekor kuda dan berton-ton mesiu.
Buku ini walaupun fiktif, dirangkai dalam fakta-fakta sejarah. Ribuan pasukan tewas dari kedua pihak dalam pertempuran massal di Pantai Bajo'e. Ini membuktikan nilai-nilai patriotisme rakyat Bugis-Makassar saat melawan penguasa Eropa. Dalam fiksi ini, ditemukan kearifan lokal dalam adat istiadat masyarakat Bugis-Makassar yang menjadi jati diri etnis. Demikian pula nilai-nilai kemanusiaan dalam perang yang menyentuh dan mengharukan. Semangat kebebasan dan jiwa merdeka orang Bugis-Makassar termanifestasi saat melawan kolonialisme. Kecintaan pada kebebasan ini pula yang terlihat dalam semangat pantang menyerah rakyat Sulawesi Selatan pada perang kemerdekaan menenggakkan NKRI.
Novel sejarah ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar. Novel seperti ini masih langkah di Indonesia. Karya ini merupakan berdasarkan hasil referensi seperti: Perang Bone 1904-1905, La Pawawoi Segeri Raja Bone ke-31, The Bugis, serta Latoa dan Rumpa'na Bone
Penulis: Andi Makmur Makka
Penerbit: Kompas
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2015
ISBN: 978-979-709-904-6
.jpeg)
No comments:
Post a Comment