Cerita Galigo mengandung nilai karakter yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bugis zaman dahulu. Nilai karakter tersebut diwariskan secara turun temurun dari generas1 ke generasi hingga saat sekarang ini. Dalam proses perkembangan masyarakat, diduga telah terjadi pergeseran nilai karakter.
Menunjukkan nilai karakter yang terdapat dalam cerita Bugis La Galigo Episode Mula Riulona Batara Guru (Character Values of Buginese Man in La Galigo Episode Mula Riulona Batara Guru: A Hermeneutica study) yang mengandung nilai karakter manusia Bugis, dengan sumber data:
- Koolhof. Sirtjo dkk. 1994. I La Galigo: Menurut Naskah NBG 188 Jilid I. Jakarta: KITLV dan Penerbit Djambatan.
- Koolhof. Sirtjo dkk. 2000. I La Galigo: Menurut Naskah NBG 188 Jilid II. Jakarta: KITLV dan Penerbit Djambatan.
Laporan hasil penelitian merupakan desertasi Nilai Karakter Manusia Bugis dalam La Galigo Episode Mula Riulona Batara Guru: Suatu kajian Hermeneutika, yakni:
- Nilai personal meliputi: belas kasih 'esse babua', bertindak patut, cerdas dan rajin hati yang baik, kehati-hatian berkata atau tidak mengundang bahaya, keawasan, dan kewaspadaan, kemandirian, kemercusuaran, kerja keras atau beretos kerja 'reso' kesabaran, kesempurnaan dan hidup, kesesuaian ucapan dan perbuatan, 'adanagau' atau kesiapan dan tindakan, otonom, pantang putus asa atau sabar, rasa perih (pesse), rasa wajib, motivasi, kemauan, niat dan tekat, seniman, tidak sombong atau rendah hati.
- Nilai sosial meliputi: berpikir sebelum bertindak, dermawan, jeli mencari nafkah, kasih sayang, kejujuran dan perkataan yang benar 'lempu sibawa ada tongeng', kepatuhan terhadap orang tua, kewajaran 'appasitinajan' atau keadilan, keyakinan dan watak sejati komunikatif mencari kebenaran, menerima pandangan orang lain, menjunjung tinggi harkat dan martabat keluarganya, partisipatif, setia kawan (solidaritas), tanggap terhadap lingkungan, tanggung-jawab dan kasih sayang.
- Nilai religius meliputi: kebesaran, kekuatan usaha dan permohonan kepada tuhan, keluhuran, kemuliaan.
Penelitian ini mengungkapkan nilai karakter yang terdapat dalam karya sastra untuk memahami konsep-konsep kehidupan Batara Guru yang dapat memberi manfaat sebagai bahan sosialisasi bagi penutur bahasa khususnya generasi muda yang sudah kehilangan jejak/moral budaya yang dipegang teguh leluhur sejak dulu yang terkenal melalui sastra lisan atau tulisan.
Penerbit: Program Pascasarjana UNHAS
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2017

No comments:
Post a Comment